Fokus
Teknologi

Integrasi AI Suara Siap Mendefinisikan Ulang Antarmuka Teknologi Konsumen

Share

Beberapa pemain besar dari berbagai sektor, seperti Apple, ElevenLabs, dan Amazon, sedang mengembangkan integrasi AI suara ke dalam sistemnya, mulai dari infotainment kendaraan hingga aplikasi asisten digital. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi pengguna dengan teknologi secara lebih natural dan responsif, yang jika berhasil dapat merevolusi cara manusia berkomunikasi dengan perangkat mereka.

06 Feb 2026, 23.22 WIB

Pengguna Alexa Frustrasi dengan Alexa Plus dan Iklan dalam Daftar Belanja

Pengguna Alexa Frustrasi dengan Alexa Plus dan Iklan dalam Daftar Belanja
Banyak pengguna Alexa sudah lama menikmati kemudahan menambah item ke daftar belanja dengan suara di seluruh rumah menggunakan perangkat Echo. Namun, peluncuran Alexa Plus dan perubahan desain pada aplikasi Alexa membuat proses ini menjadi rumit dan penuh gangguan iklan. Pengguna kini harus melalui beberapa langkah untuk menambah barang, dengan iklan yang menutupi layar aplikasi. Selain iklan, interaksi dengan Alexa Plus juga berubah, di mana asisten AI yang lebih pintar memberikan respon panjang dan komentar yang tidak diinginkan saat pengguna menambah item ke daftar belanja. Hal ini membuat pengalaman yang sebelumnya praktis menjadi menjengkelkan dan lambat. Sebagai perbandingan, pengguna mulai beralih ke Apple Reminders dan Siri meskipun hanya memiliki beberapa HomePods di rumahnya. Siri memang memberikan konfirmasi yang verbose, tapi aplikasi Reminders sangat sederhana, bersih, dan bebas iklan, sehingga membuat proses pengelolaan daftar belanja lebih efisien. Amazon mengakui bahwa mereka sedang melakukan uji coba dengan menampilkan produk Whole Foods di dalam aplikasi, namun hal ini mendapat kritik karena menambah hambatan saat menambah item. Upaya Amazon menonjolkan Alexa Plus juga terlihat dari tampilan aplikasi yang menempatkan chatbot AI sebagai kartu utama pada halaman depan, meminggirkan fitur favorit dan daftar perangkat. Meskipun Alexa Plus dirancang untuk menjadi asisten AI serba bisa, kenyataannya interaksi dasar seperti menambah item ke daftar belanja menjadi lebih rumit dan kurang ramah pengguna. Jika kondisi ini terus berlanjut, Amazon berisiko kehilangan loyalitas pengguna yang mencari alat praktis dan tanpa gangguan iklan dalam pengelolaan tugas sehari-hari.
05 Feb 2026, 21.41 WIB

Suara Jadi Antarmuka Utama AI Masa Depan, ElevenLabs Kumpulkan Rp7,2 Triliun

Suara Jadi Antarmuka Utama AI Masa Depan, ElevenLabs Kumpulkan Rp7,2 Triliun
Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bergerak semakin pesat ke arah penggunaan suara sebagai cara utama manusia berinteraksi dengan mesin. CEO dan co-founder ElevenLabs, Mati Staniszewski, menyatakan bahwa suara tidak hanya meniru cara berbicara manusia dengan emosi dan intonasi, tetapi juga mampu bekerja bersama kemampuan berpikir dari model bahasa besar untuk membuat interaksi lebih natural. ElevenLabs baru saja mengumpulkan dana sebesar 500 juta dolar AS dengan valuasi 11 miliar dolar AS. Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi suara yang menggabungkan pemrosesan di cloud dan perangkat keras, sehingga suara menjadi bagian konstan dari pengalaman sehari-hari lewat perangkat seperti headphone dan wearable lainnya. Selain ElevenLabs, perusahaan besar seperti OpenAI, Google, dan Apple juga berfokus pada pengembangan suara sebagai antarmuka AI berikutnya. Meta pun bekerjasama dengan ElevenLabs untuk membangun fitur suara pada produknya seperti Instagram dan Horizon Worlds, bahkan mungkin pada kacamata pintar Ray-Ban mereka. Salah satu perubahan besar yang sedang terjadi adalah AI mulai menjadi lebih 'agentic', artinya AI bisa mengingat konteks dan mengerti kebutuhan pengguna tanpa perlu instruksi yang terus-menerus diberikan. Hal ini membuat interaksi suara lebih mudah dan alami, serta membantu pengguna kembali fokus ke dunia nyata. Namun, penggunaan suara secara terus-menerus juga membawa kekhawatiran serius terhadap privasi dan potensi pengawasan, karena data suara sangat pribadi dan bisa saja disalahgunakan. Oleh karena itu, isu keamanan dan privasi menjadi sangat penting seiring dengan berkembangnya teknologi ini.