Siput Vulkanik dengan Cangkang Baja: Inovasi Alam dalam Material Kuat
Courtesy of Forbes

Siput Vulkanik dengan Cangkang Baja: Inovasi Alam dalam Material Kuat

Mengungkap bagaimana siput scaly-foot menghasilkan cangkang yang mengandung mineral besi sulfida yang kuat dan kompleks untuk bertahan di lingkungan ekstrim, serta memberikan inspirasi bagi inovasi material pelindung buatan manusia yang lebih tahan lama dan efisien.

30 Jan 2026, 20.30 WIB
244 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Chrysomallon squamiferum menunjukkan bagaimana evolusi dapat menghasilkan material biologis yang sangat kuat dan tahan lama.
  • Struktur cangkang siput ini menyerupai desain komposit yang digunakan dalam teknologi modern.
  • Studi tentang siput ini dapat memberikan wawasan baru untuk pengembangan material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Samudra Hindia, India - Siput scaly-foot gastropod hidup di lingkungan laut dalam dekat ventilasi hidrotermal yang memiliki suhu sangat tinggi dan kadar logam beracun. Tidak seperti siput biasa yang memiliki cangkang berbahan kalsium karbonat, siput ini memiliki cangkang yang diperkuat dengan mineral besi sulfida.
Cangkang siput ini tersusun dari tiga lapisan, termasuk lapisan luar yang mengandung pirit dan greigit, yang memberikan kekuatan dan ketahanan luar biasa terhadap kerusakan mekanis. Struktur ini mirip dengan desain komposit buatan yang menggabungkan bagian keras dan lunak untuk menyebarkan tekanan.
Peneliti ternyata menemukan bahwa proses mineralisasi besi sulfida pada siput ini dikendalikan secara biologis dengan ekspresi gen yang mampu meregulasi penyerapan dan pengelolaan logam. Ini menjadikan prosesnya bukan sekadar deposisi pasif, melainkan biomineralisasi yang disengaja.
Adaptasi ini memungkinkan siput scaly-foot hidup bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrim, termasuk suhu tinggi dan tekanan besar di dasar laut, di mana hampir tidak ada makhluk lain yang bisa bertahan hidup. Ini merupakan keunikan yang luar biasa dari sisi evolusi.
Penemuan ini memberi inspirasi besar bagi para insinyur dan ilmuwan material untuk mengembangkan material pelindung yang kuat, ringan, dan tahan lama, dengan memanfaatkan prinsip biomineralisasi dan struktur komposit alami yang terbukti efektif di alam.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/scotttravers/2026/01/30/meet-the-snail-that-thrives-where-almost-nothing-else-can-hint-it-has-armor-made-of-iron/

Analisis Ahli

Prof. Joanna Aizenberg (Material Scientist)
"Studi ini memperlihatkan betapa alam bisa menjadi guru terbaik dalam rekayasa material, menginspirasi komposit sintetis yang lebih tahan dan multifungsi."
Dr. David Kisailus (Biomaterials Expert)
"Kemampuan biologis mengontrol mineralisasi besi sulfida dalam struktur keras membuka peluang besar bagi bioinspirasi material yang tahan terhadap kerusakan mekanis dan korosi."

Analisis Kami

"Siput scaly-foot ini menunjukkan bahwa evolusi mampu merancang solusi material yang sangat canggih dan berfungsi optimal dalam kondisi ekstrim, lebih unggul dari material buatan manusia saat ini. Penemuan ini membuka jalan untuk memahami biomineralisasi pada tingkat molekuler yang dapat diterapkan dalam rekayasa material masa depan."

Prediksi Kami

Penelitian lebih lanjut pada mekanisme biomineralisasi siput ini akan mendorong pengembangan material komposit baru yang ramah lingkungan dan kuat untuk aplikasi di bidang aerospace, perlindungan tubuh, dan teknologi material canggih.