
Courtesy of CNBCIndonesia
Bapak AI Yoshua Bengio: Fokus Utama Manusia Adalah Kualitas Kemanusiaan di Era AI
Mengajak pembaca memahami pentingnya membentuk kualitas kemanusiaan dan mengembangkan nilai-nilai yang tidak dapat digantikan mesin di tengah kemajuan teknologi AI yang semakin mengotomatisasi banyak pekerjaan.
23 Des 2025, 17.25 WIB
72 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pentingnya kualitas kemanusiaan dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan.
- Otomatisasi dapat menggantikan banyak pekerjaan, tetapi aspek manusia tetap tidak tergantikan.
- Pendidikan dasar seperti matematika dan fisika harus diprioritaskan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan.
Jakarta, Indonesia - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan mulai mengancam banyak jenis pekerjaan saat ini. Yoshua Bengio, seorang pelopor AI dan tokoh penting di bidang ini, mengungkapkan bahwa manusia perlu mengubah fokusnya dari hanya menguasai keterampilan teknis menjadi membentuk kualitas kemanusiaan yang indah.
Bengio menilai adopsi AI oleh perusahaan akan terus meningkat hingga teknologi ini mampu mengerjakan sebagian besar pekerjaan yang biasa dilakukan manusia, khususnya pekerjaan berbasis pengetahuan di dunia digital. Bahkan beberapa pekerjaan fisik, seperti tukang ledeng, juga berpotensi tergantikan robot di masa depan.
Namun, Bengio menyatakan ada aspek tertentu yang tidak bisa digantikan oleh mesin, misalnya empati, tanggung jawab, dan kepuasan dalam berkontribusi untuk kesejahteraan orang lain. Sentuhan manusia tetap sangat penting terutama saat seseorang menghadapi kecemasan atau rasa sakit, seperti ketika berada di rumah sakit.
Bersama Geoffrey Hinton dan Yann LeCun, Bengio merupakan pelopor di balik riset deep learning dan jaringan saraf yang mendasari AI modern. Ia juga memimpin lembaga riset keselamatan AI bernama LawZero yang bertujuan mengurangi risiko perilaku berbahaya dari sistem AI yang semakin canggih.
Pandangan Bengio sejalan dengan nasihat dua tokoh AI lainnya, yaitu Hinton yang menganggap pekerjaan fisik masih relatif aman dari AI, dan LeCun yang menyarankan mahasiswa ilmu komputer untuk memprioritaskan pelajaran dasar seperti matematika dan fisika dibanding hanya mengikuti tren teknologi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223152100-37-696715/banyak-pekerjaan-bakal-punah-bapak-ai-beri-pesan-menohok
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223152100-37-696715/banyak-pekerjaan-bakal-punah-bapak-ai-beri-pesan-menohok
Analisis Ahli
Yoshua Bengio
"Manusia harus fokus mengembangkan aspek kemanusiaan karena sebagian besar pekerjaan akan digantikan AI."
Geoffrey Hinton
"Pekerjaan fisik seperti tukang ledeng masih relatif aman dari gangguan AI dalam jangka panjang."
Yann LeCun
"Mahasiswa ilmu komputer harus prioritaskan dasar matematika dan fisika daripada mengikuti tren sesaat."
Analisis Kami
"Kemajuan AI memang tidak bisa dihindari dan akan mengubah lanskap pekerjaan secara drastis. Namun, nilai-nilai kemanusiaan seperti empati dan kontribusi sosial akan menjadi kekuatan utama manusia yang tidak bisa ditiru oleh mesin, sehingga pendidikan dan pelatihan harus menyesuaikan arah ini."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, dominasi AI akan mempercepat otomatisasi pekerjaan, terutama di sektor digital, sehingga manusia harus berfokus pada pengembangan aspek kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin untuk tetap relevan di dunia kerja.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa Yoshua Bengio dan apa kontribusinya terhadap kecerdasan buatan?A
Yoshua Bengio adalah seorang profesor dan pelopor dalam bidang kecerdasan buatan, dikenal sebagai 'Bapak AI' dan berfokus pada pembelajaran mendalam.Q
Apa yang disarankan oleh Bengio terkait keterampilan yang perlu dikembangkan manusia di masa depan?A
Bengio menyarankan agar manusia lebih fokus pada pembentukan kualitas kemanusiaan seperti empati dan tanggung jawab daripada hanya menguasai keterampilan teknis.Q
Mengapa Bengio percaya bahwa aspek manusia tidak dapat tergantikan oleh mesin?A
Bengio percaya bahwa nilai-nilai kemanusiaan seperti empati dan sentuhan manusia akan semakin bernilai seiring dengan meningkatnya otomatisasi pekerjaan.Q
Apa tujuan dari lembaga riset LawZero yang diluncurkan oleh Bengio?A
LawZero bertujuan mengurangi risiko dan perilaku berbahaya dari sistem AI agenik, termasuk potensi penipuan.Q
Apa pandangan Geoffrey Hinton dan Yann LeCun terkait masa depan pekerjaan dan pendidikan?A
Geoffrey Hinton menyatakan bahwa pekerjaan fisik lebih aman dari gangguan AI, sementara Yann LeCun menyarankan mahasiswa untuk fokus pada mata kuliah dasar.




