Komentar Kritikus di Media Sosial Bisa Jadi Peringatan Awal Artikel Ilmiah Bermasalah
Courtesy of NatureMagazine

Komentar Kritikus di Media Sosial Bisa Jadi Peringatan Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

Artikel ini bertujuan menunjukkan bagaimana komentar kritis di platform media sosial seperti X dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan dini untuk menemukan artikel ilmiah bermasalah dan mempercepat proses retribusi, sehingga membantu meningkatkan integritas ilmiah.

29 Jan 2026, 07.00 WIB
228 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Komentar di media sosial bisa membantu mengidentifikasi artikel yang bermasalah sebelum penarikan resmi.
  • Sentimen negatif dan penggunaan kata-kata 'red flag' di media sosial berhubungan dengan percepatan penarikan artikel.
  • Penerbit perlu memiliki sistem untuk memverifikasi dan mengontekstualisasikan kritik di media sosial sebelum mengambil tindakan.
Sheffield, United Kingdom - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komentar di media sosial seperti X yang kritis terhadap sebuah artikel ilmiah bisa menjadi sinyal awal adanya masalah dalam penelitian tersebut. Studi ini menemukan bahwa sejumlah artikel yang akhirnya ditarik publikasinya sudah mendapatkan perhatian kritis di platform tersebut jauh sebelum penarikan resmi dilakukan.
Er-Te Zheng dan timnya mengamati ribuan tweet yang membahas artikel yang kemudian diretrak dan tidak diretrak. Mereka mendapati bahwa sekitar 8,3% artikel yang diretrak sudah mendapat kritik langsung di X, jauh lebih tinggi dibandingkan hanya 1,5% pada artikel yang tetap bertahan.
Selain itu, analisis lain oleh Hajar Sotudeh mengungkapkan bahwa penggunaan kata-kata seperti fraud, retract, hoax, dan flawed dalam tweet ternyata membuat proses penarikan artikel lebih cepat. Tweet yang panjang juga berpengaruh mempercepat retraction, terutama bila mengandung kata-kata peringatan tersebut.
Para ahli menekankan bahwa komentar di media sosial bisa membantu mengidentifikasi kesalahan yang tidak terdeteksi oleh peer review tradisional. Namun, belum ada pedoman resmi bagi penerbit bagaimana cara menggunakan kritik tersebut untuk keputusan editorial yang adil dan terpercaya.
Kedepannya, diperlukan sistem yang mampu menyaring, memverifikasi, dan mengkontekstualisasikan komentar di media sosial agar penerbit dapat memberikan respon yang tepat terhadap kritik yang ada, tanpa dipengaruhi oleh bias pribadi atau opini yang tidak berdasar.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04146-6

Analisis Ahli

Virginia Barbour
"Post-publication commentary sangat penting karena peer review konvensional sering melewatkan kesalahan dan kecurangan yang bisa terdeteksi melalui diskusi terbuka di media sosial."

Analisis Kami

"Memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menemukan kejanggalan dalam penelitian adalah langkah yang sangat inovatif namun juga berisiko jika tidak disertai moderasi ketat. Pengembangan sistem verifikasi kritik di media sosial yang independen dan terpercaya adalah kunci agar penilaian tetap objektif dan tidak terjebak dalam opini subjektif atau bias personal."

Prediksi Kami

Di masa depan, sistem khusus dan protokol mungkin dikembangkan untuk membantu penerbit secara formal menilai dan menindaklanjuti kritik dari media sosial demi menjaga integritas dan kualitas publikasi ilmiah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh penelitian mengenai komentar di media sosial terhadap artikel ilmiah?
A
Penelitian menemukan bahwa komentar kritis di media sosial dapat menjadi tanda peringatan awal tentang artikel yang bermasalah.
Q
Siapa yang melakukan penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap penarikan artikel?
A
Penelitian dilakukan oleh Er-Te Zheng dan Hajar Sotudeh serta kolaboratornya.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'red flag' dalam konteks artikel ini?
A
Red flag adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kata-kata atau sentimen negatif yang dapat menunjukkan potensi masalah dalam artikel ilmiah.
Q
Mengapa komentar pasca-publikasi dianggap penting dalam penerbitan ilmiah?
A
Komentar pasca-publikasi penting karena peer review konvensional terkadang melewatkan kesalahan dan penipuan dalam penelitian.
Q
Apa tantangan yang dihadapi penerbit dalam mempertimbangkan kritik di media sosial?
A
Tantangan yang dihadapi penerbit adalah bagaimana menerjemahkan kritik di media sosial ke dalam keputusan editorial yang berbasis bukti.