Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Gojek dan Grab Menanggapi Kematian Driver Affan Kurniawan

Share

Beberapa berita melaporkan tentang insiden kematian driver Affan Kurniawan yang dilindas mobil Brimob, dengan Gojek dan Grab merespons dan berjanji untuk menuntaskan kasus ini.

29 Agt 2025, 11.25 WIB

Grab dan Gojek Beri Santunan dan Dukungan Keluarga Driver Ojol Korban Demonstrasi

Grab dan Gojek Beri Santunan dan Dukungan Keluarga Driver Ojol Korban Demonstrasi
Pada tanggal 28 Agustus 2025, terjadi insiden memilukan saat polisi membubarkan massa demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis Brimob, dan rekannya, Moh Umar Amarudin, saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit. Kedua mitra pengemudi ini bekerja di dua platform terkenal, yaitu Grab dan Gojek. Setelah kejadian itu, kedua perusahaan kompak menjanjikan bantuan konkret kepada keluarga korban dan memastikan dukungan penuh bagi mitra-mitra mereka yang terdampak kejadian tersebut. Grab Indonesia memberikan bantuan santunan dan berkunjung secara langsung ke rumah sakit tempat Moh Umar dirawat. Sementara itu, Gojek turut menyediakan fasilitas ambulans, proses autopsi, visum, dan santunan untuk membantu keluarga yang ditinggalkan oleh Affan Kurniawan. Pernyataan duka cita dan solidaritas disampaikan secara terbuka oleh kedua perusahaan lewat akun media sosial resmi mereka. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga empati dan situasi kondusif, demi keselamatan dan ketenangan keluarga korban. Respons dari masyarakat cukup besar di media sosial, banyak yang mendoakan kesembuhan untuk Moh Umar dan meminta dukungan lebih lanjut bagi para driver ojol lainnya agar tetap aman dalam menjalankan tugas sehari-hari mereka.
29 Agt 2025, 09.17 WIB

Duka Mendalam Affan Kurniawan, Driver Ojol Tewas Ditabrak Mobil Brimob

Duka Mendalam Affan Kurniawan, Driver Ojol Tewas Ditabrak Mobil Brimob
Pada tanggal 28 Agustus 2025, kecelakaan tragis terjadi di Pejompongan, Jakarta Barat, ketika sebuah mobil dinas Brimob melindas driver ojek online bernama Affan Kurniawan. Insiden ini menyebabkan Affan meninggal dunia, sementara rekannya, Moh Umar Amarudin, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kecelakaan tersebut mengundang perhatian besar dari masyarakat dan perusahaan transportasi online. Gojek dan Grab sebagai platform transportasi yang mempekerjakan Affan dengan cepat memberikan respon. Melalui media sosial dan pernyataan resmi, Gojek mengungkapkan rasa duka mendalam, mengirim doa untuk keluarga korban, dan berjanji memberikan dukungan penuh, termasuk santunan kepada keluarga Affan serta pendampingan di masa sulit ini. Grab Indonesia juga mengeluarkan pernyataan serupa, menunjukkan komitmen memberikan dukungan moral dan materi bagi keluarga korban dan pengemudi lain yang terkena dampak. Selain itu, Grab telah mengunjungi korban yang masih dirawat dan menegaskan setiap mitra adalah bagian penting dari keluarga besar mereka. Netizen mendesak agar perusahaan tidak hanya memberikan ucapan belasungkawa, tetapi juga aktif memperjuangkan hak dan keadilan bagi Affan serta mengambil tindakan nyata terhadap pihak yang bertanggung jawab. Kritik ini menyoroti kebutuhan perlindungan lebih baik dan empati yang tulus dari perusahaan terhadap pekerja mereka. Direktur Public Affair Goto, Ade Mulyana, menyatakan bahwa perusahaan menyediakan ambulans, proses autopsi, dan visum serta komitmen terus mendampingi keluarga korban. Mereka juga mengimbau agar situasi tetap kondusif demi keamanan bersama. Kejadian ini membuka diskusi penting soal keselamatan dan kesejahteraan pengemudi ojol di Indonesia.
29 Agt 2025, 07.50 WIB

