Bulan Terus Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Terhenti dalam Jutaan Tahun
Courtesy of CNBCIndonesia

Bulan Terus Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Terhenti dalam Jutaan Tahun

Menjelaskan fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi dan dampaknya terhadap kemampuan manusia dalam menyaksikan Gerhana Matahari Total di masa depan, serta memberikan informasi ilmiah terkait perubahan jarak Bumi-Bulan.

07 Jan 2026, 07.50 WIB
226 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Bulan terus menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahun.
  • Gerhana matahari total akan semakin jarang terjadi di masa depan karena ukuran Bulan yang semakin kecil.
  • Misi Apollo berperan penting dalam penelitian jarak antara Bumi dan Bulan melalui reflektor yang dipasang di permukaan Bulan.
Jakarta, Indonesia - Jarak antara Bumi dan Bulan ternyata tidak selalu sama dan terus mengalami perubahan. Para ilmuwan menggunakan teknologi canggih dari misi Apollo yang memasang reflektor di permukaan Bulan untuk mengukur jarak ini dengan lebih akurat. Cara pengukurannya adalah dengan memantulkan sinar laser dari Bumi ke Bulan dan mengukur waktu pantulan kembalinya.
Hasil pengukuran menunjukkan Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm setiap tahun. Meskipun terlihat kecil, perubahan ini berlangsung sepanjang jutaan tahun dan memiliki dampak yang signifikan terhadap fenomena alam yang melibatkan kedua benda langit tersebut.
Gerhana Matahari Total terjadi karena ukuran Bulan yang hampir sama dengan Matahari terlihat dari Bumi. Namun, karena Bulan semakin menjauh dan terlihat mengecil, fenomena ini secara bertahap akan menjadi semakin jarang terjadi dan suatu hari nanti akan hilang.
Menariknya, sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan jauh lebih besar dan dekat dengan Bumi, hampir tiga kali ukuran saat ini. Kondisi ini menunjukkan betapa dinamis dan berubahnya tata surya kita seiring waktu berjalan.
Menurut pernyataan ilmuwan NASA Richard Vondrak, sekitar 600 juta tahun ke depan manusia di Bumi akan menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya. Perubahan jarak yang terus berlangsung ini akan membuat Bulan terlalu kecil untuk menutupi Matahari secara sempurna.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107070842-37-700205/bulan-bergerak-jauhi-bumi-manusia-mulai-rasakan-efeknya

Analisis Ahli

Richard Vondrak
"Jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang secara perlahan, dan dalam sekitar 600 juta tahun, fenomena ini akan hilang dari pengamatan Bumi."

Analisis Kami

"Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi memberikan gambaran nyata bahwa alam semesta selalu mengalami perubahan dinamis yang sangat lambat namun pasti. Dampak jangka panjangnya pada fenomena Gerhana Matahari Total menandakan bagaimana peristiwa kosmik saling berkaitan erat dan mempengaruhi pengalaman manusia terhadap alam."

Prediksi Kami

Sekitar 600 juta tahun ke depan, manusia di Bumi tidak akan lagi dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total karena Bulan menjauh dan ukurannya tampak semakin mengecil dibandingkan Matahari.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan Bulan menjauh dari Bumi?
A
Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm per tahun akibat interaksi gravitasi dan dinamika orbit.
Q
Bagaimana cara mengukur jarak antara Bumi dan Bulan?
A
Jarak antara Bumi dan Bulan diukur dengan menggunakan reflektor yang dipasang selama misi Apollo untuk memantulkan laser dan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk kembali.
Q
Apa dampak menjauhnya Bulan dari Bumi terhadap gerhana matahari?
A
Menjauhnya Bulan dari Bumi akan menyebabkan ukuran Bulan terlihat semakin kecil, sehingga gerhana matahari total tidak akan lagi terlihat di masa depan.
Q
Kapan gerhana matahari total terakhir kali dapat dilihat dari Bumi?
A
Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat gerhana matahari total untuk terakhir kalinya.
Q
Apa yang dilakukan misi Apollo terkait dengan penelitian Bulan?
A
Misi Apollo menempatkan reflektor di Bulan untuk membantu mengukur jarak dengan Bumi melalui eksperimen Lunar Laser Ranging.