
Courtesy of CNBCIndonesia
Peneliti Kembangkan Pendingin Ramah Lingkungan dengan Garam sebagai Pengganti Freon
Mengembangkan alternatif sistem pendingin yang efisien, aman, dan ramah lingkungan dengan mengganti bahan berbahaya hydrofluorocarbons menggunakan teknologi ionocaloric cycle berbasis garam.
21 Jan 2026, 06.40 WIB
177 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penelitian ini menawarkan solusi pendinginan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan freon.
- Sistem pendingin baru menggunakan proses perubahan fase es untuk menghasilkan efek pendinginan.
- Siklus ionocalori menunjukkan potensi untuk menciptakan solusi pendinginan yang efisien dan aman bagi lingkungan.
Jakarta, Indonesia - Sistem pendingin seperti AC dan kulkas saat ini biasanya menggunakan bahan kimia bernama hydrofluorocarbons yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Bahan ini dapat menyebabkan kerusakan ozon dan meningkatkan efek rumah kaca, sehingga diperlukan solusi baru yang lebih ramah lingkungan.
Para peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory dan University of California, Berkeley berhasil menemukan cara baru menggunakan garam untuk menciptakan proses pendinginan yang tidak merusak lingkungan. Teknologi ini bekerja berdasarkan perubahan bentuk material seperti es yang menyerap panas saat mencair.
Pada dasarnya, es akan menyerap panas ketika berubah menjadi cairan, dan peneliti memanfaatkan proses ini tanpa menaikkan suhu sekitar dengan menambahkan partikel bermuatan ion. Proses ini disebut siklus ionocaloric dan memanfaatkan garam sebagai bahan utama.
Para peneliti berhasil menggunakan kombinasi garam yodium dan natrium untuk mencairkan etilena karbonat, menghasilkan perubahan suhu yang besar hanya dengan charge listrik 1 volt. Proses ini menggunakan karbon dioksida yang dikenal juga dalam baterai lithium ion sehingga berpotensi mengurangi emisi karbon.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan terus dan diterapkan secara luas, maka sistem pendingin yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan dapat menggantikan AC dan kulkas tradisional, membantu mengurangi pencemaran dan memerangi perubahan iklim.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121044925-37-703894/pengganti-freon-ditemukan-kulkas-dan-ac-bisa-dingin-pakai-garam
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121044925-37-703894/pengganti-freon-ditemukan-kulkas-dan-ac-bisa-dingin-pakai-garam
Analisis Ahli
Drew Lilley
"Siklus ionocaloric berpotensi menjadi solusi yang belum pernah ada sebelumnya untuk menciptakan pendingin yang efisien, aman, dan ramah lingkungan."
Analisis Kami
"Pendekatan menggunakan siklus ionocaloric menunjukkan inovasi yang menjanjikan dengan memanfaatkan mekanisme fisika perubahan fase tanpa efek samping berbahaya, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan skalabilitas dan biaya produksi. Jika berhasil, teknologi ini bisa merevolusi industri pendinginan dengan menghilangkan limbah berbahaya dan meningkatkan efisiensi energi secara signifikan."
Prediksi Kami
Teknologi ionocaloric cycle berbasis garam ini dapat menjadi solusi utama sistem pendingin ramah lingkungan di masa depan, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya dan membantu menanggulangi perubahan iklim.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi fokus penelitian di artikel ini?A
Fokus penelitian adalah mengembangkan pengganti sistem pendingin yang ramah lingkungan dengan menggunakan garam.Q
Bagaimana cara baru yang dikembangkan untuk sistem pendingin?A
Cara baru tersebut menggunakan energi yang disimpan dalam material yang berubah bentuk, seperti es yang mencair untuk menyerap panas.Q
Apa peran garam dalam proses pendinginan yang dijelaskan?A
Garam digunakan untuk mencegah pembentukan es dan juga membantu dalam proses perubahan fase yang digunakan dalam sistem pendingin.Q
Apa itu siklus ionocalori?A
Siklus ionocalori adalah proses di mana partikel ion ditambahkan untuk mencairkan es tanpa meningkatkan suhu, yang dapat menghasilkan pendinginan.Q
Siapa Drew Lilley dan apa kontribusinya dalam penelitian ini?A
Drew Lilley adalah peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi pendinginan yang efisien dan ramah lingkungan.




