
Courtesy of Forbes
Waspada Penipuan Berpura-pura FBI: Jangan Tergesa Kirim Info Pribadi
Memberikan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap serangan penipuan yang mengatasnamakan FBI dan lembaga pemerintah lain, serta mengedukasi mereka untuk tidak tergoda oleh pesan berbahaya dan selalu memverifikasi sumber informasi.
28 Jan 2026, 18.07 WIB
221 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Waspadai penipuan yang menyamar sebagai agen FBI atau lembaga pemerintah lainnya.
- Selalu verifikasi pengirim sebelum merespons pesan yang tidak dikenal.
- Kepanikan atau urgensi sering digunakan oleh penipu untuk menipu korban.
Washington D.C., Amerika Serikat - Baru-baru ini, FBI memperingatkan masyarakat tentang peningkatan kejahatan siber yang menargetkan pengguna ponsel pintar dengan pesan dan email palsu. Penyerang menyamar sebagai agen FBI menggunakan nomor telepon dan alamat email yang tampak asli untuk menipu korban. Mereka mencoba mencuri uang atau data pribadi dengan membuat korban merasa terancam dan harus bertindak cepat.
Serangan ini tidak hanya menimpa FBI saja, tapi lembaga pemerintah lain serta situs resmi seperti IC3 juga turut dipalsukan. Metode yang digunakan oleh penipu semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi spoofing untuk mengelabui korban, dan AI memainkan peran penting dalam menghasilkan identitas palsu yang sangat meyakinkan.
FBI menegaskan bahwa staf pemerintah tidak pernah meminta uang atau informasi pribadi melalui panggilan telepon, pesan teks, email, ataupun media sosial secara langsung. Masyarakat diminta untuk berhenti sejenak dan memverifikasi setiap pesan yang mencurigakan sebelum merespons. Sikap waspada dan tenang sangat penting untuk menghindari menjadi korban penipuan.
Selain spoofing, penggunaan teknologi deep fake juga semakin marak dan menimbulkan kerugian besar. Surfshark melaporkan bahwa kerugian akibat penipuan yang melibatkan deep fake melonjak menjadi 1,1 miliar dolar AS tahun lalu. Tren ini menunjukkan bahwa kejahatan digital sedang mengembangkan mode serangan yang lebih realistis dan berbahaya.
Untuk melindungi diri, masyarakat disarankan untuk segera menghapus pesan yang mencurigakan setelah melaporkannya. Jika terdapat panggilan telepon tak dikenal yang menuntut sesuatu, sebaiknya langsung diakhiri dan jangan memberikan informasi pribadi. Kesadaran dan tindakan preventif adalah kunci agar tidak terjebak dalam jebakan penipuan yang semakin canggih.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/zakdoffman/2026/01/28/fbi-warning-all-smartphone-users-must-delete-these-texts-and-emails/
[1] https://www.forbes.com/sites/zakdoffman/2026/01/28/fbi-warning-all-smartphone-users-must-delete-these-texts-and-emails/
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
"Penipuan yang memanfaatkan spoofing dan deep fake menunjukkan betapa pentingnya perlindungan identitas digital dan edukasi publik yang efektif dalam menghadapi ancaman siber modern."
Analisis Kami
"Serangan yang mengatasnamakan FBI dan lembaga pemerintah lain menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin mahir memanipulasi teknologi untuk menipu masyarakat. Penggunaan AI deep fake dan spoofing yang mudah dijangkau harus menjadi alarm bagi semua pihak, terutama dalam hal edukasi dan update keamanan digital secara berkelanjutan."
Prediksi Kami
Serangan penipuan berbasis AI dan spoofing akan terus meningkat dan semakin canggih, sehingga masyarakat harus semakin waspada dan lembaga keamanan perlu memperkuat mekanisme deteksi dan edukasi publik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dilakukan penipu dalam serangan terbaru ini?A
Penipu menyamar sebagai agen FBI dan menggunakan nomor telepon serta email yang dipalsukan untuk mengekstrak uang atau informasi pribadi dari korban.Q
Bagaimana FBI memberi tahu masyarakat mengenai penipuan ini?A
FBI memperingatkan masyarakat bahwa lembaga pemerintah tidak akan meminta uang atau informasi pribadi melalui telepon, email, atau pesan langsung.Q
Apa yang harus dilakukan jika menerima pesan mencurigakan?A
Jika menerima pesan mencurigakan, sebaiknya hapus pesan tersebut setelah melaporkannya dan verifikasi pengirim sebelum merespons.Q
Mengapa urgensi menjadi taktik penting dalam penipuan ini?A
Urgensi digunakan untuk memaksa korban bertindak cepat tanpa berpikir, memverifikasi, atau berkonsultasi dengan orang lain.Q
Apa yang telah dilaporkan Surfshark tentang kerugian akibat deep fake?A
Surfshark melaporkan bahwa kerugian terkait deep fake meningkat menjadi $1,1 miliar tahun lalu, tiga kali lipat dari tahun 2024.



