
Courtesy of NatureMagazine
Mengungkap Rahasia Produksi Oksigen Gelap di Dasar Laut Dalam
Mengonfirmasi dan memahami mekanisme produksi oksigen di kedalaman laut yang tidak bergantung pada cahaya matahari, dengan fokus pada peran nodule logam polimetalik dan mikroorganisme dalam fenomena oksigen gelap ini.
28 Jan 2026, 07.00 WIB
82 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penelitian tentang oksigen gelap dapat mengubah pemahaman kita tentang proses biogeokimia di dasar laut.
- Nodul polimetalik mungkin berperan dalam produksi oksigen di lingkungan yang ekstrem.
- Kolaborasi antara ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu penting untuk memahami fenomena ini.
Zona Clarion-Clipperton, Samudra Pasifik - Para peneliti menemukan adanya produksi oksigen dalam jumlah besar di dasar laut yang sangat dalam, sekitar 4.000 meter di bawah permukaan, dimana tidak ada cahaya matahari yang memungkinkan fotosintesis. Fenomena ini disebut sebagai ‘oksigen gelap’ dan bertentangan dengan pemahaman yang selama ini ada tentang produksi oksigen di bumi.
Tempat penemuan oksigen gelap ini adalah Zona Clarion–Clipperton, sebuah wilayah antara Hawaii dan Meksiko yang kaya akan polymetallic nodules, yaitu nugget logam kuno yang mengandung logam penting seperti mangan dan kobalt yang terbentuk selama jutaan tahun di dasar laut.
Para ilmuwan menduga nodule logam ini bisa bertindak sebagai katalis dalam proses pemisahan air menjadi oksigen dan hidrogen, mirip dengan teknologi elektro-kimia yang digunakan untuk menghasilkan hidrogen. Namun, kemungkinan lain adalah bahwa mikroorganisme di dasar laut juga berkontribusi dalam produksi oksigen.
Untuk membuktikan hipotesis ini, tim peneliti mendapat pendanaan sebesar 5,2 juta dolar AS dari Nippon Foundation, dan akan mengirimkan instrumen khusus ke dasar laut untuk mengukur aktivitas oksigen dan pH air laut, yang merupakan indikator adanya proses pemisahan air.
Selain itu, percobaan juga akan dilakukan di laboratorium dengan kondisi tekanan tinggi sesuai dengan kedalaman laut untuk meneliti sifat katalitik dari nodule logam dan interaksi dengan mikroba, yang diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang siklus oksigen dan potensi teknologi ramah lingkungan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00266-9
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00266-9
Analisis Ahli
Andrew Sweetman
"Penelitian ini membuka jalan untuk memahami ekosistem dasar laut yang belum banyak tersentuh dan mekanisme oksigenasi yang tidak konvensional."
Jeff Marlow
"Kombinasi interaksi antara mineral dan mikroorganisme mungkin menyimpan kunci untuk fenomena produksi oksigen gelap ini."
Franz Geiger
"Eksperimen laboratorium dengan tekanan tinggi dan mikroskop electron khusus dapat mengungkap fungsi katalitik dari nodule logam pada pemisahan air."
Analisis Kami
"Fenomena produksi oksigen di kedalaman laut menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam lebih dinamis dan kompleks daripada yang sebelumnya diperkirakan. Penelitian ini berpotensi merevolusi cara kita memahami proses geokimia dan biokimia yang terjadi di lingkungan ekstrem dan berkontribusi pada inovasi teknologi hijau."
Prediksi Kami
Penelitian ini dapat membuka pemahaman baru tentang siklus oksigen global dan potensi aplikasi teknologi pemisahan air yang ramah lingkungan menggunakan mineral laut dalam.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan oksigen gelap yang ditemukan di dasar laut?A
Oksigen gelap adalah bentuk oksigen yang dihasilkan di kedalaman laut sekitar 4.000 meter, di mana sinar matahari tidak dapat mencapai, sehingga fotosintesis tidak mungkin terjadi.Q
Siapa yang mendanai penelitian tentang oksigen gelap?A
Penelitian tentang oksigen gelap didanai oleh Nippon Foundation dengan dana sebesar $5,2 juta.Q
Apa tujuan dari penelitian lanjutan yang dijelaskan dalam artikel?A
Tujuan dari penelitian lanjutan adalah untuk memverifikasi temuan awal dan menyelidiki penyebab produksi oksigen gelap.Q
Apa peran nodul polimetalik dalam produksi oksigen di dasar laut?A
Nodul polimetalik dapat berfungsi sebagai katalis untuk pemisahan air, yang mungkin berkontribusi terhadap produksi oksigen.Q
Siapa saja peneliti yang terlibat dalam studi ini?A
Peneliti yang terlibat dalam studi ini termasuk Andrew Sweetman, Franz Geiger, dan Jeff Marlow.



