
Courtesy of CNBCIndonesia
Serangan Siber China ke Infrastruktur Vital Taiwan Meningkat Tajam di 2025
Untuk menginformasikan tentang peningkatan signifikan serangan siber dari China terhadap infrastruktur vital Taiwan dan dampaknya terhadap keamanan nasional serta ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
06 Jan 2026, 11.25 WIB
97 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Terdapat peningkatan signifikan dalam serangan siber terhadap Taiwan yang diduga berasal dari China.
- Serangan siber ini merupakan bagian dari strategi hibrida China untuk melemahkan infrastruktur dan pemerintahan Taiwan.
- Sektor-sektor penting seperti rumah sakit dan industri semikonduktor menjadi target utama dalam serangan siber ini.
Taipei, Taiwan - Sepanjang tahun 2025, Taiwan mengalami lonjakan besar dalam serangan siber yang diduga dilakukan oleh China. Serangan ini menargetkan berbagai infrastruktur penting seperti bank, rumah sakit, dan sektor energi dengan jumlah mencapai rata-rata 2,63 juta serangan setiap hari. Peningkatan ini dianggap signifikan dan menunjukkan adanya upaya sistematis dari China.
Menurut Biro Keamanan Nasional Taiwan, lonjakan serangan ini merupakan bagian dari strategi hibrida yang melibatkan tekanan militer, politik, disinformasi serta operasi siber. Serangan-serangan ini juga banyak yang terjadi bersamaan dengan latihan militer China di sekitar wilayah Taiwan atau pada momen-momen politik penting yang dianggap sensitif oleh Beijing.
Serangan siber yang dilakukan sangat beragam, mulai dari DDoS yang bertujuan mengganggu aktivitas harian masyarakat hingga serangan yang lebih canggih seperti man-in-the-middle yang mencuri data dan menyusup ke jaringan telekomunikasi. Bahkan kawasan taman sains tempat industri semikonduktor besar seperti TSMC berada menjadi sasaran dengan tujuan pencurian teknologi canggih.
Taiwan melihat bahwa tindakan ini terkait erat dengan ambisi China untuk menguatkan kemandirian teknologi dan ekonominya, serta persaingan teknologi dengan Amerika Serikat. Pemerintah China membantah terlibat dalam serangan ini, meskipun Beijing tetap mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan jika diperlukan.
Taiwan menegaskan bahwa masa depan mereka harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri dan menilai tindakan ini sebagai upaya serius untuk melemahkan dan mengganggu fungsi pemerintahan serta kehidupan sosial masyarakat Taiwan. Tren ini menjadi peringatan serius akan meningkatnya ancaman keamanan siber di era geopolitik digital.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260106103849-37-699945/bank-diserang-gila-gilaan-china-makin-ganas
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260106103849-37-699945/bank-diserang-gila-gilaan-china-makin-ganas
Analisis Ahli
Mikko Hyppönen (F-Secure Chief Research Officer)
"Serangan siber yang menjadi bagian dari strategi militer dan politik menandakan bahwa keamanan siber sudah bukan lagi isu teknis saja, tapi sebagai arena pertempuran utama dalam konflik geopolitik modern."
Analisis Kami
"Situasi ini menunjukkan bahwa perang siber kini menjadi alat utama dalam persaingan geopolitik modern yang bisa melumpuhkan negara tanpa penggunaan kekuatan militer konvensional. Taiwan harus meningkatkan kemampuan pertahanan sibernya serta membangun kerja sama internasional agar mampu menghadapi ancaman kompleks ini."
Prediksi Kami
Serangan siber kemungkinan akan terus meningkat dan menjadi bagian dari strategi geopolitik China untuk mengintensifkan tekanan terhadap Taiwan, terutama menjelang momen politik dan militer tertentu, yang dapat memicu ketegangan regional lebih lanjut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dengan serangan siber di Taiwan sepanjang 2025?A
Serangan siber yang diduga dilakukan oleh China terhadap infrastruktur penting Taiwan meningkat signifikan, mencapai rata-rata 2,63 juta serangan per hari.Q
Apa yang dimaksud dengan 'ancaman hibrida' dalam konteks artikel?A
'Ancaman hibrida' merujuk pada kombinasi tekanan militer, politik, disinformasi, dan serangan siber yang dilakukan oleh China terhadap Taiwan.Q
Sektor apa saja yang menjadi target serangan siber paling banyak?A
Sektor yang menjadi target serangan siber paling banyak termasuk energi, layanan penyelamatan darurat, dan rumah sakit.Q
Apa hubungan antara serangan siber dan latihan militer China?A
Serangan siber sering terjadi bersamaan dengan latihan militer China di sekitar Taiwan, menunjukkan adanya keterkaitan antara kedua aktivitas tersebut.Q
Bagaimana reaksi pemerintah Taiwan terhadap klaim China tentang Taiwan?A
Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri dan menolak klaim China.