Grab Berikan Dukungan untuk Mitra Driver Korban Insiden Rantis Brimob di Jakarta

Grab Berikan Dukungan untuk Mitra Driver Korban Insiden Rantis Brimob di Jakarta
Pada malam tanggal 28 Agustus 2025, terjadi insiden kericuhan di Pejompongan, Jakarta, yang melibatkan sebuah mobil rantis dari Brimob. Dalam peristiwa tersebut, dua mitra driver ojek online menjadi korban, satu mengalami luka serius dan satu meninggal dunia. Kejadian ini sempat terekam dan viral di media sosial. Para korban yang diketahui bernama Moh Umar Amarudin dan Affan Kurniawan adalah mitra dari platform Grab dan Gojek. Moh Umar sedang menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan Affan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Gojek telah mengidentifikasi Affan sebagai mitra mereka. Grab Indonesia secara resmi memberikan pernyataan keprihatinan dan berkomitmen untuk mendukung para korban dan keluarga. Mereka siap memberikan bantuan konkret berupa dukungan moral serta santunan finansial agar para keluarga korban dapat terbantu di masa sulit ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga angkat bicara, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk menangani kasus secara tuntas. Penanganan serius diharapkan bisa memberikan keadilan dan mencegah insiden serupa di masa depan. Insiden ini menimbulkan perhatian luas dari masyarakat dan pihak terkait. Semua berharap keluarga korban diberikan ketenangan dan suasana tetap kondusif, sambil mendorong perlunya langkah preventif agar keselamatan pengemudi ojek online lebih terjamin di wilayah perkotaan.
29 Agt 2025, 04.31 WIB

Mitra Gojek Tewas Dilanggar Mobil Brimob, Perusahaan Beri Dukungan Keluarga

Mitra Gojek Tewas Dilanggar Mobil Brimob, Perusahaan Beri Dukungan Keluarga
Seorang mitra ojek online Gojek bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, saat kepolisian membubarkan massa demonstrasi di DPR. Peristiwa ini terekam kamera warga dan menyebar di media sosial, mendapat perhatian luas dari masyarakat. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. sebagai induk perusahaan Gojek melakukan verifikasi dan mengonfirmasi bahwa Affan adalah mitra resmi Gojek. Perusahaan menyampaikan duka cita mendalam serta dukungan penuh kepada keluarga korban dan mitra lainnya yang merasakan kesedihan atas kejadian ini. Goto menyiapkan berbagai bantuan termasuk fasilitas ambulans, proses autopsi dan visum untuk kepastian hukum. Selain itu, mereka juga berkomitmen memberikan santunan kepada keluarga sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut angkat bicara menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dalam pengamanan demonstrasi tersebut. Ia juga menegaskan perintah untuk penanganan cepat dan koordinasi dengan berbagai pihak demi penyelesaian kasus ini secara transparan dan adil. Situasi saat ini masih dalam pemantauan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Perusahaan dan aparat kepolisian berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga korban serta mengupayakan yang terbaik bagi semua pihak terkait.
28 Agt 2025, 23.34 WIB

Driver Ojek Online Tewas Dilindas Mobil Brimob saat Demo di Pejompongan

Driver Ojek Online Tewas Dilindas Mobil Brimob saat Demo di Pejompongan
Pada Kamis, 28 Agustus 2025, sebuah insiden tragis terjadi di Pejompongan, Jakarta, saat berlangsungnya demonstrasi. Seorang driver ojek online dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas oleh mobil barracuda milik Brimob. Kejadian ini segera menjadi perhatian publik setelah video insiden tersebar luas di media sosial. Perusahaan GoTo yang menaungi driver ojol tersebut langsung memberikan respons resmi atas kabar tersebut. Ade Mulya, Direktur Public Affairs & Communications GoTo, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu driver mereka dan menegaskan akan terus melakukan investigasi untuk mengonfirmasi identitas korban. Selain itu, GoTo juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan upaya lanjutan. Mereka menegaskan akan selalu memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan insiden tersebut demi transparansi dan kepentingan publik maupun keluarga korban. Ade Mulya mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban supaya situasi pasca insiden ini tetap kondusif dan tidak menimbulkan kericuhan lebih lanjut. Mengingat demo bisa menjadi momen yang berpotensi mengancam keselamatan peserta maupun masyarakat sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan dan keselamatan para driver ojek online yang sehari-harinya berjuang mencari nafkah di tengah berbagai risiko terutama saat situasi sosial yang kurang aman, seperti demonstrasi. Diharapkan kejadian ini membuka mata semua pihak dan mendorong perlindungan lebih baik bagi pekerja transportasi daring.

Baca Juga

  • Gojek dan Grab Menanggapi Kematian Driver Affan Kurniawan

  • TechCrunch Disrupt 2025 Startup Battlefield Diumumkan

  • Departemen Perdagangan AS Publikasikan Data GDP di Berbagai Blockchain

  • Eyebot Mengamankan Pendanaan Seri A Sebesar $20 Juta untuk Memperluas Akses Perawatan Mata

  • Eyebot Mengumpulkan $20 Juta Seri A untuk Memperluas Akses Perawatan Mata