Alphabet Kalahkan Apple dalam Kapitalisasi Pasar Berkat Dominasi AI
Courtesy of CNBCIndonesia

Alphabet Kalahkan Apple dalam Kapitalisasi Pasar Berkat Dominasi AI

Menyampaikan perubahan posisi kapitalisasi pasar antara Alphabet dan Apple serta membahas dampak dari perbedaan strategi kedua perusahaan dalam pengembangan teknologi AI.

08 Jan 2026, 13.20 WIB
243 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Alphabet berhasil mengalahkan Apple dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019.
  • Strategi pengembangan AI Alphabet memberikan dampak positif terhadap kinerja sahamnya.
  • Apple masih perlu bekerja keras dalam mengembangkan teknologi AI untuk bersaing dengan Alphabet.
Jakarta, Indonesia - Pada awal Januari 2026, Alphabet berhasil melampaui Apple dari sisi nilai kapitalisasi pasar, menutup pada angka 3,88 triliun dolar AS, sementara Apple berada di angka 3,84 triliun dolar AS. Kenaikan saham Alphabet sebesar 2% memperkuat posisi mereka sebagai raksasa teknologi dengan pertumbuhan paling signifikan di Wall Street tahun 2025.
Pertumbuhan saham Alphabet mencapai 65% sepanjang 2025, yang merupakan lonjakan terbesar sejak krisis keuangan 2009. Kunci keberhasilan ini adalah fokus besar Alphabet dalam pengembangan kecerdasan buatan, termasuk peluncuran chip pemrosesan tensor generasi ke-7 bernama 'Ironwood' dan sistem AI terbaru 'Gemini 3' yang mendapatkan sambutan positif dari pasar.
Sebaliknya, Apple menghadapi penurunan nilai saham hingga lebih dari 4% dalam lima hari terakhir karena dianggap lambat dalam mengadopsi teknologi AI. Apple menunda peluncuran Siri generasi baru yang direncanakan pada tahun lalu dan baru berjanji untuk meluncurkan asisten AI yang lebih personal pada tahun 2026.
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan perusahaan selalu merespons permintaan pasar dengan cepat dan efektif. Bisnis cloud Google juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan kesepakatan bisnis melebihi 1 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2025, melebihi dua tahun sebelumnya.
Berbeda dengan Apple yang harus mengejar ketertinggalan dalam AI, analis dari Raymond James menurunkan ekspektasi target terhadap Apple karena tingkat pertumbuhan yang sulit dicapai. Ke depan, fokus pengembangan AI dan teknologi inovatif akan menjadi penentu utama dalam persaingan kedua raksasa teknologi ini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108123938-37-700662/bangkitnya-raja-internet-dunia-nilainya-tembus-rp-65000-triliun

Analisis Ahli

Sundar Pichai
"Perusahaan harus selalu merespons permintaan pasar dan berinovasi terus menerus untuk tetap relevan dan memimpin di pasar teknologi."
Analis Raymond James
"Pertumbuhan Apple akan sulit tercapai pada 2026 jika tidak ada perubahan signifikan dalam strategi AI mereka."

Analisis Kami

"Alphabet menunjukkan respons yang sangat efektif terhadap tren AI dengan inovasi dan investasi yang agresif, mengantarkannya melewati Apple dalam nilai pasar. Sementara Apple harus segera mempercepat pengembangan AI agar tidak terus tertinggal dan kehilangan daya saing di industri teknologi yang sangat kompetitif."

Prediksi Kami

Alphabet kemungkinan akan terus memperkuat dominasinya dalam pasar teknologi AI dan internet, sementara Apple harus berusaha mengejar ketertinggalan agar tidak kehilangan pangsa pasar lebih jauh di bidang AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang melampaui siapa dalam kapitalisasi pasar pada awal tahun 2026?
A
Alphabet melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar pada awal tahun 2026.
Q
Apa yang menjadi penyebab utama kenaikan saham Alphabet?
A
Kenaikan saham Alphabet disebabkan oleh strategi pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan peluncuran produk baru.
Q
Apa inovasi terbaru dari Google yang disebutkan dalam artikel?
A
Inovasi terbaru dari Google yang disebutkan adalah sistem AI 'Gemini 3' dan unit pemrosesan 'Ironwood'.
Q
Mengapa Apple dianggap terlambat dalam mengadopsi teknologi AI?
A
Apple dianggap terlambat dalam mengadopsi teknologi AI karena baru mulai menggenjot pengembangan AI setelah tren AI muncul di pasar.
Q
Apa yang dikatakan CEO Alphabet tentang respons perusahaan terhadap permintaan pasar?
A
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan bahwa perusahaan selalu merespons permintaan pasar.