
Courtesy of CNBCIndonesia
China Adukan Starlink Elon Musk ke PBB, Risiko Tabrakan Satelit Meningkat
Menginformasikan tentang ketegangan antara China dan SpaceX terkait risiko keselamatan satelit Starlink serta upaya mitigasi risiko tabrakan yang dilakukan oleh SpaceX yang relevan untuk keamanan ruang angkasa masa depan.
07 Jan 2026, 10.25 WIB
144 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- China menyatakan kekhawatiran mengenai keselamatan terkait konstelasi satelit Starlink.
- SpaceX berencana menurunkan ketinggian satelit untuk mengurangi risiko tabrakan.
- Ambisi Elon Musk dalam pengembangan satelit Starlink berpotensi menambah kepadatan orbit rendah Bumi.
Jakarta, Indonesia - China mengadukan satelit Starlink milik Elon Musk ke Dewan Keamanan PBB dengan alasan satelit tersebut mengancam keselamatan di orbit rendah Bumi. Keluhan ini muncul karena jumlah satelit Starlink yang terus bertambah dan berpotensi menyebabkan tabrakan antar satelit, terutama karena menggunakan sumber daya frekuensi-orbit yang padat.
Menurut perwakilan China, ada kejadian pada 2021 di mana satelit Starlink hampir membahayakan stasiun ruang angkasa China karena terbang terlalu dekat, yang bisa mengancam keselamatan astronot. China menilai keberadaan ribuan satelit ini harus diatur dengan lebih ketat untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Saat ini ada sekitar 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi, dan sekitar 8.500 di antaranya milik Starlink. SpaceX bahkan berencana meluncurkan 12.000 satelit lagi, dengan ambisi jangka panjang hingga 42.000 satelit, sehingga menambah kepadatan di orbit rendah Bumi.
Sebagai respons, SpaceX berencana menurunkan ketinggian orbit satelit Starlink dari 550 km menjadi 480 km pada tahun 2026. Penurunan ketinggian ini diyakini dapat mengurangi risiko tabrakan dan tumpukan puing antariksa karena satelit yang lebih rendah akan lebih cepat terbakar saat memasuki atmosfer.
Selain SpaceX, China juga memiliki proyek satelit masal yang akan meluncurkan lebih dari 15 ribu satelit pada 2030. Persaingan ini berpotensi membuat orbit rendah Bumi semakin padat, sehingga penting adanya kolaborasi dan regulasi internasional demi menjaga keselamatan dan keamanan ruang angkasa.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107100806-37-700264/china-labrak-starlink-ngamuk-dengar-rencana-besar-elon-musk
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107100806-37-700264/china-labrak-starlink-ngamuk-dengar-rencana-besar-elon-musk
Analisis Ahli
Dr. Elena Martinez (Ahli Astronomi dan Keamanan Luar Angkasa)
"Konflik kepentingan antar negara dalam pengelolaan orbit rendah Bumi akan menjadi isu utama ke depan, sehingga perlu ada standar internasional yang jelas dan patuh untuk mencegah kecelakaan dan tumpang tindih penggunaan spektrum frekuensi."
Analisis Kami
"Langkah China mengadukan Starlink menunjukkan semakin kompleksnya tantangan pengelolaan ruang angkasa akibat konsentrasi satelit komersial. Di sisi lain, inisiatif SpaceX menurunkan ketinggian satelit bisa menjadi contoh positif, tapi tetap diperlukan kolaborasi global untuk menjaga keamanan dan kelestarian orbit rendah Bumi."
Prediksi Kami
Ketegangan dan persaingan dalam penggunaan orbit rendah Bumi akan meningkat, memicu regulasi internasional yang lebih ketat serta inovasi teknologi untuk mengelola dan mengurangi risiko tabrakan antar satelit.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikeluhkan oleh China mengenai satelit Starlink?A
China mengeluhkan bahwa konstelasi satelit Starlink mengancam keselamatan dan meningkatkan risiko tabrakan antar satelit.Q
Berapa banyak satelit aktif yang ada di orbit rendah Bumi?A
Terdapat 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi, dengan 8.500 di antaranya adalah milik Starlink.Q
Apa langkah yang diambil SpaceX untuk mengurangi risiko tabrakan?A
SpaceX mengumumkan akan menurunkan ketinggian seluruh konstelasi satelit dari 550 km menjadi 480 km untuk meningkatkan keselamatan ruang angkasa.Q
Apa ambisi Elon Musk terkait jumlah satelit Starlink?A
Elon Musk menyatakan bahwa konstelasi Starlink bisa mencapai lebih dari 42 ribu satelit.Q
Bagaimana China merespons keberadaan satelit Starlink?A
China mengekspresikan kekhawatiran akan keselamatan para astronotnya dan meningkatkan risiko tabrakan dengan satelit Starlink.




