Wamen Komdigi Tanggapi Kebocoran Data Mahasiswa dari 13 Universitas
Courtesy of CNBCIndonesia

Wamen Komdigi Tanggapi Kebocoran Data Mahasiswa dari 13 Universitas

Mengedukasi dan mengingatkan lembaga pemerintah untuk meningkatkan standar keamanan siber melalui pengamanan berlapis dan evaluasi tim CSIRT, serta menjelaskan proses audit yang akan dilakukan oleh BSSN terkait dugaan kebocoran data di universitas.

23 Jan 2026, 10.18 WIB
39 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kebocoran data di universitas menunjukkan perlunya peningkatan keamanan siber.
  • Penerapan kata sandi yang kuat dan autentikasi dua faktor sangat dianjurkan.
  • BSSN memainkan peran penting dalam melakukan audit terkait kebocoran data.
Jakarta, Indonesia - Baru-baru ini, terjadi dugaan kebocoran data pribadi mahasiswa dari 13 universitas di Indonesia yang bocornya diduga bersumber dari pusat data di Kemendikti Saintek. Data tersebut bahkan telah tersebar luas di dark web, yang diungkap oleh seorang pengguna Facebook bernama Matt Murdrock.
Menanggapi hal ini, Wamen Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan keprihatinannya dan menekankan pentingnya memperkuat sistem keamanan siber di institusi pemerintah serta universitas. Ia menyoroti pentingnya pengamanan berlapis sejak tingkat pengguna agar data tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Nezar menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti penggunaan password yang mudah ditebak masih sering dijumpai dan harus ditinggalkan. Ia menambahkan bahwa penggunaan two-factor authentication atau autentikasi ganda menjadi salah satu solusi utama untuk meningkatkan keamanan akses data.
Selain itu, Nezar mengimbau setiap instansi pemerintah agar melakukan evaluasi terhadap kesiapan tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) mereka untuk lebih sigap dalam menghadapi serangan malware dan pencurian data. Proses audit terhadap kebocoran data tersebut akan dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kasus kebocoran data ini menunjukkan pentingnya peningkatan standar keamanan informasi di sektor pendidikan dan pemerintah. Langkah penguatan keamanan digital diyakini akan terus berjalan agar data pribadi masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat terlindungi dengan baik dari ancaman dunia maya.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123101312-37-704671/komdigi-jawab-isu-data-13-universitas-di-indonesia-bocor

Analisis Ahli

Nezar Patria (Wamen Komunikasi dan Digital)
"Penguatan keamanan siber harus dimulai dari endpoint dengan standar password yang kuat dan autentikasi tambahan, serta evaluasi kesiapan CSIRT untuk mengantisipasi serangan malware."
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
"BSSN berperan penting dalam mengevaluasi dan mengaudit kebocoran data untuk memastikan kesiapan institusi menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks."

Analisis Kami

"Kebocoran data di lembaga pendidikan menunjukkan celah serius dalam implementasi keamanan digital yang harus segera mendapat perhatian prioritas dari pemerintah. Penguatan keamanan siber yang dimulai dari tingkat pengguna, termasuk penerapan two-factor authentication, tidak boleh lagi dianggap remeh demi melindungi data penting yang ada."

Prediksi Kami

Ke depan, pemerintah kemungkinan akan memperketat regulasi dan standar keamanan siber di institusi pendidikan dan lembaga pemerintah lainnya, serta melakukan audit keamanan secara rutin untuk mencegah kebocoran data serupa.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dibahas oleh Nezar Patria terkait kebocoran data?
A
Nezar Patria menanggapi isu kebocoran data di 13 universitas dan menyatakan keprihatinannya.
Q
Berapa banyak universitas yang datanya diduga bocor?
A
Data pribadi mahasiswa dari sekitar 13 universitas diduga bocor dan beredar di dark web.
Q
Apa yang disarankan Nezar untuk meningkatkan keamanan siber?
A
Nezar menyarankan agar lembaga pemerintah menerapkan standar cybersecurity yang ketat dan menggunakan autentikasi tambahan.
Q
Siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan audit kebocoran data?
A
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang bertanggung jawab untuk melakukan audit kebocoran data.
Q
Apa pentingnya CSIRT menurut Nezar Patria?
A
CSIRT penting untuk memastikan ketangguhan sistem keamanan informasi di setiap lembaga pemerintah.