Google Bangun Protokol Baru, Ubah Cara AI Memimpin Belanja Online
Courtesy of Forbes

Google Bangun Protokol Baru, Ubah Cara AI Memimpin Belanja Online

Menginformasikan tentang pergeseran fundamental dalam e-commerce melalui protokol Universal Commerce Protocol (UCP) yang dikembangkan Google dan mitranya, serta mengajak bisnis untuk beradaptasi dengan infrastruktur baru yang memungkinkan transaksi agen AI berskala besar.

22 Jan 2026, 19.42 WIB
165 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Protokol Perdagangan Universal oleh Google merupakan langkah penting dalam transformasi e-commerce menjadi perdagangan berbasis AI.
  • Kolaborasi antara Google dan retailer besar menunjukkan pergeseran dari sistem terpusat ke protokol terbuka yang lebih inklusif.
  • Perusahaan yang tidak beradaptasi dengan perubahan menuju perdagangan berbasis agen berisiko kehilangan pangsa pasar dan relevansi.
Amerika Serikat - Google telah menciptakan sebuah protokol baru yang dinamakan Universal Commerce Protocol (UCP) yang berfungsi sebagai infrastruktur standar terbuka untuk transaksi e-commerce berbasis agen AI. Protokol ini memungkinkan AI seperti ChatGPT atau Gemini bertukar data dengan berbagai pengecer dan sistem pembayaran secara mudah tanpa perlu integrasi khusus untuk masing-masing toko.
Berbeda dengan pendekatan tradisional yang bergantung pada pencarian berbasis kata kunci, UCP memungkinkan sistem AI memahami dan mengelola transaksi secara langsung, mulai dari pencarian produk hingga pembayaran dan pengiriman, dengan cara yang lebih cepat dan akurat. Konsep ini disebut agentic commerce dan dipercaya menjadi masa depan dunia belanja online.
Banyak pengecer besar seperti Walmart, Target, dan Shopify ikut mendukung dan berpartisipasi dalam pengembangan UCP, sedangkan Amazon memilih untuk tetap menggunakan sistem tertutup dan menghalangi integrasi pihak ketiga. Hal ini menandakan perpecahan strategi yang besar di industri e-commerce global.
UCP dirancang modular dan fleksibel, memudahkan berbagai ukuran bisnis untuk mengadopsi standar ini sesuai kebutuhan, mulai dari fitur dasar sampai yang kompleks seperti program loyalitas dan metode pembayaran yang beragam. Protokol ini juga memanfaatkan data dari Google Shopping Graph, yang berisi miliaran data produk dan hubungan perdagangan untuk membantu AI memberikan rekomendasi yang lebih akurat.
Dengan pasar agentic commerce yang diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar pada 2030, pengadopsian UCP akan menjadi peluang besar bagi pelaku e-commerce yang ingin tetap relevan dan kompetitif. Bisnis yang gagal beradaptasi berisiko kehilangan pelanggan karena pergantian cara berbelanja menuju AI dan pengalaman yang lebih interaktif serta otomatis.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/joetoscano1/2026/01/22/googles-universal-commerce-protocol-signals-the-end-of-search-based-shopping/

Analisis Ahli

Prakhar Mehrotra
"Protokol seperti UCP memungkinkan adopsi agentic commerce secara masif dan praktis oleh pedagang, membuka jalan bagi pengalaman belanja yang lebih mulus dan aman dengan dukungan AI."
John Furner
"Agent-led commerce merupakan evolusi besar dalam retail yang bukan hanya akan mengubah bagaimana konsumen berinteraksi tapi juga memperkuat posisi retailer yang bisa mengintegrasikan teknologi ini."

Analisis Kami

"Google telah memposisikan dirinya cerdas dengan menjadi pembangun infrastruktur protokol yang mendasar untuk e-commerce masa depan, meskipun kehilangan kontrol langsung atas transaksi. Perusahaan yang tidak segera mengadopsi model agentic commerce ini berisiko kehilangan relevansi karena model lama yang berbasis pencarian kata kunci cepat usang."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, agentic commerce berdasarkan protokol seperti UCP akan mendominasi transaksi ritel online, menggeser model marketplace tradisional dan mengakselerasi penggunaan AI agen dalam proses pembelian.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Protokol Perdagangan Universal (UCP) yang dikembangkan oleh Google?
A
Protokol Perdagangan Universal (UCP) adalah infrastruktur baru yang dibangun oleh Google untuk menghubungkan konsumen, pengecer, dan sistem pembayaran dalam perdagangan berbasis AI.
Q
Bagaimana UCP mengubah cara konsumen berbelanja?
A
UCP mengubah cara konsumen berbelanja dengan menyediakan protokol standar yang memungkinkan agen AI menjalankan pembelian tanpa perlu integrasi khusus dengan setiap pengecer.
Q
Mengapa Walmart, Target, dan Shopify mendukung UCP?
A
Walmart, Target, dan Shopify mendukung UCP karena mereka ingin mempertahankan hubungan dengan pelanggan serta mendapatkan manfaat dari distribusi yang dimediasi oleh agen tanpa membangun infrastruktur sendiri.
Q
Apa peran Amazon dalam konteks UCP dan perdagangan berbasis AI?
A
Amazon cenderung membangun sistem yang lebih tertutup dan berfokus pada kontrol pasar, berbeda dengan pendekatan kolaboratif yang diambil oleh Google dan mitra-mitranya.
Q
Bagaimana Grafik Belanja Google terintegrasi dengan UCP?
A
Grafik Belanja Google berfungsi sebagai basis data yang terstruktur untuk hubungan perdagangan yang terintegrasi dengan UCP, memungkinkan agen AI untuk memahami dan menavigasi transaksi dengan lebih efisien.