Ketelitian Kutipan AI di NeurIPS: Masalah Kecil tapi Penting untuk Dunia Riset
Courtesy of TechCrunch

Ketelitian Kutipan AI di NeurIPS: Masalah Kecil tapi Penting untuk Dunia Riset

Memberikan gambaran tentang fenomena kutipan fiktif yang dibuat oleh AI di makalah NeurIPS dan dampaknya pada kualitas akademik dan kepercayaan terhadap riset AI, serta mengingatkan pentingnya pengecekan fakta oleh para peneliti.

22 Jan 2026, 03.34 WIB
156 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Meskipun hanya persentase kecil, sitasi yang dihasilkan oleh AI dapat mengurangi nilai akademik.
  • Proses peer review yang ketat tidak selalu dapat menangkap semua kesalahan dalam sitasi.
  • Kesalahan sitasi oleh ahli AI menunjukkan risiko yang lebih besar bagi penggunaan teknologi AI dalam penelitian.
San Diego, Amerika Serikat - Konferensi NeurIPS adalah ajang prestisius bagi para peneliti AI di seluruh dunia untuk mempublikasikan karya terbaik mereka. Baru-baru ini, sebuah startup bernama GPTZero melakukan pemindaian terhadap 4.841 makalah yang diterima dalam konferensi tersebut dan menemukan adanya kutipan palsu yang dibuat oleh AI.
GPTZero mengidentifikasi 100 kutipan palsu tersebar di 51 makalah. Meskipun jumlah ini terdengar banyak, secara statistik jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah total kutipan yang mencapai puluhan ribu di seluruh makalah yang diterima.
NeurIPS sendiri menegaskan bahwa keberadaan kutipan palsu ini tidak secara otomatis membatalkan isi riset dari makalah tersebut. Peninjauan oleh para reviewer juga diharapkan dapat mendeteksi hal semacam ini, namun prosesnya menjadi sangat berat karena besarnya volume paper yang masuk.
Kutipan dalam dunia akademik dianggap sebagai mata uang yang menunjukkan pengaruh dan kredibilitas seorang peneliti. Jika AI membuat kutipan palsu, ini dapat merusak nilai dari sistem pengukuran tersebut sehingga perlu perhatian lebih dari komunitas peneliti.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa meskipun para ahli AI terbaik pun belum sepenuhnya dapat memastikan akurasi penggunaan AI dalam penulisan makalah mereka, penting bagi semua orang untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam memverifikasi informasi yang dihasilkan oleh AI.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/21/irony-alert-hallucinated-citations-found-in-papers-from-neurips-the-prestigious-ai-conference/

Analisis Ahli

Yoshua Bengio
"Masalah kutipan palsu memperlihatkan kebutuhan mendesak untuk pengembangan sistem verifikasi referensi yang terintegrasi dengan alat AI agar paper tetap kredibel dan valid."
Fei-Fei Li
"Ini menjadi tanda peringatan bahwa meski AI bisa membantu, tetap diperlukan campur tangan manusia secara ketat terutama dalam menentukan akurasi data dan referensi yang digunakan."

Analisis Kami

"Temuan ini menunjukkan bahwa walaupun penelitian AI sudah sangat maju, ketelitian dalam aspek detail seperti kutipan masih rentan kesalahan, bahkan di kalangan ahli terbaik sekalipun. Perlunya kesadaran dan tanggung jawab lebih dalam penggunaan AI untuk memverifikasi kebenaran sumber sangat penting agar reputasi ilmiah tetap terjaga."

Prediksi Kami

Di masa depan, akan ada peningkatan penggunaan alat deteksi dan protokol pengecekan kutipan otomatis untuk menjaga integritas akademik di konferensi besar seperti NeurIPS.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh GPTZero dalam analisis makalah NeurIPS?
A
GPTZero menemukan 100 sitasi yang dihasilkan oleh AI dari 51 makalah yang diterima di NeurIPS.
Q
Mengapa sitasi yang tidak akurat tidak serta merta membatalkan penelitian dalam makalah?
A
Sitasi yang tidak akurat tidak membatalkan penelitian karena konten makalah tetap valid meskipun ada kesalahan dalam referensi.
Q
Apa tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh GPTZero?
A
Tujuan penelitian GPTZero adalah untuk memberikan data spesifik tentang bagaimana penggunaan AI dapat menyebabkan kesalahan dalam sitasi di konferensi akademik.
Q
Bagaimana citasi berfungsi sebagai ukuran karir bagi peneliti?
A
Citations berfungsi sebagai ukuran seberapa besar pengaruh pekerjaan peneliti di kalangan rekan-rekannya.
Q
Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan sitasi di kalangan ahli AI?
A
Kesalahan sitasi di kalangan ahli AI menunjukkan bahwa bahkan para profesional terkemuka pun bisa terpengaruh oleh ketidakakuratan alat AI.