Protein C-Reactive: Tandai Awal Bahaya Jantung Lebih Akurat dari Kolesterol
Courtesy of CNBCIndonesia

Protein C-Reactive: Tandai Awal Bahaya Jantung Lebih Akurat dari Kolesterol

Memberikan informasi tentang pentingnya protein C-reactive sebagai tanda awal penyakit jantung dan bagaimana pengukuran serta pengendaliannya dapat membantu mencegah serangan jantung dan stroke.

31 Des 2025, 07.20 WIB
172 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pentingnya pengukuran C-reactive dalam diagnosa penyakit jantung.
  • Peran gaya hidup dalam mengontrol level C-reactive dan risiko penyakit jantung.
  • Keterkaitan antara inflamasi dan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
Jakarta, Indonesia - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa protein C-reactive adalah indikator paling awal penyakit jantung, menggantikan kolesterol yang selama ini dianggap sebagai tanda utama. Protein ini dihasilkan oleh hati sebagai respons terhadap inflamasi di tubuh, yang berhubungan dengan kondisi kesehatan kronis seperti obesitas dan diabetes.
American College of Cardiology sudah merekomendasikan pengukuran C-reactive bersama tes kolesterol untuk screening penyakit jantung sejak September lalu. Protein ini bisa diukur lewat tes darah, dengan level minimal 1 mg/dL hingga maksimal 3 mg/dL yang menunjukkan tingkat inflamasi dalam tubuh.
C-reactive dapat memprediksi risiko serangan jantung dan stroke dengan akurasi yang lebih baik daripada kolesterol LDL. Bahkan tingkat protein ini sebanding manfaatnya dengan pengukuran tekanan darah dalam menilai risiko kardiovaskular.
Inflamasi yang diukur oleh C-reactive protein merupakan tanda penumpukan lemak di arteri yang disebut atherosclerosis. Kondisi ini seringkali menyebabkan stroke dan serangan jantung jika tidak terdeteksi dan dikendalikan sejak awal.
Pengendalian tingkat C-reactive dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup, seperti konsumsi makanan tinggi serat (kacang-kacangan, sayur, biji-bijian), minyak zaitun, teh hijau, olahraga rutin, dan menurunkan berat badan. Selain itu, pengukuran jumlah partikel kolesterol jahat melalui apolipoprotein B juga penting untuk menilai risiko penyakit jantung.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251231070501-37-698501/bukan-kolesterol-ini-tanda-utama-sakit-jantung-dan-stroke

Analisis Ahli

Dr. Anthony Fauci
"Pengukuran protein inflamasi seperti C-reactive sangat penting karena inflamasi kronis adalah dasar dari banyak penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung."
Prof. Maria Simin
"Mengombinasikan tes kolesterol dengan C-reactive protein memberikan gambaran risiko jantung yang lebih menyeluruh dan akurat."

Analisis Kami

"Penemuan ini sangat revolusioner dan membuka paradigma baru dalam deteksi dini penyakit jantung. Menggunakan protein C-reactive sebagai indikator inflamasi adalah pendekatan yang lebih tepat sasaran dan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dengan intervensi gaya hidup yang tepat."

Prediksi Kami

Di masa depan, pemeriksaan protein C-reactive akan menjadi bagian rutin dalam skrining kesehatan jantung, selain pemeriksaan kolesterol, untuk mendeteksi risiko penyakit jantung lebih awal dan memperbaiki pengelolaan pencegahan.