
Courtesy of CNBCIndonesia
Remaja Gugat Media Sosial atas Dampak Buruk Kesehatan Mental di AS
Mengungkap bagaimana desain aplikasi media sosial diklaim sengaja menciptakan adiksi yang memperburuk kesehatan mental remaja, serta memperlihatkan proses hukum yang sedang berlangsung sebagai upaya mencari keadilan dan penyelesaian.
28 Jan 2026, 20.20 WIB
292 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kecanduan media sosial dapat berdampak serius pada kesehatan mental remaja.
- Perusahaan teknologi dapat menghadapi gugatan hukum terkait desain adiktif aplikasi mereka.
- Penyelesaian gugatan dapat terjadi tanpa mengungkap rincian kesepakatan kepada publik.
California, Amerika Serikat - Seorang remaja perempuan berusia 19 tahun dari California mengajukan gugatan hukum terhadap beberapa platform media sosial besar seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan Snapchat. Ia mengalami depresi dan pikiran bunuh diri yang dipicu oleh kecanduan aplikasi-aplikasi tersebut sejak usia dini.
Dalam dokumen pengadilan, remaja ini menuduh bahwa desain aplikasi ini sengaja dibuat untuk meningkatkan ketergantungan pengguna dan menimbulkan perilaku yang adiktif. Kesadaran akan dampak negatif media sosial ini telah memicu ratusan gugatan serupa di Amerika Serikat.
Kasus ini menjadi salah satu dari tiga gugatan uji yang dipilih untuk dijadikan contoh dalam persidangan yang lebih luas. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Meta, TikTok, Snap, dan Alphabet juga sedang menghadapi berbagai tuntutan hukum yang berkaitan dengan kesehatan mental anak muda.
Pada Januari 2026, TikTok sepakat mencapai penyelesaian prinsip dengan penggugat, tetapi rincian kesepakatan belum diumumkan kepada publik. Begitu pula Snap yang telah menyelesaikan gugatan sebelumnya tanpa membagikan detil perjanjian itu.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga diperkirakan akan dipanggil untuk memberikan kesaksian selama proses persidangan. Hal ini menunjukkan pentingnya kasus ini dalam menuntut tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap dampak sosial produk mereka.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260128164334-37-706110/bocah-19-tahun-kecanduan-parah-efeknya-mengerikan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260128164334-37-706110/bocah-19-tahun-kecanduan-parah-efeknya-mengerikan
Analisis Ahli
Dr. Sarah Mitchell (Psikolog Klinis)
"Desain media sosial yang membuat pengguna kecanduan dapat menyebabkan stres dan depresi yang signifikan pada remaja. Intervensi hukum bisa menjadi langkah penting dalam mendorong perubahan positif di industri teknologi."
Analisis Kami
"Kasus ini menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengatur bagaimana aplikasi media sosial dirancang guna melindungi pengguna muda dari bahaya adiksi. Perusahaan teknologi seharusnya bertanggung jawab secara sosial untuk memastikan bahwa produk mereka tidak merusak kesehatan mental generasi mendatang."
Prediksi Kami
Kasus-kasus hukum terhadap perusahaan media sosial dapat mendorong regulasi yang lebih ketat terkait desain aplikasi dan penggunaannya, serta meningkatkan kesadaran publik tentang dampak negatif media sosial bagi kesehatan mental remaja.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa K.G.M. dan apa yang dialaminya?A
K.G.M. adalah seorang remaja perempuan berusia 19 tahun dari California yang mengalami depresi akibat kecanduan media sosial.Q
Apa tuduhan yang diajukan oleh K.G.M. terhadap media sosial?A
K.G.M. menuduh bahwa desain aplikasi media sosial sengaja dibuat untuk menciptakan perilaku adiktif dan memperburuk kesehatan mental.Q
Platform media sosial mana yang terlibat dalam gugatan ini?A
Platform yang terlibat dalam gugatan ini termasuk TikTok, Snap, dan YouTube.Q
Apa hasil terbaru dari gugatan ini?A
TikTok telah mencapai penyelesaian prinsip dengan K.G.M., tetapi rincian kesepakatan tidak diungkap.Q
Siapa yang dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam persidangan?A
CEO Meta, Mark Zuckerberg, dipanggil untuk memberikan kesaksian selama persidangan.



