Fokus
Teknologi

Merek Smartphone China Mempercepat Integrasi Fitur Premium

Share

Industri smartphone di China menunjukkan tren baru dengan cepat mengadopsi teknologi dan fitur premium yang sebelumya dominan di pasar high-end, seperti pada produk iPhone. Inovasi ini mengindikasikan pergeseran strategi di tengah persaingan global, memaksa pemain tradisional seperti Apple dan Samsung untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang semakin canggih.

06 Feb 2026, 21.20 WIB

Apple Siapkan Teknologi Layar Lipat Tahan Gores dan Lebih Premium untuk iPhone

Apple Siapkan Teknologi Layar Lipat Tahan Gores dan Lebih Premium untuk iPhone
Apple sedang mengembangkan teknologi ponsel lipat yang lebih tahan terhadap goresan dan kerusakan dibandingkan ponsel lipat Android. Mereka fokus pada pemilihan material film khusus yang akan melapisi kaca lipat di layar iPhone agar lebih awet dan kuat. Menurut laporan dari The Elec dan sumber internal di Apple, perusahaan saat ini mempertimbangkan antara menggunakan film PET dan film PI transparan untuk layar lipatnya. Film PET sudah pernah dipakai oleh Samsung, sementara PI menawarkan permukaan yang lebih keras dan tahan goresan. Lens Technology dari China dipercaya menjadi produsen yang akan membuat dan merekatkan kaca lipat untuk iPhone. Apple akan memulai produksi uji coba kecil pada Februari dan berencana produksi massal pada Mei. Keputusan final mengenai teknologi layar ini akan diambil sekitar bulan September. iPhone Fold yang akan diluncurkan bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan Pro Max pada musim gugur diperkirakan memiliki layar bagian dalam 7,8 inci tanpa lipatan yang terlihat, dan layar bagian luar berukuran 5,5 inci. Teknologi ini diharapkan menjadi terobosan baru di pasar ponsel lipat. Langkah Apple ini mengindikasikan mereka ingin membedakan produk lipat mereka dari kompetitor dengan menawarkan layar yang lebih premium dan tahan lama. Jika sukses, iPhone Fold akan menjadi pionir di segmen smartphone lipat yang selama ini masih menghadapi tantangan dari sisi kekuatan layar.
06 Feb 2026, 18.00 WIB

Persaingan Smartphone Global dan Kenaikan Harga di Tengah Krisis Komponen 2026

Persaingan Smartphone Global dan Kenaikan Harga di Tengah Krisis Komponen 2026
Samsung dan Apple masih menjadi pemain utama pasar smartphone dunia dengan masing-masing menguasai sekitar 19% pangsa pasar di tahun 2025. Meski demikian, hasil riset dari dua firma berbeda, Omdia dan Counterpoint, menunjukkan perbedaan kecil dalam angka dan posisi pasar, dengan Counterpoint menempatkan Apple sebagai pemuncak pangsa pasar. Meskipun merek-merek besar asal China seperti Xiaomi, Oppo, dan Huawei sudah terkenal, Honor muncul sebagai merek yang mencatat pertumbuhan pasar paling tinggi yaitu 11% sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan perubahan peta persaingan baru di industri smartphone dengan merek-merek China yang mulai merangsek ke level global. Namun, industri smartphone sedang menghadapi tantangan berat dari krisis rantai pasok komponen seperti DRAM dan semikonduktor yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga komponen. Kondisi ini mulai berdampak pada harga jual perangkat, terutama di segmen smartphone murah yang memiliki margin keuntungan paling tipis. Beberapa vendor besar di Indonesia, seperti vivo dan ASUS, sudah mengumumkan adanya penyesuaian harga produk yang bersifat selektif sesuai segmen pasar dan struktur biaya. Penyesuaian harga ini diperkirakan akan dirasakan secara luas oleh konsumen selama 2026 dan mungkin bertahan hingga awal 2027. Para analis memprediksi tekanan dari kelangkaan komponen dan dinamika harga akan terus menghantui industri smartphone, memaksa vendor untuk melakukan inovasi sekaligus strategi pengelolaan biaya yang lebih efisien agar dapat bertahan dan memenuhi kebutuhan pasar yang masih dinamis.
05 Feb 2026, 21.00 WIB

Huawei dan Oppo Siapkan Kamera Depan Kotak Canggih Ala iPhone 17

Huawei dan Oppo Siapkan Kamera Depan Kotak Canggih Ala iPhone 17
Huawei dan Oppo sedang mengembangkan teknologi kamera depan baru dengan sensor berbentuk kotak, terinspirasi dari fitur 'Center Stage' yang diperkenalkan Apple pada iPhone 17. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengambil foto dan video dengan subjek tetap di tengah frame walau ponsel dalam posisi lanskap atau potret. Sensor kamera depan konvensional biasanya berbentuk persegi panjang dengan rasio aspek 4:3 atau 3:2, yang membuat pengguna harus menyesuaikan orientasi ponsel untuk foto yang lebih lebar atau tinggi. Sensor kotak ini memberikan fleksibilitas lebih dalam pengambilan gambar yang dapat digunakan ulang di berbagai platform dengan format berbeda seperti TikTok dan YouTube. Menurut bocoran tipster Digital Chat Station, Oppo kemungkinan akan mengimplementasikan teknologi ini pada produk flagship mereka, seperti seri Find X10 yang akan datang, dan teknologi ini disebut-sebut lebih canggih dibanding milik Apple. Sementara itu, Huawei memilih fokus di ponsel kelas menengah dengan fitur fotografi unggulan. Meski kamera selfie selama ini kurang mendapat perhatian dibanding kamera belakang, banyak kamera depan sudah mampu menghasilkan kualitas foto yang baik berkat kombinasi perangkat keras dan pemrosesan gambar yang terus berkembang. Inovasi sensor kotak ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi kamera depan secara signifikan. Teknologi kamera depan dengan sensor kotak ini berpotensi menjadi tren baru di industri ponsel, mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam membuat konten multimedia yang fleksibel untuk berbagai platform sosial media. Inovasi ini memperlihatkan bagaimana produsen terus berkompetisi menghadirkan fitur yang mendukung ekosistem digital modern.