Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Memacu Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber

Share

Lonjakan serangan siber yang disponsori negara oleh Rusia, Korea Utara, dan China telah meningkatkan permintaan dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan keamanan siber, memperkuat pentingnya perlindungan digital di era modern.

30 Agt 2025, 01.15 WIB

WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Zero-Click yang Serang Perangkat Apple

WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Zero-Click yang Serang Perangkat Apple
WhatsApp mengumumkan telah memperbaiki sebuah bug keamanan di aplikasi iOS dan Mac-nya yang digunakan untuk menyerang perangkat Apple secara diam-diam. Bug ini merupakan bagian dari serangan yang melibatkan dua celah keamanan yang digabungkan dan memungkinkan peretas mencuri data tanpa pengguna perlu melakukan apa pun. Kerentanan ini, dikenal dengan kode CVE-2025-55177, digunakan bersama dengan bug di iOS dan macOS yang sudah masuk ke patch Apple sebelumnya dengan kode CVE-2025-43300. Kombinasi ini memungkinkan perangkat untuk diretas melalui pesan WhatsApp tanpa perlu klik atau interaksi apapun dari korban. Menurut Amnesty International Security Lab, serangan ini disebut sebagai kampanye spyware tingkat lanjut yang menargetkan pengguna tertentu dalam 90 hari terakhir. Lebih dari 200 pengguna WhatsApp mendapatkan notifikasi bahwa perangkat mereka berpotensi terkena serangan ini. Serangan ini bukan yang pertama kalinya; NSO Group pernah dituntut karena menggunakan spyware Pegasus untuk menyadap pengguna WhatsApp secara ilegal. Tahun ini juga ada kasus spyware yang menyasar jurnalis dan organisasi masyarakat di Italia dengan pelaku spyware Paragon yang akhirnya diblokir. WhatsApp dan Meta menegaskan terus memperkuat keamanan platform mereka dan mengimbau pengguna yang menerima notifikasi untuk tetap waspada serta menjaga keamanan perangkatnya agar terhindar dari ancaman serupa di masa depan.
30 Agt 2025, 01.15 WIB

WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan Canggih yang Serang Perangkat Apple Tanpa Klik

WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan Canggih yang Serang Perangkat Apple Tanpa Klik
WhatsApp baru-baru ini mengatasi sebuah celah keamanan serius pada aplikasi iOS dan Mac yang memungkinkan hacker menyusup ke perangkat Apple pengguna tertentu secara diam-diam tanpa perlu klik tautan apapun. Bug ini dikenal sebagai CVE-2025-55177 dan digunakan bersama dengan celah lain yang sudah ditangani Apple sebelumnya. Menurut laporan, serangan ini terjadi dalam kampanye jangka panjang yang berlangsung lebih dari 90 hari sejak akhir Mei. Para korban tidak perlu melakukan interaksi apapun, seperti mengeklik pesan, agar perangkat dan data mereka dapat diretas dan diambil alih melalui WhatsApp secara otomatis. Temuan ini diungkap oleh Donncha Ó Cearbhaill dari Amnesty International Security Lab, yang menjelaskan bahwa ini adalah contoh serangan spyware canggih yang bisa mencuri data pribadi dan pesan dari perangkat Apple. Meta mengonfirmasi bahwa mereka telah memperbaiki kerentanan tersebut dan mengirim pemberitahuan kepada kurang dari 200 pengguna yang terkena dampak. Serangan ini mengingatkan kembali pada insiden di masa lalu saat NSO Group, pembuat spyware Pegasus, dituntut oleh WhatsApp karena melanggar hukum dan berhasil meretas ribuan perangkat dengan exploit zero-day. Kasus serupa juga muncul di Italia dengan spyware Paragon, meskipun pemerintah Italia membantah keterlibatan. Kejadian ini mempertegas risiko keamanan pengguna aplikasi populer terhadap serangan yang sangat rumit dan rahasia. Pengguna disarankan untuk tetap waspada dan memastikan aplikasi mereka selalu diperbarui, sementara perusahaan harus terus memperkuat sistem keamanan dan transparansi dalam menanggapi ancaman.
29 Agt 2025, 12.55 WIB

Cambricon Peringatkan Risiko Pasokan dan Spekulasi Saham Setelah Lonjakan 533%

Cambricon Peringatkan Risiko Pasokan dan Spekulasi Saham Setelah Lonjakan 533%
Cambricon Technologies, perusahaan chip AI dari Beijing, telah mengalami lonjakan harga saham yang luar biasa dalam setahun terakhir, meningkat sebesar 533%. Lonjakan ini didorong oleh kebijakan lokal China yang mendukung pengembangan chip AI serta kehadiran model AI baru yang dirancang khusus untuk chip dalam negeri. Namun, perusahaan mengeluarkan peringatan kepada para investor bahwa harga sahamnya saat ini mungkin terlalu tinggi dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya. Mereka mengingatkan bahwa spekulasi berlebihan di pasar saham dapat menimbulkan risiko besar bagi para investor. Selain itu, Cambricon juga menyoroti adanya risiko terkait rantai pasokan akibat pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Karena Cambricon dan beberapa anak perusahaannya masuk dalam daftar hitam ('Entity List') oleh Departemen Perdagangan AS, hal ini dapat mengganggu operasi dan kestabilan pasokan komponennya. Peringatan ini muncul ketika saham Cambricon telah melewati harga saham Kweichow Maotai, sebuah perusahaan minuman keras ternama, sehingga menjadi saham termahal di pasar saham domestik China. Hal ini membuat banyak investor ritel memandang Cambricon sebagai 'raja baru' di pasar saham China. Dengan kondisi ini, masa depan Cambricon masih penuh tantangan terutama dalam menghadapi tekanan dari pembatasan ekspor dan ketidakpastian pasar saham. Para investor diingatkan untuk berhati-hati dan memperhatikan risiko yang ada sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga

  • Strategi AI Meta Menghadapi Tantangan: Menghentikan Pengeluaran AI dan Kerjasama yang Tegang

  • Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Memacu Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber

  • Robot Humanoid Canggih dari China Mengubah Industri dan Budaya

  • China Memperkenalkan Chip 6G Universal Pertama di Dunia dengan Kecepatan 100 Gbps

  • Peningkatan Serangan Siber yang Didukung Negara Mendorong Pertumbuhan Perusahaan Keamanan Siber