Remaja Habiskan Jam Sekolah untuk Media Sosial, Bukan Belajar
Courtesy of CNBCIndonesia

Remaja Habiskan Jam Sekolah untuk Media Sosial, Bukan Belajar

Mengungkap bahwa penggunaan smartphone remaja selama jam sekolah lebih banyak digunakan untuk hiburan dan media sosial daripada tujuan pendidikan, sehingga memicu perhatian terkait dampak negatif pada fokus belajar dan interaksi sosial.

15 Jan 2026, 07.55 WIB
176 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan smartphone di sekolah lebih banyak untuk hiburan dibandingkan untuk pendidikan.
  • Remaja menghabiskan waktu yang signifikan di media sosial selama jam sekolah.
  • Ada ketimpangan dalam penggunaan smartphone antara siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Jakarta, Indonesia - Riset terbaru menemukan bahwa remaja menghabiskan rata-rata 70 menit menggunakan smartphone selama jam sekolah. Namun, sebagian besar waktu tersebut dihabiskan bukan untuk belajar, melainkan untuk scrolling media sosial dan hiburan. Hal ini menjadi perhatian karena dapat mengganggu fokus siswa selama pelajaran.
Penelitian ini melibatkan 640 remaja usia 13-18 tahun dan menggunakan aplikasi khusus yang memantau penggunaan smartphone secara langsung. Mereka menghabiskan sekitar 30 menit setiap hari di aplikasi seperti TikTok, Snapchat, dan Instagram, serta bermain game dan menonton video di Netflix dan YouTube.
Sebaliknya, penggunaan smartphone untuk kegiatan edukasi dan produktivitas hanya sekitar satu setengah menit per hari, misalnya menggunakan Google Docs atau Khan Academy. Temuan ini menunjukkan bahwa ponsel belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat bantu belajar di sekolah.
Peneliti mengingatkan bahwa penggunaan ponsel yang berlebihan selama jam sekolah dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi kesempatan siswa berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Selain itu, siswa dari keluarga berpenghasilan rendah cenderung menggunakan ponsel lebih lama dibanding siswa dari keluarga berpenghasilan tinggi.
Meski begitu, hasil riset ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini karena data dikumpulkan sebelum kebijakan larangan ponsel di beberapa sekolah diterapkan. Para ahli menyarankan perlunya regulasi dan pengawasan lebih ketat agar smartphone dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115064807-37-702507/pantau-kelakuan-anak-yang-bawa-hp-ke-sekolah-fakta-baru-muncul

Analisis Ahli

Jean Twenge
"Penelitian ini memperkuat bukti bahwa ponsel selama jam sekolah lebih banyak digunakan untuk hiburan dan media sosial daripada tujuan pendidikan, yang mengesampingkan argumen penggunaan ponsel demi pembelajaran."

Analisis Kami

"Penggunaan smartphone yang dominan untuk hiburan selama jam sekolah menunjukkan kurangnya pengawasan dan pengelolaan digital yang efektif di lingkungan pendidikan. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa memperburuk kualitas pembelajaran serta mengurangi kemampuan sosial remaja dalam jangka panjang."

Prediksi Kami

Ke depannya, sekolah-sekolah akan semakin menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan ponsel untuk mengurangi gangguan belajar dan meningkatkan interaksi sosial di lingkungan sekolah.