
Courtesy of CNBCIndonesia
Krisis Tenaga Kerja Teknis Menjadi Hambatan Besar Pembangunan Data Center AI
Menginformasikan tantangan besar terkait kekurangan tenaga kerja terampil dalam pembangunan dan pengoperasian data center AI serta dampaknya terhadap industri teknologi dan infrastruktur di masa depan.
20 Jan 2026, 11.15 WIB
125 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perkembangan AI membawa dampak signifikan terhadap kebutuhan tenaga kerja di sektor data center.
- Kekurangan tenaga kerja terampil dapat menghambat pembangunan data center yang diperlukan untuk mendukung teknologi AI.
- Pendidikan dan pelatihan yang tepat sangat penting untuk memenuhi permintaan tenaga kerja di industri yang berkembang pesat ini.
Jakarta, Indonesia - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong need untuk membangun banyak data center yang sangat besar dan padat daya terutama di Amerika Serikat. Namun, pembangunan ini menghadapi tantangan besar karena kebutuhan listrik yang sangat tinggi dan kelangkaan tenaga kerja terampil seperti engineer listrik, mekanik, dan operator data center. Selain itu, kelangkaan material dan peralatan juga turut memperlambat proses pembangunan.
Menurut laporan BloombergNEF, permintaan listrik untuk operasi data center AI akan meningkat drastis hingga 106 gigawatt pada tahun 2035 di AS, sebuah angka yang naik 36% dari prediksi sebelumnya. Perusahaan seperti Applied Digital dan Lancium sedang membangun kampus data center besar yang membutuhkan daya hingga 1,4 gigawatt. Perusahaan ini terlihat berusaha keras mencari tenaga ahli dari beragam bidang, bahkan dari sektor energi nuklir dan militer untuk mengisi kekosongan tenaga kerja.
Persoalan kekurangan tenaga kerja terampil semakin jelas dari data dan laporan industri. Misalnya menurut AFCOM dan Biro Statistik Pekerja AS, kebutuhan tukang listrik, tukang pipa, dan teknisi HVAC akan mencapai ratusan ribu pekerja pada tahun-tahun mendatang. Namun, saat ini terjadi kelangkaan besar karena banyak sektor industri saling bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja terbatas yang sama, termasuk industri energi terbarukan dan manufaktur.
Berbagai program pendidikan dan pelatihan khusus mulai bermunculan untuk menjawab tantangan ini, seperti program Magister Rekayasa Sistem Data Center di SMU Dallas dan pelatihan teknisi cepat di Dallas College dan Texas State Technical College. Vendor teknologi besar seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Siemens juga mendukung program pelatihan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja berketerampilan tinggi di sektor data center.
Para pemimpin industri dan perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, BlackRock, dan CEO Ford menyatakan kekhawatiran serius terkait kelangkaan tenaga kerja teknis terampil. Mereka memperingatkan bahwa tanpa suplai tenaga kerja yang cukup, ambisi pembangunan data center AI akan sulit tercapai. Nvidia sendiri berencana menginvestasikan 100 miliar dolar untuk pengembangan data center AI yang membutuhkan tenaga kerja besar dari berbagai bidang teknik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260119163025-37-703468/krisis-tukang-menggila-ramai-diburu-gajinya-setinggi-langit
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260119163025-37-703468/krisis-tukang-menggila-ramai-diburu-gajinya-setinggi-langit
Analisis Ahli
Laura Laltrello
"Permintaan tenaga ahli teknik meningkat drastis dan solusi terbaik adalah merekrut dari berbagai latar belakang industri lain seperti energi nuklir dan militer."
Bill Kleyman
"Tekanan kompetitif antar sektor untuk mendapatkan tenaga kerja terampil semakin memperparah tantangan pembangunan data center AI."
Michael McNamara
"Perusahaan harus mampu membangun infrastruktur data center dalam skala gigawatt dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan pasar teknologi."
Matthew Hawkins
"Permintaan untuk berbagai spesialis teknis meningkat pesat melebihi suplai yang ada, menimbulkan kesenjangan besar yang membutuhkan pendidikan khusus."
Jensen Huang
"Pekerjaan teknis kerajinan tangan seperti tukang listrik dan pipa akan sangat dibutuhkan dan mengalami lonjakan permintaan berlipat ganda setiap tahun."
Analisis Kami
"Krisis tenaga kerja di sektor data center AI adalah masalah strategis yang mengancam kesinambungan kemajuan teknologi AI secara global. Tanpa solusi cepat dan inovatif dalam pelatihan dan penyerapan tenaga terampil, ambisi pembangunan infrastruktur besar-besaran ini bisa tertunda atau gagal mencapai targetnya."
Prediksi Kami
Kekurangan tenaga kerja terampil akan memaksa percepatan pelatihan khusus dan rekrutmen lintas sektor, sekaligus memperlambat laju pembangunan data center AI jika tidak segera ditangani secara serius.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap tenaga kerja?A
Dampak dari perkembangan teknologi AI termasuk gelombang PHK, lesunya bursa kerja, dan kekhawatiran akan krisis sumber daya untuk menjalankan data center.Q
Mengapa ada kekurangan tenaga kerja di bidang data center?A
Kekurangan tenaga kerja di bidang data center disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk engineer dan teknisi, serta rendahnya jumlah tenaga kerja terampil yang tersedia.Q
Apa yang dilakukan perguruan tinggi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja ini?A
Perguruan tinggi mengembangkan program pelatihan dan kurikulum yang fokus pada keterampilan praktis dan kesiapan kerja di industri data center.Q
Bagaimana perusahaan-perusahaan teknologi besar berkontribusi dalam pelatihan tenaga kerja?A
Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Microsoft, Google, dan Amazon mendukung program pelatihan dan magang untuk mempersiapkan tenaga kerja di bidang TI dan operasi data center.Q
Apa prediksi kebutuhan tenaga kerja untuk konstruksi data center di masa depan?A
Prediksi menunjukkan kebutuhan tukang konstruksi akan mencapai 400.000 pekerja pada tahun 2033, dengan permintaan terbesar untuk tukang listrik dan teknisi HVAC.



