Fokus
Teknologi

Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Mendorong Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber

Share

Peningkatan serangan siber yang disponsori oleh negara-negara seperti Rusia, Korea Utara, dan China telah mendorong permintaan yang kuat untuk layanan keamanan siber. Perusahaan-perusahaan seperti SentinelOne dan CrowdStrike mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan melakukan akuisisi strategis untuk memperkuat posisi mereka di pasar keamanan digital. Investasi tambahan dari perusahaan seperti Markel Canada juga menunjukkan fokus industri pada pengembangan solusi untuk mengatasi risiko siber yang semakin kompleks.

29 Agt 2025, 03.48 WIB

SentinelOne Raih Pendapatan Melesat dan Capai Rp14 Triliun ARR di Kuartal Kedua

SentinelOne Raih Pendapatan Melesat dan Capai Rp14 Triliun ARR di Kuartal Kedua
SentinelOne, perusahaan keamanan siber, melaporkan hasil kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan analyst dengan pendapatan sebesar Rp 3.98 triliun ($242,18 juta) dan laba bersih per saham Rp 65.78 ribu ($0,04) . Pendapatan ini naik 22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kuat di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi keamanan digital. Perusahaan ini berhasil mencapai tonggak penting dengan pendapatan berulang tahunan atau annual recurring revenue (ARR) yang melampaui Rp 16.45 triliun ($1 miliar) , tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandakan bahwa banyak pelanggan memilih SentinelOne sebagai mitra jangka panjang untuk layanan keamanan mereka. CEO Tomer Weingarten menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh adopsi teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (AI), data, cloud, dan solusi keamanan endpoint yang makin banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai sektor industri. Hal ini memberikan gambaran positif tentang daya saing produk SentinelOne di pasar global. Untuk kuartal ketiga, perusahaan memperkirakan pendapatan sekitar Rp 4.21 triliun ($256 juta) , sedikit lebih tinggi dari konsensus analis, dan untuk tahun fiskal 2026 mereka menaikkan proyeksi pendapatan menjadi sekitar Rp 16.45 triliun ($1 miliar) . CFO Barbara Larson menekankan fokus perusahaan pada efisiensi operasional yang memungkinkan pertumbuhan sekaligus margin yang lebih baik. Selain itu, SentinelOne berkomitmen untuk terus mencapai profitabilitas operasional penuh dan arus kas bebas positif di sepanjang tahun fiskal. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mendukung investasi jangka panjang dalam pengembangan produk dan ekspansi pasar.
28 Agt 2025, 21.05 WIB

Koalisi Dunia Kecam Peretasan China, Fokus pada 3 Perusahaan Siber

Koalisi Dunia Kecam Peretasan China, Fokus pada 3 Perusahaan Siber
Beberapa negara di dunia telah bersatu untuk menentang aksi peretasan siber besar-besaran yang diduga dilakukan oleh tiga perusahaan China. Koalisi ini mencakup Amerika Serikat, negara-negara berbahasa Inggris, serta beberapa negara Eropa dan Asia. Mereka mengecam keras aktivitas tersebut yang dinilai berbahaya bagi keamanan global. Perusahaan-perusahaan China yang menjadi target yakni Sichuan Juxinhe Network Technology, Beijing Huanyu Tianqiong Information Technology, dan Sichuan Zhixin Ruijie Network Technology. Dugaan penyalahgunaan produk dan layanan siber mereka untuk keperluan intelijen China menyebabkan sanksi dan sorotan internasional. Sichuan Juxinhe telah dikenai sanksi oleh AS karena keterlibatannya dengan kelompok peretas Salt Typhoon. Kelompok ini diduga mencuri data telekomunikasi warga AS dalam skala sangat besar, termasuk komunikasi pejabat tinggi Washington. Para peretas ini ternyata menargetkan lebih dari 80 negara dan 600 perusahaan di berbagai sektor. Serangan ini dinilai sebagai salah satu gangguan spionase siber paling luas dan besar dalam sejarah, menunjukkan bagaimana ancaman dunia maya terus berkembang dan menjadi perhatian global. Meskipun Beijing biasanya menyangkal keterlibatan dalam spionase siber, seruan dan kecaman dari koalisi negara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa dunia tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman keamanan digital, dan kemungkinan akan ada tindakan lebih lanjut di masa depan.
28 Agt 2025, 20.30 WIB

Intel dan Acronis Tingkatkan Keamanan Siber dengan AI Canggih di Perangkat Endpoint

