Penulis Tuntut Perusahaan AI Karena Latih Model dengan Buku Bajakan
Courtesy of TechCrunch

Penulis Tuntut Perusahaan AI Karena Latih Model dengan Buku Bajakan

Menuntut pertanggungjawaban hukum yang lebih tegas terhadap perusahaan AI yang menggunakan buku bajakan untuk melatih model mereka, serta mendapatkan kompensasi yang adil dan perlindungan hak cipta bagi para penulis.

24 Des 2025, 02.02 WIB
29 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Ada gugatan baru terhadap perusahaan AI mengenai pelanggaran hak cipta.
  • Penyelesaian sebelumnya dianggap tidak memadai oleh beberapa penulis.
  • Keputusan hakim sebelumnya menyoroti kompleksitas hukum seputar penggunaan konten berhak cipta dalam pelatihan AI.
Amerika Serikat - Sejumlah penulis, termasuk John Carreyrou, mengajukan gugatan terhadap beberapa perusahaan AI besar seperti Anthropic, Google, OpenAI, Meta, xAI, dan Perplexity. Mereka menuduh perusahaan-perusahaan ini menggunakan salinan buku bajakan untuk melatih model kecerdasan buatan mereka tanpa izin. Pelatihan model dengan data bajakan merupakan masalah serius yang menyentuh perlindungan hak cipta dan keadilan bagi para penulis.
Kasus ini mengingatkan kita pada gugatan sebelumnya yang juga melibatkan Anthropic. Hakim memutuskan bahwa pelatihan model AI menggunakan buku bajakan itu legal, tetapi membajak buku tersebut sebelumnya tetap ilegal. Meskipun beberapa penulis menerima kompensasi sekitar 3,000 dolar dari penyelesaian klaim senilai 1,5 miliar dolar, banyak yang merasa jumlah tersebut tidak cukup untuk menebus kerugian dan pelanggaran hak cipta.
Para penggugat dalam gugatan baru ini menilai penyelesaian yang ada hanya menguntungkan perusahaan AI, tidak memberikan keadilan bagi para kreator yang karyanya dicuri. Mereka meminta agar perusahaan AI tidak bisa dengan mudah menghapus puluhan ribu klaim berharga hanya dengan membayar harga murah, dan menegaskan pentingnya menghargai hak cipta dan karya kreator.
Perusahaan AI memang menghasilkan keuntungan besar dengan model yang dilatih menggunakan karya-karya berkualitas milik para penulis. Gugatan ini menjadi dorongan penting supaya perusahaan teknologinya lebih bertanggung jawab dalam menggunakan materi pelatihan. Para kreator menginginkan ganti rugi yang sepadan dan aturan yang jelas agar pelanggaran hak cipta tidak terus dibiarkan.
Kasus ini berpotensi mempengaruhi masa depan pengembangan kecerdasan buatan dan regulasi hak cipta. Diharapkan ada peraturan yang lebih ketat dan adil sehingga perusahaan AI bisa terus inovasi tanpa merugikan para penulis dan pencipta konten. Perjuangan para penulis menunjukkan bahwa hak cipta di dunia digital harus dilindungi dan dihormati.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2025/12/23/john-carreyrou-and-other-authors-bring-new-lawsuit-against-six-major-ai-companies/

Analisis Ahli

Lawrence Lessig
"Pelatihan AI dengan data berhak cipta tanpa izin membuka kebuntuan hukum yang bisa menghambat inovasi jika tidak ada aturan jelas. Perusahaan harus diberi batas dan mekanisme kompensasi yang adil agar kreativitas dan teknologi bisa berjalan beriringan."

Analisis Kami

"Kasus ini menandai titik kritis dalam perlindungan hak cipta di era AI yang makin berkembang cepat. Perusahaan AI harus mulai mengambil tanggung jawab lebih serius terhadap sumber data mereka agar tidak merugikan para kreator konten yang merupakan pemilik sah karya. Ini bukan hanya tentang uang, tapi soal menghargai kreativitas dan hak intelektual yang berharga."

Prediksi Kami

Pertarungan hukum terkait penggunaan materi berhak cipta dalam pelatihan AI akan semakin intensif dan dapat memicu revisi aturan tentang pelatihan model AI dan hak cipta di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang menggugat perusahaan-perusahaan AI dalam artikel ini?
A
Penulis yang menggugat termasuk John Carreyrou, seorang pembocor informasi tentang Theranos.
Q
Apa yang menjadi fokus gugatan terhadap Anthropic dan perusahaan lain?
A
Gugatan ini berfokus pada dugaan pelanggaran hak cipta terkait penggunaan buku-buku yang dipirat untuk melatih model AI.
Q
Apa keputusan hakim dalam kasus gugatan sebelumnya terhadap Anthropic?
A
Hakim memutuskan bahwa pelatihan model AI menggunakan buku-buku yang dipirat adalah legal, tetapi tindakan mempirat buku itu sendiri adalah ilegal.
Q
Mengapa beberapa penulis tidak puas dengan penyelesaian yang diusulkan?
A
Beberapa penulis merasa bahwa penyelesaian yang diusulkan tidak cukup untuk menuntut tanggung jawab perusahaan AI atas penggunaan buku-buku yang dicuri.
Q
Apa yang dinyatakan dalam gugatan baru mengenai penyelesaian Anthropic?
A
Gugatan baru menyatakan bahwa penyelesaian Anthropic tampaknya lebih menguntungkan perusahaan AI daripada pencipta konten.