Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Kegoncangan di Layanan Kesehatan AS: Perubahan Profit dan Restrukturisasi Korporat

Share

Perusahaan layanan kesehatan besar di AS menghadapi tantangan signifikan dengan keuntungan yang menurun dan restrukturisasi operasional. Laporan dari Elevance Health dan UnitedHealth menunjukkan dinamika bisnis yang berubah, sehingga mengindikasikan perlunya inovasi dan penyesuaian strategis di sektor kesehatan.

28 Jan 2026, 18.48 WIB

Elevance Health Catat Laba Naik Meski Biaya Kesehatan Meningkat Tajam

Elevance Health Catat Laba Naik Meski Biaya Kesehatan Meningkat Tajam
Elevance Health, perusahaan asuransi kesehatan kedua terbesar di Amerika Serikat, melaporkan pendapatan dan laba bersih yang meningkat pada kuartal keempat tahun 2025. Namun, kinerja ini tetap tertekan oleh meningkatnya biaya perawatan medis yang mereka tanggung akibat permintaan layanan kesehatan yang terus meningkat pasca pandemi Covid-19. Rasio beban manfaat, yang menunjukkan persentase pendapatan premi dipakai untuk biaya medis, mencapai angka 93,5% pada kuartal keempat. Nilai ini jauh di atas target historis yang biasanya di kisaran 80-an persen, menunjukkan tekanan biaya yang cukup berat bagi perusahaan asuransi. Pendapatan total perusahaan ini juga mengalami kenaikan 9,5% menjadi 49,7 miliar dolar AS, dan laba bersih melonjak 31% menjadi 547 juta dolar AS. Namun, jumlah anggota program asuransi kesehatan sedikit menurun satu persen terutama disebabkan oleh penurunan pada segmen Medicaid yang merupakan asuransi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, bisnis layanan kesehatan Carelon yang dimiliki Elevance mengalami pertumbuhan pesat dengan peningkatan pendapatan operasi sebesar 27%. Kenaikan ini didukung oleh ekspansi layanan serta akuisisi seperti CareBridge yang menambah cakupan bisnis mereka. CEO Gail Boudreaux menyatakan bahwa fokus perusahaan pada tahun 2026 adalah meningkatkan keterjangkauan dan kemudahan akses layanan kesehatan sambil menjaga disiplin harga dan berinvestasi pada platform bisnis yang beragam. Mereka optimistis dapat mencapai pertumbuhan laba per saham minimal 12 persen pada tahun 2027.
28 Jan 2026, 04.12 WIB

Optum UnitedHealth Fokus Restrukturisasi dan Layanan Kesehatan Berbasis Nilai

Optum UnitedHealth Fokus Restrukturisasi dan Layanan Kesehatan Berbasis Nilai
UnitedHealth Group, melalui anak usahanya Optum, melakukan perubahan besar dalam bisnis layanan kesehatan mereka. Setelah beberapa tahun tumbuh dengan cepat, Optum kini mundur dari beberapa pasar dan mengakhiri kontrak dengan penyedia layanan yang tidak sejalan dengan strategi perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan mereka benar-benar fokus pada perawatan berbasis nilai yang memberikan hasil terbaik bagi pasien. Optum saat ini memiliki jaringan yang luas dengan lebih dari 2.000 klinik dan ratusan pusat bedah dan layanan rumah sakit. Meski demikian, Optum Health yang merupakan unit utama mengalami penurunan pendapatan dan laba pada tahun 2025. Hal ini terkait dengan perubahan model bisnis dan biaya restrukturisasi yang signifikan. CEO Optum, Dr. Patrick Conway, menjelaskan bahwa mereka akan mempersempit jaringan penyedia mereka sekitar 20% agar lebih fokus dan sejajar dengan tujuan memberikan perawatan yang tepat, di waktu yang tepat, dan dalam jumlah yang tepat untuk pasien. Optum juga berencana untuk mengeliminasi kontrak PPO yang kurang selaras dan menyesuaikan posisi di pasar tertentu. Selain menyederhanakan jaringan penyedia, Optum juga mendorong penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil perawatan. Saat ini, hampir semua penyedia yang mereka pekerjakan sudah menggunakan salah satu dari tiga sistem rekam medis elektronik strategis untuk mendukung integrasi data dan perawatan pasien yang lebih baik. Meskipun tahun 2025 menjadi tahun tantangan bagi Optum Health di sisi pendapatan dan laba, perusahaan optimistis bisa kembali tumbuh sekitar 9% pada tahun 2026. Fokus 'kembali ke dasar' dengan perawatan terintegrasi berbasis nilai dan teknologi diharapkan dapat memperkuat posisi Optum sebagai pemimpin di bidang layanan kesehatan.
27 Jan 2026, 18.00 WIB

UnitedHealth Group Catat Laba Tipis 2025, Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Pasar Inti

UnitedHealth Group Catat Laba Tipis 2025, Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Pasar Inti
UnitedHealth Group berhasil meraih laba sebesar 10 juta dolar AS pada kuartal keempat tahun 2025, meskipun harus menanggung biaya restrukturisasi yang sangat besar, mencapai 1,6 miliar dolar AS. Biaya ini termasuk kerugian dari serangan siber pada tahun sebelumnya dan biaya restrukturisasi lainnya seperti pengurangan tenaga kerja dan pengelolaan properti. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melakukan perbaikan keuangan dan operasional secara keseluruhan. Pada tahun 2025, laba bersih UnitedHealth hanya mencapai 12 miliar dolar AS, turun dibandingkan 14,4 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang menantang dan peningkatan biaya medis yang cukup signifikan, terutama di kuartal terakhir. Namun, perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan dengan total 447,6 miliar dolar AS, meningkat 12% dari tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari strategi bisnis, UnitedHealth menarik diri dari beberapa pasar Medicare Advantage dan memperkirakan jumlah peserta di program ini akan menurun lebih dari 1,1 juta orang. Langkah ini juga diikuti oleh pesaing seperti Aetna dan Humana, sebagai upaya mengatasi tekanan biaya dan kurangnya kenaikan tarif pemerintah pada program tersebut. Selain pengurangan di segmen Medicare Advantage, total peserta dalam semua program medis milik UnitedHealth diperkirakan turun menjadi 47 juta di tahun 2026. Meski demikian, optum dan unit lainnya tetap mencatat pertumbuhan pendapatan yang menggembirakan, menunjukkan ketangguhan perusahaan di beberapa lini bisnisnya yang lain. CEO Stephen Hemsley menyatakan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, perusahaan telah melakukan berbagai tindakan strategis untuk memperkuat kinerja dan tetap melayani pelanggan dengan lebih baik. Perusahaan optimistis bahwa restrukturisasi ini akan membawa momentum positif untuk tahun-tahun mendatang dan membantu meningkatkan performa inti mereka secara berkelanjutan.

Baca Juga

  • Rebalancing Ilmu Pengetahuan Global: Migrasi Talenta AS–Cina dan Investasi Kolaboratif

  • Tantangan Meningkat di Indonesia: Cuaca Ekstrem dan Bahaya Geologis

  • Peringatan Megatsunami Apokaliptik: Gelombang 200 Meter Mengancam

  • Reformasi Penerbitan Ilmiah di Era Media Sosial

  • Pengungkapan Kosmik: Menyingkap Rahasia Pembentukan Bintang dan Supernova