
Cambricon Technologies, perusahaan chip AI dari Beijing, telah mengalami lonjakan harga saham yang luar biasa dalam setahun terakhir, meningkat sebesar 533%. Lonjakan ini didorong oleh kebijakan lokal China yang mendukung pengembangan chip AI serta kehadiran model AI baru yang dirancang khusus untuk chip dalam negeri.
Namun, perusahaan mengeluarkan peringatan kepada para investor bahwa harga sahamnya saat ini mungkin terlalu tinggi dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya. Mereka mengingatkan bahwa spekulasi berlebihan di pasar saham dapat menimbulkan risiko besar bagi para investor.
Selain itu, Cambricon juga menyoroti adanya risiko terkait rantai pasokan akibat pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Karena Cambricon dan beberapa anak perusahaannya masuk dalam daftar hitam ('Entity List') oleh Departemen Perdagangan AS, hal ini dapat mengganggu operasi dan kestabilan pasokan komponennya.
Peringatan ini muncul ketika saham Cambricon telah melewati harga saham Kweichow Maotai, sebuah perusahaan minuman keras ternama, sehingga menjadi saham termahal di pasar saham domestik China. Hal ini membuat banyak investor ritel memandang Cambricon sebagai 'raja baru' di pasar saham China.
Dengan kondisi ini, masa depan Cambricon masih penuh tantangan terutama dalam menghadapi tekanan dari pembatasan ekspor dan ketidakpastian pasar saham. Para investor diingatkan untuk berhati-hati dan memperhatikan risiko yang ada sebelum membuat keputusan investasi.