Mengenal Gaya Workaholic untuk Ciptakan Kebiasaan Kerja Sehat dan Berkelanjutan
Courtesy of Forbes

Mengenal Gaya Workaholic untuk Ciptakan Kebiasaan Kerja Sehat dan Berkelanjutan

Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai gaya workaholism untuk membantu individu mengenali pola kerja mereka sendiri agar bisa menciptakan kebiasaan kerja yang lebih berkelanjutan dan sehat.

27 Jan 2026, 00.36 WIB
20 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Workaholisme memiliki berbagai bentuk yang dipengaruhi oleh faktor psikologis.
  • Pemahaman tentang pola kerja pribadi dapat membantu mengurangi tekanan internal dan meningkatkan kesejahteraan.
  • Mengatur batasan dan menciptakan pilihan dalam pekerjaan dapat mengurangi dampak negatif dari workaholisme.
Workaholism sering disalahpahami sebagai hanya soal bekerja terlalu lama, padahal realitanya jauh lebih kompleks. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa tekanan internal seperti kecemasan dan perfeksionisme juga berperan besar dalam pola kerja kompulsif seseorang.
Tiga dimensi psikologis utama memengaruhi cara seseorang bekerja: otonomi, fokus pada kualitas atau kuantitas, dan cara mengatasi krisis atau kerja stabil. Kombinasi dimensi ini menghasilkan variasi workaholism yang berbeda-beda pada tiap orang.
Banyak orang mengalami burnout bukan karena kelemahan, tapi akibat kekuatan yang digunakan berlebihan, seperti perfeksionisme yang membuat standar terlalu tinggi hingga memicu kelelahan emosional.
Orang dengan harga diri rendah dan ketergantungan pada pencapaian merasa pekerjaan lebih dari sekedar aktivitas; pekerjaan menjadi tolok ukur nilai diri. Akibatnya, sulit bagi mereka untuk beristirahat tanpa merasa terancam.
Cara terbaik mengatasi workaholism adalah memahami motivasi dan gaya kerja individu, serta menyesuaikan strategi kerja dan peran agar kelebihan bekerja tidak berubah menjadi beban. Kesadaran ini memberikan pilihan, bukan sekedar membatasi jam kerja.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/traversmark/2026/01/26/a-psychologist-shares-a-brief-test-that-reveals-your-workaholic-style/

Analisis Ahli

Dr. Christina Maslach
"Workaholism yang tidak sehat adalah hasil dari ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kapasitas individu, yang sering diabaikan oleh manajemen organisasi."
Dr. Roy Baumeister
"Rasa harga diri yang bergantung pada pencapaian bisa menjebak individu dalam lingkaran kerja kompulsif yang merusak kualitas hidup."

Analisis Kami

"Memahami pola kerja individu secara mendalam adalah kunci agar solusi menuju work-life balance tidak hanya menjadi slogan kosong. Pendekatan yang terlalu simplistik sering gagal menangani akar masalah psikologis yang berbeda pada tiap orang."

Prediksi Kami

Dengan meningkatnya kesadaran tentang berbagai gaya workaholism, organisasi dan individu akan mulai mengadaptasi pendekatan yang lebih personal dan berfokus pada keseimbangan serta kesehatan mental, bukan hanya kuantitas kerja.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu workaholisme?
A
Workaholisme adalah pola perilaku di mana seseorang merasa terpaksa untuk bekerja berlebihan, sering kali diiringi dengan tekanan internal seperti kecemasan atau perfeksionisme.
Q
Apa perbedaan antara bekerja lama dan bekerja secara kompulsif?
A
Bekerja lama merujuk pada jumlah jam kerja, sedangkan bekerja secara kompulsif melibatkan dorongan internal untuk terus bekerja meskipun ada konsekuensi negatif.
Q
Mengapa orang dengan harga diri rendah lebih rentan terhadap pola kerja berlebihan?
A
Orang dengan harga diri rendah cenderung mengaitkan nilai diri mereka dengan pencapaian kerja, yang dapat menyebabkan pola kerja berlebihan.
Q
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi workaholisme?
A
Mengatasi workaholisme dapat melibatkan refleksi diri, menetapkan batasan yang sehat, dan mengubah cara pandang terhadap pekerjaan.
Q
Mengapa penting untuk memahami gaya kerja seseorang?
A
Memahami gaya kerja seseorang membantu dalam mengidentifikasi sumber stres dan menciptakan kebiasaan kerja yang lebih berkelanjutan.