3 Kebiasaan Emosional yang Merusak Keamanan Hubungan dan Cara Mengatasinya
Courtesy of Forbes

3 Kebiasaan Emosional yang Merusak Keamanan Hubungan dan Cara Mengatasinya

Mengajak pembaca memahami bahwa keamanan emosional dalam hubungan dibentuk oleh kebiasaan emosional yang perlu diperbaiki dengan cara mengenali dan menghentikan pola-pola merugikan seperti menyembunyikan kebutuhan, menarik diri secara emosional, dan berlebihan menjelaskan diri, agar hubungan menjadi lebih aman dan intim.

16 Jan 2026, 05.30 WIB
56 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kebutuhan yang tidak terungkap dapat mengakumulasi stres dan ketidakpuasan dalam hubungan.
  • Penarikan emosional dapat menciptakan ketidakpastian dan merusak rasa aman dalam hubungan.
  • Keamanan emosional lebih banyak dibangun melalui kehadiran dan pengertian daripada sekadar komunikasi verbal.
Ketika orang menginginkan hubungan yang lebih aman, sering kali mereka berharap memiliki komunikasi yang lebih baik, keintiman yang lebih dalam, dan konflik yang lebih sedikit. Namun, ilmu psikologi menunjukkan bahwa keamanan emosional dalam hubungan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama. Kebiasaan ini sering kali bukan disebabkan oleh niat buruk, melainkan merupakan strategi perlindungan yang dipelajari dari pengalaman masa lalu, seperti keluarga atau hubungan sebelumnya yang tidak pasti.
Salah satu kebiasaan yang bisa merusak keamanan emosional adalah menyimpan kebutuhan tanpa mengungkapkannya. Banyak orang menahan diri dari mengutarakan kebutuhan untuk menghindari konflik atau agar tidak merasa membebani pasangan. Namun, hal ini justru membuat kebutuhan tersebut menumpuk dan akhirnya muncul dalam bentuk perasaan kesal atau menarik diri secara pasif. Kejujuran dan keterbukaan sejak awal akan membantu hubungan menjadi lebih aman dan terhindar dari ketegangan yang tiba-tiba.
Kebiasaan lain yang sering muncul adalah menarik diri secara emosional ketika menghadapi ketidaknyamanan. Penarikan diri ini bisa berupa diam, logis berlebihan, atau bahkan menjauh secara fisik tanpa penjelasan. Walau sering dianggap sebagai cara mengurangi stres sejenak, penarikan ini malah menimbulkan rasa tidak aman pada pasangan. Hal yang penting adalah belajar untuk tetap hadir secara emosional dan bersedia mengatasi ketidaknyamanan bersama-sama tanpa menghilang tanpa kabar.
Selain itu, banyak orang cenderung berlebihan memberikan penjelasan saat merasa rentan, seperti membela diri atau mencari pembenaran atas perasaan mereka. Pola ini biasanya berkembang karena di masa kecil mereka merasa emosi mereka tidak diterima tanpa bukti. Namun, penjelasan yang berlebihan ini malah bisa membuat pasangan merasa ada jarak emosional dan mengubah momen vulnerabilitas menjadi perdebatan soal benar atau salah, sehingga hubungan menjadi kurang aman.
Ilmu psikologi menegaskan bahwa untuk membangun keamanan emosional, penting bagi pasangan untuk menghentikan kebiasaan yang menghalangi kejujuran, keterjangkauan emosional, dan rasa saling dipahami. Hubungan yang aman tidak dibangun dari kata-kata besar dalam momen penting saja, tetapi bagaimana setiap pasangan hadir dan merespons saat momen sulit atau tidak nyaman muncul. Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut secara perlahan, hubungan menjadi lebih autentik dan penuh kepercayaan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2026/01/15/3-habits-that-make-your-relationship-feel-unsafe-by-a-psychologist/

Analisis Ahli

Dr. Sue Johnson
"Keamanan emosional dalam hubungan dibangun melalui respons yang sensitif dan kehadiran emosional yang konsisten, bukan hanya komunikasi verbal."
Dr. John Gottman
"Pengelolaan konflik yang sehat dan ekspresi kebutuhan secara langsung sangat penting untuk memperkuat kepercayaan dan keamanan dalam hubungan."
Dr. Brené Brown
"Kerentanan yang tulus tanpa rasa takut dihakimi adalah fondasi utama untuk relasi yang autentik dan aman secara emosional."

Analisis Kami

"Sebagai ahli hubungan emosional, saya melihat bahwa kesadaran akan kebiasaan emosional adalah langkah pertama tetapi bukan satu-satunya; perlu adanya latihan konsisten agar kebiasaan baru yang lebih sehat menjadi bagian dari pola interaksi sehari-hari. Hubungan yang aman emosional tidak tercipta dari komunikasi verbal saja, namun juga dari kesiapan untuk tetap hadir dan terbuka saat menghadapi ketidaknyamanan bersama."

Prediksi Kami

Jika kebiasaan seperti menyembunyikan kebutuhan, penarikan diri, dan berlebihan menjelaskan terus berlanjut tanpa disadari dan diperbaiki, hubungan akan semakin rawan konflik dan kehilangan keintiman yang sehat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan keamanan emosional dalam hubungan?
A
Keamanan emosional dalam hubungan adalah adanya kepercayaan bahwa kekhawatiran akan diekspresikan secara langsung dan awal, sehingga menciptakan suasana yang aman.
Q
Mengapa kebutuhan yang tidak terungkap dapat mengganggu keamanan emosional?
A
Kebutuhan yang tidak terungkap dapat memicu stres fisiologis dan rasa sakit emosional, yang pada akhirnya dapat keluar dalam bentuk irritasi atau komunikasi pasif.
Q
Apa dampak dari penarikan emosional dalam sebuah hubungan?
A
Penarikan emosional dapat meningkatkan ketidakpastian dan ketidakamanan dalam hubungan, meskipun tidak ada niat untuk merugikan dari pihak yang menarik diri.
Q
Bagaimana cara mengatasi kebiasaan menjelaskan secara berlebihan dalam berkomunikasi?
A
Mengatasi kebiasaan menjelaskan secara berlebihan dapat dilakukan dengan lebih fokus pada keberadaan dan memahami perasaan pasangan daripada membangun argumen yang kuat.
Q
Apa tiga prediktor konsisten dari keamanan emosional menurut penelitian?
A
Tiga prediktor konsisten dari keamanan emosional adalah responsivitas pasangan, kemampuan untuk mengekspresikan kebutuhan, dan toleransi terhadap ketidaknyamanan emosional.