Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Retakan dalam Bumi Mengoyak Kota, Menelan Rumah, dan Memindahkan Banyak Orang

Share

Retakan mendalam di bumi menyebabkan kerusakan di kota-kota, menelan rumah-rumah, dan memindahkan sejumlah besar penduduk, mengancam kestabilan urban dan keselamatan warga.

27 Agt 2025, 07.00 WIB

Ancaman Besar Gullies di Kota Afrika Mengancam Rumah dan Nyawa

Ancaman Besar Gullies di Kota Afrika Mengancam Rumah dan Nyawa
Gullies atau jurang besar tiba-tiba semakin berkembang di beberapa kota di Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo. Jurang ini bisa menggerus tanah dengan cepat dan menghancurkan rumah serta bisnis tanpa peringatan sehingga menyebabkan penggusuran ribuan orang. Studi terbaru menggunakan citra satelit menemukan ribuan gullies di 26 kota, sebagian besar masih berkembang dan berkaitan erat dengan jaringan jalan yang buruk drainasenya. Hanya sedikit yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, menandakan urbanisasi cepat penyebab utama masalah ini. Akibat drainase air hujan yang tidak memadai di tanah berpasir, air mengalir ke area yang tidak terlindungi dan membentuk jurang yang makin dalam dan melebar. Rata-rata jurang ini memiliki panjang lebih dari 250 meter dan lebar puluhan meter, memiliki potensi kerusakan yang sangat besar. Tragisnya, masalah ini tidak hanya mengancam harta benda tapi juga nyawa, seperti insiden di Kinshasa di mana puluhan orang tewas akibat runtuhnya gully. Meski bahayanya sudah nyata, upaya penanganannya masih sangat minim dan kurang mendapat perhatian. Jika tren ini berlanjut tanpa penanganan serius, diperkirakan ratusan ribu orang akan terus kehilangan tempat tinggal dan hak hidupnya selama satu dekade ke depan di berbagai kota Afrika, khususnya di DRC yang telah menjadi zona risiko utama.
27 Agt 2025, 07.00 WIB

Bahaya Jurang Besar di Kota Afrika yang Mengancam Ribuan Jiwa dan Rumah

Bahaya Jurang Besar di Kota Afrika yang Mengancam Ribuan Jiwa dan Rumah
Jurang besar yang disebut gullies kini makin sering terbentuk di kota-kota Afrika yang dibangun di atas tanah berpasir tanpa sistem drainase yang baik. Saat hujan deras, air tidak bisa mengalir dengan benar sehingga mengikis tanah dan membentuk jurang yang bisa mengancam rumah dan fasilitas. Penelitian terbaru menggunakan citra satelit dari 2021 hingga 2023 menemukan hampir 3.000 jurang urban di 26 kota di Afrika. Sebagian besar jurang ini baru muncul atau meluas sejak tahun 1950-an, yang mengaitkan masalah ini dengan urbanisasi yang pesat dan buruknya sistem drainase. Di Republik Demokratik Kongo, sekitar 118.600 orang sudah terdampak dan harus mengungsi akibat jurang ini antara tahun 2004 sampai 2023. Bahkan di Kinshasa, ibu kota DRC, sebuah insiden jurang runtuh menewaskan sedikitnya 40 orang dalam semalam. Para peneliti memperingatkan bahwa tanpa tindakan segera, jumlah pengungsi akibat jurang ini akan terus meningkat pesat hingga ratusan ribu orang dalam satu dekade ke depan. Masalah ini masih kurang diperhatikan dan harus segera diatasi. Solusinya melibatkan perbaikan sistem drainase dan pengelolaan urbanisasi yang lebih baik agar air hujan tidak mengikis tanah secara berlebihan. Dengan kolaborasi lintas sektor, bencana ini bisa dicegah agar warga tidak kehilangan rumah dan nyawa.
27 Agt 2025, 07.00 WIB

Bahaya Gullies di Kota Afrika: Selamatkan Rumah dan Nyawa dari Tanah yang Menganga

Bahaya Gullies di Kota Afrika: Selamatkan Rumah dan Nyawa dari Tanah yang Menganga
Di beberapa kota Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo, sebuah fenomena berbahaya terjadi di mana parit besar yang disebut gullies terus membesar dan mengancam rumah serta bisnis. Fenomena ini diperparah oleh urbanisasi yang pesat dan kurangnya sistem drainase yang memadai sehingga air hujan mudah mengerosi tanah berpasir di sekitarnya. Peneliti menggunakan citra satelit dan foto udara bersejarah untuk mengidentifikasi hampir 3.000 gullies dengan panjang total hampir 740 kilometer. Hasilnya menunjukkan perluasan gullies ini berkaitan erat dengan pertumbuhan kota dan urbanisasi sejak 1950-an, dengan sebagian besar gullies mengalami perluasan signifikan antara 2004 dan 2023. Dampak dari peristiwa ini sangat serius, dengan rata-rata 118.600 orang di DRC terpaksa mengungsi setiap tahunnya akibat pengaruh gullies. Peristiwa tragis bahkan pernah terjadi di ibu kota Kinshasa, di mana runtuhnya sebuah gully menewaskan sedikitnya 40 orang dalam satu malam. Ekspert menegaskan bahwa masalah ini masih kurang mendapat perhatian meski sangat berbahaya. Penyebab utama adalah kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia yang tidak diimbangi dengan infrastruktur yang tepat, khususnya drainase yang buruk di kawasan dengan tanah berpasir. Jika tidak ada tindakan serius dan segera, jumlah orang yang terdampak dan mengungsi diperkirakan akan meningkat dalam dekade mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran, dukungan penelitian, dan kebijakan yang fokus pada pengendalian serta pencegahan perluasan gullies.

Baca Juga

  • Retakan dalam Bumi Mengoyak Kota, Menelan Rumah, dan Memindahkan Banyak Orang

  • Inovasi dalam Teknologi Pengelolaan Limbah dan Penangkapan Karbon

  • Kemajuan dalam Bioteknologi untuk Kesehatan

  • Pertumbuhan Industri Biochar dan Inovasi Kemasan Berkelanjutan

  • Penemuan Paleontologi Terbaru Mengungkap Evolusi Dinosaurus