Meta Klarifikasi Dugaan Bocornya Data Instagram dan Reset Kata Sandi Massal
Courtesy of CNBCIndonesia

Meta Klarifikasi Dugaan Bocornya Data Instagram dan Reset Kata Sandi Massal

Menginformasikan pembaca mengenai klarifikasi Meta terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan menjelaskan langkah-langkah investigasi serta himbauan keamanan untuk melindungi data pengguna di era digital.

19 Jan 2026, 11.40 WIB
235 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen untuk melindungi data pribadi masyarakat.
  • Meta menjelaskan bahwa tidak ada akses terhadap kata sandi pengguna oleh pihak luar.
  • Pengguna disarankan untuk berhati-hati terhadap email yang tidak diminta terkait reset kata sandi.
Jakarta, Indonesia - Banyak pengguna Instagram di berbagai negara, termasuk Indonesia, tiba-tiba menerima email resmi yang mengajak mereka mengatur ulang kata sandi. Padahal, mereka tidak mengajukan permintaan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan data pengguna.
Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia pun memanggil Meta, perusahaan induk Instagram, untuk memberikan penjelasan resmi. Meta menjelaskan bahwa proses reset kata sandi dilakukan melalui sistem resmi Instagram dan tidak membuka akses kata sandi kepada pihak lain.
Investigasi terkait dugaan kebocoran data ini masih berlangsung. Data yang dikabarkan bocor diduga merupakan hasil scraping dari API Instagram pada 2022 dan baru dipublikasikan secara luas pada 2026 melalui forum kriminal BreachForums.
Menurut firma keamanan siber, peretas mengumpulkan data pribadi seperti nama pengguna, email, nomor telepon, dan user ID dari sekitar 17,5 juta akun Instagram. Penyebaran data ini meningkatkan risiko penipuan dan serangan peretasan menggunakan metode sosial engineering.
Pakar siber menyarankan pengguna untuk tidak mengklik tautan dari email reset yang tidak diminta, selalu memverifikasi sumber email, dan menggunakan autentikasi berlapis. Pemerintah Indonesia menegaskan akan menindaklanjuti evaluasi keamanan ruang digital untuk melindungi data pribadi masyarakat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260119105804-37-703289/pemilik-instagram-dipanggil-komdigi-soal-17-juta-akun-bocor

Analisis Ahli

Kevin Mitnick
"Kebocoran data yang melibatkan profil pengguna besar seperti Instagram biasanya berawal dari scrapping dan eksploitasi API. Pengguna harus selalu hati-hati terhadap email mencurigakan, apalagi berisi permintaan perubahan kata sandi tanpa sebab jelas."

Analisis Kami

"Langkah cepat pemerintah memanggil Meta menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan data pribadi warga negara, tapi kasus ini juga menyoroti betapa rentannya platform besar terhadap serangan siber akibat kebocoran data lama yang bisa bereskalasi kapan saja. Ini menjadi peringatan bahwa selain regulasi, edukasi pengguna soal keamanan digital harus lebih gencar untuk menekan potensi penyalahgunaan data secara masif."

Prediksi Kami

Investigasi lebih lanjut akan mengarah pada kebijakan keamanan yang semakin ketat dan kemungkinan penegakan hukum lebih tegas terhadap penyalahgunaan data pribadi di Indonesia serta peningkatan kesadaran pengguna terkait keamanan siber.