Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

China Memperkenalkan Chip 6G Universal Pertama di Dunia dengan Kecepatan 100 Gbps

Share

China telah meluncurkan chip 6G universal pertama di dunia yang mampu mencapai kecepatan 100 Gbps, menandai kemajuan signifikan dalam teknologi komunikasi generasi berikutnya.

30 Agt 2025, 02.53 WIB

Inovasi Chip 6G 'All-Frequency' dari Cina Dongkrak Internet Super Cepat

Inovasi Chip 6G 'All-Frequency' dari Cina Dongkrak Internet Super Cepat
Para peneliti di Cina berhasil mengembangkan chip 6G pertama di dunia yang bisa bekerja pada seluruh spektrum frekuensi dari 0,5 GHz hingga 115 GHz. Chip ini sangat kecil, hanya seukuran ibu jari, tetapi mampu menyediakan kecepatan internet lebih dari 100 gigabits per detik. Dengan teknologi ini, konektivitas di daerah terpencil dapat ditingkatkan secara signifikan. Chip ini menggabungkan teknologi fotonik-elektronik, yang dapat mengubah sinyal nirkabel menjadi sinyal optik untuk pemrosesan yang lebih efisien. Kecepatan beralih antara frekuensi sangat cepat, yakni hanya 180 mikrodetik, memungkinkan koneksi tetap stabil bahkan saat ada gangguan sinyal. Fitur ini sangat penting untuk memastikan kualitas komunikasi tanpa jeda. Teknologi ini menawarkan switching otomatis ke frekuensi yang gratis dari gangguan dengan fitur frekuensi-navigasi. Penemuan ini akan menjaga komunikasi tetap berjalan dengan lancar seperti seorang pengemudi handal yang dengan cepat berpindah lajur saat ada kemacetan. Fitur itu krusial dalam kondisi jaringan yang padat atau penuh interferensi sinyal. Selain itu, chip ini mendukung jaringan AI-native yang bisa mengatur dan menyesuaikan parameter komunikasi secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan sekitar. Hal ini memungkinkan jaringan 6G menjadi lebih pintar dan adaptif, cocok untuk berbagai aplikasi mulai dari smartphone, drone, hingga perangkat Internet of Things di masa depan. Para peneliti berencana mengubah chip ini menjadi modul plug-and-play sebesar stik USB yang mudah dipasang pada berbagai perangkat. Ini diharapkan mempercepat penerapan jaringan 6G di berbagai bidang dan membantu menghubungkan wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Studi hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal Nature.
29 Agt 2025, 18.00 WIB

Ilmuwan China Kembangkan Chip 6G Semua Frekuensi untuk Internet Super Cepat di Pedesaan

Ilmuwan China Kembangkan Chip 6G Semua Frekuensi untuk Internet Super Cepat di Pedesaan
Ilmuwan di China telah berhasil mengembangkan chip 6G yang bisa bekerja di semua frekuensi nirkabel. Chip ini menjanjikan kecepatan internet lebih dari 100 gigabit per detik, jauh melampaui teknologi 5G yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan mampu membuka akses internet super cepat hingga ke daerah-daerah terpencil yang selama ini belum terkoneksi dengan baik. Saat ini, teknologi internet di berbagai tempat sering kali berjalan di frekuensi berbeda, misalnya ponsel 5G biasanya beroperasi di sekitar 3 GHz, sedangkan satelit bisa menggunakan frekuensi hingga 30 GHz. Teknologi masa depan seperti operasi bedah holografik mungkin akan memerlukan frekuensi hingga 100 GHz. Hal ini menyebabkan perangkat dan sistem harus didesain masing-masing untuk frekuensi yang berbeda-beda. Chip 6G baru ini memungkinkan perangkat untuk berjalan di seluruh spektrum frekuensi nirkabel sekaligus. Dengan kecepatan tinggi hingga 100 Gbps, pengguna bisa mengunduh file berukuran besar, seperti film 8K dengan ukuran 50 GB hanya dalam hitungan detik. Hal ini dapat membuka peluang baru dalam bidang pendidikan, bisnis, dan banyak bidang lainnya di daerah-daerah yang sebelumnya sulit mendapat akses internet cepat. Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan dari Peking University dan City University of Hong Kong, dan hasilnya dipublikasikan di jurnal Nature. Dengan kemampuan melintasi seluruh rentang frekuensi, teknologi ini diyakini akan menghilangkan kebutuhan mengembangkan perangkat berbeda untuk frekuensi berbeda, membuat jaringan internet menjadi lebih sederhana dan efisien. Secara keseluruhan, perkembangan ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan digital antara kota besar dan daerah pedesaan. Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi chip 6G ini dapat membawa perubahan besar dalam cara kita menghubungkan dunia, khususnya di wilayah yang selama ini terisolasi dari akses internet cepat dan stabil.
29 Agt 2025, 16.02 WIB

China Dorong Pengembangan AI Sesuai Kebutuhan Daerah Cegah Persaingan Tidak Sehat

China Dorong Pengembangan AI Sesuai Kebutuhan Daerah Cegah Persaingan Tidak Sehat
Pemerintah pusat China memberikan peringatan agar pengembangan kecerdasan buatan tidak dilakukan secara terburu-buru secara nasional. Mereka menekankan perlunya perencanaan yang matang dan strategi yang sesuai dengan kondisi serta kekuatan lokal di berbagai wilayah. Hal ini bertujuan untuk mencegah persaingan yang tidak sehat dan pemborosan sumber daya yang dapat merugikan perekonomian. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) menyatakan bahwa program “AI Plus” yang bertujuan mengintegrasikan teknologi AI ke sektor manufaktur dan jasa harus disesuaikan agar bisa memanfaatkan kekuatan geografis dan basis industri di setiap daerah. Ini akan menciptakan hasil yang nyata dan menghindari persaingan yang kacau. Untuk mendukung pengembangan AI, pemerintah juga mengeluarkan voucher AI yang dapat digunakan perusahaan untuk mengakses sumber daya komputasi yang mahal. Selain itu, ada subsidi khusus bagi konsumen agar produk berbasis AI semakin mudah diakses masyarakat luas. Langkah ini menunjukkan dukungan menyeluruh baik dari sisi produksi maupun penggunaan teknologi AI. Dewan Negara China telah merilis rencana strategis AI Plus dengan target penggunaan perangkat AI mencapai lebih dari 70% pada tahun 2027 dan lebih dari 90% pada tahun 2030 di berbagai sektor industri. Strategi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan inovasi dan memperkuat kemandirian teknologi China di tingkat global. China berusaha memanfaatkan teknologi AI sebagai kunci mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Namun, keberhasilan rencana ini akan sangat bergantung pada bagaimana tiap daerah dapat mengoptimalkan sumber daya mereka serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga

  • Strategi AI Meta Menghadapi Tantangan: Menghentikan Pengeluaran AI dan Kerjasama yang Tegang

  • Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Memacu Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber

  • Robot Humanoid Canggih dari China Mengubah Industri dan Budaya

  • China Memperkenalkan Chip 6G Universal Pertama di Dunia dengan Kecepatan 100 Gbps

  • Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Mendorong Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber