Bank di Eropa Diprediksi PHK Massal Karena Adopsi AI dan Digitalisasi
Courtesy of CNBCIndonesia

Bank di Eropa Diprediksi PHK Massal Karena Adopsi AI dan Digitalisasi

Menginformasikan dampak adopsi AI di sektor perbankan yang berpotensi menyebabkan pengurangan besar tenaga kerja, sekaligus mengungkap tren transformasi digital di dunia kerja yang harus dipahami oleh publik luas.

02 Jan 2026, 16.40 WIB
125 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Adopsi AI di sektor perbankan diperkirakan akan menyebabkan pengurangan besar-besaran dalam jumlah pekerjaan.
  • Perkembangan teknologi seperti AI dan digitalisasi akan terus mengubah cara kerja di berbagai industri.
  • Laporan dari Forum Ekonomi Dunia menunjukkan bahwa sekitar 60% penyedia lapangan kerja melihat perubahan signifikan dalam bisnis mereka menjelang tahun 2030.
Jakarta, Indonesia - Morgan Stanley memperkirakan bahwa sekitar 200.000 pekerjaan di sektor perbankan besar di Eropa berisiko hilang dalam empat tahun ke depan akibat adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin agresif. Bank-bank besar berencana menutup banyak kantor cabang dan menggantikan pekerjaan rutin dengan teknologi AI yang lebih efisien dan cepat dalam memproses data.
Pekerjaan yang paling terdampak adalah divisi back-office, manajemen risiko, dan compliance. Divisi ini dapat digantikan oleh AI karena kemampuannya dalam memeriksa dan menganalisis data dengan lebih efektif dibanding manusia. Penggantian ini juga diperkirakan bernilai ekonomis tinggi, dengan potensi penghematan biaya mencapai 30 persen dari pengeluaran sumber daya manusia.
Goldman Sachs juga mengonfirmasi tren ini dengan pengumuman bahwa mereka akan mengurangi jumlah karyawan dan menghentikan perekrutan hingga akhir tahun 2025 berbarengan dengan peluncuran program AI bernama OneGS 3.0. Tren serupa ini diprediksi tidak hanya terjadi di Eropa, tapi juga di berbagai negara lainnya yang mulai mengadopsi teknologi AI dalam industri perbankan.
Forum Ekonomi Dunia (WEF) dalam Laporan Survei Pekerjaan di Masa Depan 2025 menyatakan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan AI serta teknologi lain seperti robotika akan sangat mengubah lanskap pekerjaan global. Lebih dari 60 persen penyedia lapangan kerja memperkirakan digitalisasi akan mengubah bisnis mereka pada 2030, dan ini akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor sekaligus menurunkan kebutuhan untuk pekerjaan tertentu.
Perubahan ini menandai era baru di dunia kerja dimana tenaga manusia harus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang. Meski ada risiko pengurangan pekerjaan, ada peluang baru yang muncul terkait keterampilan baru yang dibutuhkan di dunia digital. Oleh karena itu, penting bagi pekerja dan perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi transformasi ini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260102130417-37-699179/200000-pekerjaan-di-bank-punah-4-tahun-lagi-siap-ganti-profesi

Analisis Ahli

Andrew Ng
"AI akan mengotomatisasi pekerjaan rutin, tapi juga membuka peluang baru yang memerlukan keterampilan teknis dan kreativitas manusia."
Daron Acemoglu
"Penggunaan AI secara intensif tanpa kebijakan yang tepat bisa memperparah ketimpangan sosial dan pengangguran struktural."

Analisis Kami

"Transformasi digital dan adopsi AI memang tak terelakkan, tetapi penggantian manusia dengan teknologi harus disikapi secara bijak agar tidak memicu ketidakseimbangan sosial. Industri perbankan harus mencari model kerja yang seimbang antara AI dan tenaga manusia agar tetap mempertahankan kualitas layanan sekaligus mengurangi dampak negatif sosial."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun mendatang, tren pengurangan tenaga kerja di sektor perbankan dan industri lain akan terus meningkat seiring dengan makin meluasnya penggunaan AI dan otomatisasi, menyebabkan perubahan besar dalam pasar kerja global.