Cyanobacteria Dikerahkan untuk Rehabilitasi Ribuan Hektar Gurun di China
Courtesy of SCMP

Cyanobacteria Dikerahkan untuk Rehabilitasi Ribuan Hektar Gurun di China

Menggunakan cyanobacteria untuk menstabilkan pasir gurun dan menciptakan lapisan yang memungkinkan pertumbuhan tanaman, dengan tujuan mereklamasi ribuan hektar gurun dan mengurangi dampak desertifikasi.

31 Des 2025, 18.46 WIB
97 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Cyanobacteria dapat digunakan untuk memerangi desertifikasi dan mendukung pertumbuhan tanaman.
  • Teknik pengkrustasian dikembangkan secara sistematis selama lebih dari satu dekade.
  • Inisiatif Great Green Wall berupaya mengatasi masalah lingkungan di Tiongkok dan negara lain.
Zhongwei, China - Di wilayah gurun, sangat sulit bagi tanaman untuk bertahan hidup karena pasir yang mudah bergeser menghalangi pertumbuhan tumbuhan. Hal ini menyebabkan kesulitan besar dalam upaya mengubah gurun menjadi tanah subur yang bisa ditanami. Para ilmuwan di China kini menggunakan cyanobacteria, mikroorganisme yang juga dikenal sebagai ganggang hijau-biru, untuk membantu mengatasi masalah ini.
Strain cyanobacteria yang dipilih secara khusus memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi panas dan kering yang ekstrem. Ketika hujan turun, mikroba ini hidup dan berkembang dengan cepat, membentuk lapisan biomassa yang keras di atas permukaan pasir. Lapisan ini membantu menstabilkan dunas dan mencegah pergeseran pasir yang menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan tanaman.
Teknologi biocrusting ini dikembangkan oleh Stasiun Penelitian Eksperimen Gurun Shapotou di daerah otonom Ningxia Hui, di tepi Gurun Tengger. Metode ini sekarang menjadi bagian dari strategi pengendalian pasir dan penghijauan dalam proyek Great Green Wall yang besar di Cina, yang bertujuan memperluas area hijau dan melawan proses desertifikasi.
Dalam lima tahun ke depan, teknik ini direncanakan akan diterapkan pada sekitar 5.333 hingga 6.667 hektar gurun di wilayah Ningxia saja. Jika berjalan sesuai rencana, teknik ini berpotensi besar untuk merevolusi cara dunia memandang dan menangani masalah gurun yang semakin meluas di banyak wilayah.
Ini merupakan langkah unik dan pertama dalam sejarah manusia di mana mikroorganisme digunakan secara besar-besaran untuk mengubah lanskap alam. Penerapan teknologi ini di China bisa menjadi contoh bagi negara lain, termasuk wilayah Afrika dan Mongolia, dalam menghadapi tantangan lingkungan terkait desertifikasi dan perubahan iklim.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338326/great-green-wall-20-china-geoengineering-deserts-blue-green-algae?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Professor Wang Wei (Ahli Ekologi Gurun, Chinese Academy of Sciences)
"Penggunaan cyanobacteria sebagai agen stabilisasi pasir adalah terobosan penting yang potensial mengatasi masalah desertifikasi secara efektif tanpa dampak lingkungan negatif. Ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut teknologi bioengineering untuk restorasi lahan kering di skala global."

Analisis Kami

"Pendekatan menggunakan cyanobacteria untuk stabilisasi pasir adalah inovasi revolusioner yang memadukan bioteknologi dengan konservasi lingkungan, menunjukkan bahwa solusi alami bisa menjadi kunci memulihkan ekosistem terpukul. Namun, keberhasilan jangka panjang masih bergantung pada pengelolaan kondisi mikroklimat dan keberlanjutan intervensi manusia agar lapisan mikroba tetap efektif."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi biocrusting ini bisa mengubah lanskap gurun secara signifikan, memperluas area hijau, menurunkan dampak desertifikasi, dan menjadi model geoengineering yang diadopsi di berbagai negara dengan masalah gurun.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang digunakan ilmuwan untuk menstabilkan pasir di gurun?
A
Ilmuwan menggunakan cyanobacteria untuk menstabilkan pasir di gurun.
Q
Bagaimana cyanobacteria membantu pertumbuhan tanaman?
A
Cyanobacteria membantu pertumbuhan tanaman dengan menciptakan lapisan biomassa yang stabil di atas pasir.
Q
Di mana teknik pengkrustasian ini dikembangkan?
A
Teknik pengkrustasian ini dikembangkan di Stasiun Penelitian Eksperimental Gurun Shapotou di Ningxia.
Q
Apa tujuan dari inisiatif Great Green Wall?
A
Tujuan dari inisiatif Great Green Wall adalah untuk menanam pohon dan memerangi desertifikasi.
Q
Berapa luas gurun yang diharapkan dapat diolah dengan teknik ini dalam lima tahun ke depan?
A
Dalam lima tahun ke depan, diharapkan teknik ini dapat diolah pada luas sekitar 5.333-6.667 hektar.