
Gullies atau jurang besar tiba-tiba semakin berkembang di beberapa kota di Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo. Jurang ini bisa menggerus tanah dengan cepat dan menghancurkan rumah serta bisnis tanpa peringatan sehingga menyebabkan penggusuran ribuan orang.
Studi terbaru menggunakan citra satelit menemukan ribuan gullies di 26 kota, sebagian besar masih berkembang dan berkaitan erat dengan jaringan jalan yang buruk drainasenya. Hanya sedikit yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, menandakan urbanisasi cepat penyebab utama masalah ini.
Akibat drainase air hujan yang tidak memadai di tanah berpasir, air mengalir ke area yang tidak terlindungi dan membentuk jurang yang makin dalam dan melebar. Rata-rata jurang ini memiliki panjang lebih dari 250 meter dan lebar puluhan meter, memiliki potensi kerusakan yang sangat besar.
Tragisnya, masalah ini tidak hanya mengancam harta benda tapi juga nyawa, seperti insiden di Kinshasa di mana puluhan orang tewas akibat runtuhnya gully. Meski bahayanya sudah nyata, upaya penanganannya masih sangat minim dan kurang mendapat perhatian.
Jika tren ini berlanjut tanpa penanganan serius, diperkirakan ratusan ribu orang akan terus kehilangan tempat tinggal dan hak hidupnya selama satu dekade ke depan di berbagai kota Afrika, khususnya di DRC yang telah menjadi zona risiko utama.