
Courtesy of SCMP
Terapi Baru Fokus Glukosa Tembus Gejala Alzheimer pada Tikus
Menemukan pengobatan baru untuk Alzheimer yang fokus pada pemulihan suplai glukosa di otak guna mengurangi gejala dan kerusakan otak, sehingga memberikan harapan pada pengobatan penyakit neurodegeneratif ini.
05 Jan 2026, 16.00 WIB
137 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perawatan eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan dalam memperbaiki gejala Alzheimer pada tikus.
- Penelitian ini mengusulkan bahwa kekurangan glukosa dapat menjadi faktor penyebab dalam perkembangan Alzheimer.
- Obat yang menargetkan GLUT1 dapat membantu mengembalikan metabolisme energi di otak dan mengurangi plak amyloid-beta.
Kunming, China - Penyakit Alzheimer dikenal sebagai bentuk demensia yang paling umum dan disebabkan oleh penumpukan protein tertentu di otak yang mengganggu fungsi saraf. Namun, penyebab sebenarnya dari penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.
Sebuah tim peneliti dari Kunming Institute of Zoology, China, mencoba pendekatan berbeda dengan fokus pada suplai glukosa sebagai sumber energi utama otak. Mereka menganggap bahwa kekurangan glukosa bisa menyebabkan gangguan metabolisme otak dan memicu gejala Alzheimer.
Para peneliti mengembangkan obat eksperimen yang menargetkan protein GLUT1, sebuah transporter glukosa penting di otak, untuk meningkatkan pasokan glukosa di jaringan otak. Uji coba pada tikus yang mengalami gejala tahap akhir Alzheimer menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Dalam beberapa minggu setelah pengobatan, tikus menunjukkan perbaikan memori dan pengurangan plak otak secara signifikan. Temuan ini memberikan harapan baru dalam pengembangan terapi yang dapat mengatasi penyakit neurodegeneratif tersebut melalui pendekatan metabolik.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Advanced Science pada 8 Desember, menandai kemajuan penting dalam pemahaman dan penanganan Alzheimer melalui strategi pengembalian energi otak.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338757/could-there-be-link-between-glucose-levels-brain-and-alzheimers-disease?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338757/could-there-be-link-between-glucose-levels-brain-and-alzheimers-disease?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Dr. Lin Wei, ahli neurologi
"Pendekatan mengembalikan metabolisme energi otak merupakan terobosan yang potensial karena masalah energi sering diabaikan dalam riset Alzheimer. Namun, fokus penelitian harus tetap luas untuk menguji berbagai mekanisme penyakit ini."
Analisis Kami
"Pendekatan yang menargetkan metabolisme glukosa otak memberikan perspektif baru yang menarik dalam penanganan Alzheimer, karena selama ini terapi lebih banyak fokus pada pengurangan plak protein. Namun, sebelum optimis, perlu ada uji klinis yang robust pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya dalam jangka panjang."
Prediksi Kami
Jika hasil ini dapat direplikasi dan diuji pada manusia, kemungkinan akan muncul terapi baru yang efektif untuk Alzheimer dengan target metabolisme energi otak, membuka jalan untuk pengobatan yang lebih baik dan memperlambat progresi penyakit.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan oleh penelitian di Institut Zoologi Kunming tentang perawatan Alzheimer?A
Penelitian di Institut Zoologi Kunming menemukan bahwa perawatan eksperimental dapat memperbaiki gejala Alzheimer pada tikus dengan memulihkan kehilangan memori dan mengurangi plak otak.Q
Bagaimana cara kerja obat eksperimental yang dikembangkan oleh tim penelitian?A
Obat eksperimental bekerja dengan menargetkan protein transport glukosa GLUT1 untuk mengembalikan kadar glukosa di otak, yang diharapkan dapat mengatasi masalah metabolisme energi otak.Q
Apa yang menjadi fokus utama dari penelitian ini terkait dengan penyakit Alzheimer?A
Fokus utama penelitian ini adalah pada kadar glukosa yang rendah di jaringan otak sebagai penyebab potensi masalah dalam penyakit Alzheimer.Q
Apa hasil yang dilaporkan oleh tim penelitian mengenai perbaikan gejala Alzheimer pada tikus?A
Tim penelitian melaporkan bahwa tikus yang diobati menunjukkan perbaikan signifikan dalam kehilangan memori dan penurunan plak otak dalam beberapa minggu.Q
Apa yang dimaksud dengan GLUT1 dalam konteks penelitian ini?A
GLUT1 adalah protein yang berfungsi sebagai transport glukosa di otak, dan penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan GLUT1 dalam mengatasi penyakit Alzheimer.



