Meta Pangkas 1.500 Karyawan Reality Labs, Fokus Besar ke AI di 2026
Courtesy of CNBCIndonesia

Meta Pangkas 1.500 Karyawan Reality Labs, Fokus Besar ke AI di 2026

Artikel ini bertujuan menginformasikan bahwa Meta akan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran pada divisi Reality Labs yang bertanggung jawab atas proyek Metaverse, sekaligus menggambarkan pergeseran strategi perusahaan menuju pengembangan kecerdasan buatan yang lebih agresif.

13 Jan 2026, 18.10 WIB
156 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Meta akan memecat 1.500 karyawan dari divisi Reality Labs.
  • Fokus perusahaan kini beralih ke pengembangan AI dengan anggaran yang sangat besar.
  • Proyek Metaverse yang diharapkan menjadi andalan Meta mengalami penurunan perhatian dan sumber daya.
Jakarta, Indonesia - Meta, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, mengumumkan akan memecat 1.500 karyawan dari divisi Reality Labs yang mengembangkan proyek Metaverse. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan perubahan arah perusahaan setelah berinvestasi besar pada realitas virtual dan augmented reality selama bertahun-tahun.
Divisi Reality Labs sendiri sebelumnya bertanggung jawab membuat perangkat seperti kacamata pintar Ray-Ban Stories dan platform virtual seperti Horizon Worlds. Namun, proyek-proyek ini belum mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan atau sejalan dengan ekspektasi perusahaan.
Keputusan PHK ini didahului oleh pemotongan anggaran sebesar 30% untuk divisi tersebut pada tahun 2026. Pengumuman resmi PHK serta rapat penting dengan semua karyawan Reality Labs akan dilakukan segera setelah berita ini tersebar luas di media.
Di sisi lain, Meta sedang berfokus sangat kuat pada perkembangan kecerdasan buatan (AI). Anggaran yang disiapkan untuk pengembangan AI pada tahun 2025 saja mencapai angka fantastis sebesar 400 miliar dolar AS, sekaligus membangun pusat data khusus Meta Compute berkapasitas tinggi untuk komputasi AI.
CEO Mark Zuckerberg juga turut aktif memimpin proyek AI ini, termasuk dalam mengakuisisi talenta-talenta terbaik di bidangnya. Langkah ini menandai fase baru fokus bisnis Meta yang lebih pragmatis dan berbasis teknologi masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260113162404-37-702044/megaproyek-zuckerberg-gagal-total-1500-karyawan-langsung-dipecat

Analisis Ahli

Satya Nadella
"Keputusan Meta memperbesar fokus pada AI merupakan langkah tepat karena AI kini menjadi inti inovasi teknologi global, namun pemangkasan segmen VR/AR menunjukkan betapa sulitnya mengkomersialisasi Metaverse secara cepat."
Andrew Ng
"Investasi fantastis Meta dalam AI bisa membawa terobosan baru, tetapi perusahaan harus tetap hati-hati dalam manajemen talenta dan sumber daya supaya tidak kehilangan keunggulan kompetitif."

Analisis Kami

"Langkah PHK besar-besaran ini menunjukkan bahwa ambisi Meta di ranah Metaverse terbentur realita bisnis dan teknologi yang belum menghasilkan laba signifikan. Fokus beralih ke AI adalah strategi yang lebih pragmatis untuk mengikuti tren dan kebutuhan pasar teknologi masa depan yang sangat kompetitif."

Prediksi Kami

Dengan prioritas baru pada kecerdasan buatan, Meta kemungkinan akan mempercepat inovasi dan peluncuran produk AI yang lebih revolusioner, sementara proyek Metaverse dari Reality Labs akan dipangkas atau difokuskan ulang secara drastis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan divisi Reality Labs di Meta?
A
Divisi Reality Labs di Meta akan mengalami pemecatan karyawan.
Q
Berapa banyak karyawan yang akan dipecat dari Reality Labs?
A
Sebanyak 1.500 karyawan atau 10% dari total 15.000 pekerja akan dipecat.
Q
Apa fokus utama dari Reality Labs?
A
Fokus utama dari Reality Labs adalah pengembangan teknologi realitas virtual dan augmented.
Q
Siapa yang memimpin pertemuan penting dengan staf Reality Labs?
A
Andrew Bosworth, CTO Meta, memimpin pertemuan penting dengan staf Reality Labs.
Q
Apa yang direncanakan Meta untuk sektor AI?
A
Meta merencanakan untuk membangun pusat data Meta Compute dengan kapasitas komputasi AI yang besar.