
Intel Corporation bekerjasama dengan Acronis, pemimpin global di bidang keamanan siber dan perlindungan data, untuk mengembangkan teknologi deteksi ancaman siber berbasis kecerdasan buatan pada perangkat endpoint. Tujuan utama kolaborasi ini adalah meningkatkan keamanan tanpa mengorbankan kinerja perangkat.
Melalui penggunaan OpenVINO, sebuah toolkit open-source dari Intel, dan Intel NPU, proses berat seperti penilaian anomali dan heuristik perilaku dapat dipindahkan dari CPU. Hal ini memungkinkan pengurangan beban CPU, optimalisasi performa, dan perpanjangan masa pakai baterai pada perangkat pengguna.
Acronis Cyber Protect Cloud yang terintegrasi secara native dengan teknologi Intel menghadirkan keamanan real-time berbasis AI dengan berbagai fitur seperti manajemen postur, perlindungan data, backup otomatis, dan pemulihan bencana yang sangat dibutuhkan oleh penyedia layanan managed service.
Di sisi lain, Intel menghadapi persaingan sengit dari Qualcomm dengan jajaran chipset Snapdragon X yang populer di PC AI kelas menengah serta dari AMD dengan seri Ryzen AI 300 yang kuat dan serbaguna, yang keduanya sudah mulai mendapatkan adopsi luas di industri.
Meskipun saham Intel naik 23% dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ini masih tertinggal dibandingkan industri yang mencapai 49,1%. Estimasi laba Intel untuk tahun 2025 dan 2026 mengalami penurunan. Intel saat ini memiliki peringkat Zacks #3 (Hold), menunjukkan adanya tantangan untuk segera memperbaiki performa pasar.