
Cina berhasil melakukan uji terbang kunci selama delapan menit yang menguji teknologi utama dalam sistem pendaratan bulan berawak mereka. Uji terbang ini melibatkan pelarian udara kapsul awak Mengzhou dan peluncuran serta pendaratan tahap inti roket bulan, sebuah langkah yang menandai kemajuan besar dalam program luar angkasa negara tersebut.
Para ahli seperti Rand Simberg menyebut keberhasilan uji coba ini sebagai tanda kesiapan China untuk mengirim astronot ke bulan, menunjukkan bahwa negara ini mendekati target pendaratan berawak sebelum tahun 2030. Hal ini menempatkan China sejajar dengan Amerika Serikat dalam perlombaan eksplorasi bulan.
Sementara itu, NASA yang tengah mempersiapkan peluncuran misi Artemis II, berencana mengirim awak manusia mengelilingi bulan dalam waktu dekat. Namun, misi tersebut tidak akan melakukan pendaratan, menandakan bahwa Artemis II merupakan langkah awal yang penting dalam program eksplorasi bulan AS.
Persaingan antar perusahaan antariksa Amerika seperti SpaceX dan Blue Origin semakin ketat dalam menawarkan teknologi pendarat bulan yang dapat digunakan untuk misi masa depan. Persaingan ini juga menambah dinamika kompleks dalam upaya pemerintah AS untuk mempertahankan keunggulan eksplorasi luar angkasa.
Keberhasilan China pada uji terbang ini memicu spekulasi bahwa misi pendaratan berawak ke bulan oleh China akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat, yang akan mengubah lanskap kompetisi luar angkasa global dan mungkin memicu akselerasi pengembangan teknologi serupa di seluruh dunia.