
Courtesy of TechCrunch
India Perketat Aturan Deepfake dan AI di Media Sosial dengan Tenggat Tanggap Cepat
Memberikan kerangka regulasi yang tegas untuk pengawasan dan penanganan deepfake serta konten audio-visual buatan AI di media sosial, guna mencegah penyebaran konten berbahaya dan menjaga keamanan pengguna sekaligus memaksa platform global untuk mematuhi aturan tegas ini di pasar penting India.
10 Feb 2026, 21.51 WIB
132 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Peraturan baru India tentang deepfake dapat mengubah cara platform media sosial mengelola konten di negara tersebut.
- Waktu penghapusan yang terkompresi dapat meningkatkan beban kepatuhan dan risiko bagi perusahaan teknologi.
- Kekhawatiran tentang kebebasan berbicara dan potensi sensor meningkat dengan adanya peraturan ini.
New Delhi, India - India telah memperbarui aturan teknologi informasi dengan menerapkan regulasi baru terkait konten deepfake dan konten audio-visual buatan AI pada platform media sosial. Perubahan ini bertujuan untuk mengatur dan mengawasi penyebaran konten sintetis yang bisa menyebabkan kerugian masyarakat.
Salah satu poin penting dari aturan baru ini adalah pengenalan kewajiban bagi platform sosial media untuk memberikan label jelas pada konten yang dihasilkan secara sintetis, serta memastikan adanya data asal konten yang dapat dilacak. Selain itu, ada batas waktu yang sangat singkat bagi platform untuk menanggapi perintah penghapusan konten, yakni hanya tiga jam.
Aturan juga memungkinkan pelarangan tegas terhadap jenis konten tertentu yang dibuat dengan teknologi AI, seperti konten imitasi yang menipu, gambar intim tanpa persetujuan, dan konten yang berkaitan dengan kejahatan serius. Kegagalan dalam mematuhi aturan dapat berdampak pada hilangnya perlindungan hukum terhadap platform.
Beberapa organisasi dan pakar mengkritik aturan ini karena dapat menyebabkan potensi pelanggaran atas kebebasan berekspresi dan berisiko mempercepat proses sensor otomatis tanpa peninjauan manusia yang memadai. Mereka juga menyoroti proses konsultasi yang terbatas dalam penyusunan aturan ini.
Regulasi ini akan mulai berlaku pada 20 Februari bertepatan dengan acara AI Impact Summit di New Delhi. Hal ini menandai sebuah langkah besar India dalam mengatur konten digital dan AI di pasar internet terbesar kedua di dunia.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/10/india-orders-social-media-platforms-to-take-down-deepfakes-faster/
[1] https://techcrunch.com/2026/02/10/india-orders-social-media-platforms-to-take-down-deepfakes-faster/
Analisis Ahli
Rohit Kumar
"Periode waktu penghapusan konten yang sangat pendek akan meningkatkan beban kepatuhan dan memperbesar risiko pelanggaran perlindungan hukum."
Aprajita Rana
"Penekanan pada audio-visual AI adalah langkah maju, namun tenggat waktu tiga jam untuk penghapusan konten mengancam prinsip kebebasan berpendapat."
Analisis Kami
"Aturan baru ini secara fundamental mengubah dinamika kontrol konten di India dengan membawa pendekatan yang ketat dan berbasis teknologi, meskipun ada risiko besar terhadap kebebasan berpendapat jika diberlakukan sembarangan. Perusahaan teknologi harus berhati-hati menyeimbangkan kepatuhan dengan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi agar tidak menjadi sasaran kritik global ataupun pengguna."
Prediksi Kami
Regulasi baru ini kemungkinan akan memaksa platform besar untuk mengadopsi sistem otomatis yang lebih canggih untuk memoderasi konten di India, yang juga bisa menjadi pola pengaturan global dalam menangani AI-generated content.