Intel dan Acronis Tingkatkan Keamanan Siber dengan AI Canggih di Perangkat Endpoint
Intel Corporation bekerjasama dengan Acronis, pemimpin global di bidang keamanan siber dan perlindungan data, untuk mengembangkan teknologi deteksi ancaman siber berbasis kecerdasan buatan pada perangkat endpoint. Tujuan utama kolaborasi ini adalah meningkatkan keamanan tanpa mengorbankan kinerja perangkat. Melalui penggunaan OpenVINO, sebuah toolkit open-source dari Intel, dan Intel NPU, proses berat seperti penilaian anomali dan heuristik perilaku dapat dipindahkan dari CPU. Hal ini memungkinkan pengurangan beban CPU, optimalisasi performa, dan perpanjangan masa pakai baterai pada perangkat pengguna. Acronis Cyber Protect Cloud yang terintegrasi secara native dengan teknologi Intel menghadirkan keamanan real-time berbasis AI dengan berbagai fitur seperti manajemen postur, perlindungan data, backup otomatis, dan pemulihan bencana yang sangat dibutuhkan oleh penyedia layanan managed service. Di sisi lain, Intel menghadapi persaingan sengit dari Qualcomm dengan jajaran chipset Snapdragon X yang populer di PC AI kelas menengah serta dari AMD dengan seri Ryzen AI 300 yang kuat dan serbaguna, yang keduanya sudah mulai mendapatkan adopsi luas di industri. Meskipun saham Intel naik 23% dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ini masih tertinggal dibandingkan industri yang mencapai 49,1%. Estimasi laba Intel untuk tahun 2025 dan 2026 mengalami penurunan. Intel saat ini memiliki peringkat Zacks #3 (Hold), menunjukkan adanya tantangan untuk segera memperbaiki performa pasar.
28 Agt 2025, 16.26 WIB

Markel Canada Luncurkan Asuransi Khusus untuk Risiko Cyber, Teknologi dan Fintech

Markel Canada Luncurkan Asuransi Khusus untuk Risiko Cyber, Teknologi dan Fintech
Markel Insurance meluncurkan tiga produk asuransi baru yang dirancang khusus untuk sektor cyber, teknologi, dan fintech di Kanada, yaitu Cyber 360 Canada, Tech 360 Canada, dan Fintech 360 Canada. Produk ini dikembangkan untuk menyediakan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan di bidang tersebut. Produk Cyber 360 Canada tidak hanya memberikan perlindungan asuransi, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai layanan pra-pelanggaran yang dikembangkan bersama para ahli industri. Layanan ini membantu klien untuk menghadapi dan mengatasi ancaman siber dengan lebih baik. Tech 360 Canada adalah solusi asuransi modular yang mengkombinasikan perlindungan kesalahan dan kelalaian teknologi dengan perlindungan cyber dan tanggung jawab manajemen, termasuk cakupan untuk direktur dan pejabat, serta tanggung jawab praktik ketenagakerjaan dan fintech. Fintech 360 Canada adalah produk yang ditujukan untuk perusahaan fintech, menawarkan perlindungan komprehensif yang meliputi tanggung jawab siber, tanggung jawab manajemen, perlindungan terhadap pencurian dan kejahatan, serta kesalahan dan kelalaian fintech yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien. Markel Canada bekerja sama dengan jaringan penyedia layanan ahli seperti konsultan pelanggaran, perusahaan forensik dan pemulihan data, serta negosiator tebusan yang siap memberi layanan 24 jam, membantu klien mengatasi kompleksitas pelanggaran data dan serangan siber.
28 Agt 2025, 06.53 WIB

Strategi Manajemen M&A CrowdStrike Hadapi Ancaman Siber di Era AI

Ancaman di dunia cybersecurity semakin meningkat akibat penggunaan teknologi AI yang mempercepat dan memperluas serangan. CrowdStrike, perusahaan keamanan siber terkenal, menyikapi ini dengan melakukan akuisisi strategis untuk memperkuat teknologinya. George Kurtz, CEO CrowdStrike, mengatakan bahwa pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam siber adalah cerita lama yang semakin rumit oleh kemajuan teknologi. CrowdStrike baru saja mengumumkan pembelian startup Madrid bernama Onum, yang berspesialisasi dalam observasi data secara real-time. Akuisisi ini dianggap penting karena memungkinkan CrowdStrike untuk menganalisis ancaman lebih cepat saat data baru masuk ke sistem. Ini adalah bagian dari visi mereka menuju SOC (security operations center) yang sepenuhnya berbasis AI. Meskipun perusahaan mengalami gangguan teknologi besar tahun lalu, hal itu tidak menghambat rencana mereka untuk melakukan M&A. Mereka justru mengambil waktu untuk menilai calon akuisisi dengan hati-hati agar integrasi bisa mulus dan memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan dan pemegang saham. George Kurtz juga menegaskan bahwa mereka memilih perusahaan akuisisi pada tahap yang tepat, tidak terlalu mahal, dan bisa ditangani dengan baik agar tidak menghadapi masalah integrasi seperti yang dialami perusahaan lain. Hal ini sejalan dengan fokus CrowdStrike pada pengalaman pelanggan dan kecepatan inovasi. Di masa depan, kebutuhan keamanan siber akan semakin besar terutama untuk mengamankan AI agent yang memiliki akses luas dan berpotensi menjadi target serangan. CrowdStrike optimistis bahwa mereka bisa menjadi pemain utama dalam melindungi sistem dari ancaman yang semakin kompleks di era AI.