Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Scam Online, Indonesia Butuh Perlindungan Konsumen Lebih Baik
Courtesy of CNBCIndonesia

Kerugian Triliunan Rupiah Akibat Scam Online, Indonesia Butuh Perlindungan Konsumen Lebih Baik

Menginformasikan besarnya kerugian masyarakat Indonesia akibat scam online dan tantangan dalam penanganannya serta memberikan gambaran regulasi negara lain yang bisa menjadi contoh untuk melindungi korban scam di Indonesia.

23 Jan 2026, 11.02 WIB
94 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Scam online menjadi masalah serius di Indonesia dengan kerugian yang sangat besar.
  • OJK aktif dalam menangani laporan pengaduan dan memblokir rekening yang terlibat scam.
  • Pentingnya pelaporan cepat dari korban untuk menyelamatkan dana yang hilang.
Jakarta, Indonesia - Penipuan atau scam online telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Indonesia, dengan total hilangnya dana mencapai Rp 9,1 triliun. Otoritas Jasa Keuangan mencatat adanya lebih dari 400.000 laporan pengaduan scam yang masuk dari seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus utama berada di Pulau Jawa.
OJK telah melakukan langkah-langkah tegas dengan memblokir sekitar 397.000 rekening yang terindikasi digunakan untuk penipuan. Namun, tantangan besar tetap ada karena lonjakan laporan mencapai sekitar 1.000 per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain.
Sebagian besar laporan diterima setelah lebih dari 12 jam dari kejadian scam, kondisi ini menyulitkan pemulihan dana korban karena penipu biasanya segera memindahkan uang hasil kejahatan dalam waktu kurang dari 1 jam.
Untuk perlindungan konsumen, beberapa negara seperti Inggris mewajibkan bank dan perusahaan jasa pembayaran untuk mengganti kerugian korban scam dengan batas maksimal tertentu, yang bisa menjadi contoh regulasi yang mungkin dapat diadopsi di Indonesia.
Modus penipuan yang umum terjadi adalah penipuan pada authorized push payment, dimana korban dimanipulasi untuk mentransfer uang dengan janji investasi atau barang murah, sehingga perlindungan dan edukasi konsumen sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123103907-37-704692/aturan-inggris-bank-langsung-ganti-rugi-scam-tanpa-lapor-polisi

Analisis Ahli

Friderica Widyasari Dewi
"Koordinasi dan pemblokiran rekening adalah langkah awal, namun perlindungan konsumen harus diperkuat lewat pendekatan preventif dan sistem ganti rugi yang jelas."
pakar cybersecurity internasional
"Regulasi penggantian dana scam yang diterapkan di UK merupakan model yang efektif dan dapat diadaptasi di negara lain untuk mengurangi dampak negatif scam online."

Analisis Kami

"Tingkat kerugian dan banyaknya laporan scam di Indonesia menunjukkan bahwa saat ini regulasi dan sistem keamanan digital belum cukup kuat untuk melindungi masyarakat. Dibutuhkan penyesuaian kebijakan yang cepat dan kerjasama internasional agar penanganan scam bisa lebih efektif dan korban bisa mendapatkan keadilan lebih mudah."

Prediksi Kami

Indonesia kemungkinan akan mengembangkan dan menerapkan regulasi baru yang mewajibkan platform pembayaran atau bank untuk memberikan ganti rugi kepada korban scam agar perlindungan konsumen semakin kuat.

Pertanyaan Terkait

Q
Berapa total kerugian yang dialami warga RI akibat scam online?
A
Warga RI kehilangan Rp 9,1 triliun akibat scam online.
Q
Apa yang dilakukan OJK untuk menangani laporan pengaduan terkait scam?
A
OJK telah memblokir lebih dari 397.000 rekening dan menyelamatkan dana sekitar Rp 432 miliar.
Q
Dari mana sebaran laporan scam tertinggi berasal?
A
Sebaran laporan scam tertinggi berasal dari Pulau Jawa dengan lebih dari 303.000 laporan.
Q
Apa tantangan yang dihadapi OJK dalam menangani scam?
A
Tantangan yang dihadapi OJK adalah lonjakan jumlah pengaduan dan keterlambatan pelaporan dari korban.
Q
Bagaimana perbandingan jumlah laporan scam di Indonesia dengan negara lain?
A
Di Indonesia, jumlah laporan scam bisa mencapai seribu laporan per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain.