Courtesy of CNBCIndonesia
Apple Tergusur Microsoft Sebagai Perusahaan Paling Bernilai Dunia Akibat Tarif AS
Menginformasikan tentang perubahan posisi Apple dan Microsoft sebagai perusahaan paling bernilai di dunia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
09 Apr 2025, 20.20 WIB
165 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Apple mengalami penurunan signifikan dalam kapitalisasi pasar akibat kebijakan tarif.
- Microsoft berhasil merebut posisi sebagai perusahaan paling bernilai meskipun menghadapi tantangan.
- Persaingan dengan produsen HP asal China semakin ketat, mempengaruhi pengapalan iPhone.
Jakarta, Indonesia - Posisi Apple sebagai perusahaan paling bernilai di dunia kini telah digeser oleh Microsoft. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan tarif yang membuat impor komponen dari China menjadi lebih mahal. Apple banyak merakit iPhone di China dan komponen iPhone mayoritas berasal dari sana.
Baca juga: Apple Hadapi Kerugian Tarif AS dan Tantangan AI, Produksi Mulai Pindah ke India dan Vietnam
Selama 4 hari berturut-turut, saham Apple ambruk 23% dan kapitalisasi pasarnya merosot menjadi USRp 42.59 quadriliun ($2,59 triliun) . Sementara itu, Microsoft lebih 'berharga' dengan nilai kapitalisasi pasar USRp 43.41 quadriliun ($2,64 triliun) . Apple juga menghadapi persaingan sengit dengan produsen HP asal China, yang menyebabkan pengapalan iPhone turun 12,6% secara tahun-ke-tahun.
Analis UBS meramalkan harga iPhone 16 Pro Max bisa meroket hingga USRp 5.76 juta ($350) atau sekitar Rp6 jutaan. Meskipun Microsoft sempat memberikan prediksi pendapatan yang mengecewakan, analis Jefferies menurunkan target harga untuk banyak saham perusahaan software dan menyatakan Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang tak terlalu terdampak oleh ketidakpastian tarif pemerintahan Trump.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250409161532-37-624646/apple-anjlok-parah-perusahaan-ini-langsung-jadi-raja-nomor-1-dunia
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250409161532-37-624646/apple-anjlok-parah-perusahaan-ini-langsung-jadi-raja-nomor-1-dunia
Analisis Kami
"Apple sangat bergantung pada rantai pasok dari China, sehingga kebijakan tarif yang diterapkan membuat biaya produksinya naik drastis, menggerus keuntungan dan kepercayaan investor. Sementara itu, Microsoft yang lebih diversified dalam sumber pendapatannya dapat bertahan dan naik ke puncak, menunjukkan bahwa diversifikasi dan adaptasi adalah kunci kelangsungan dalam industri teknologi yang dinamis ini."
Analisis Ahli
Analis UBS
"Prediksi kenaikan harga iPhone 16 Pro Max hingga US$350 dipengaruhi oleh tekanan biaya produksi dan tarif impor yang tinggi."
Analis Jefferies
"Microsoft kurang terdampak oleh ketidakpastian tarif Pemerintahan Trump dibandingkan perusahaan lain di sektor perangkat lunak."
Prediksi Kami
Jika kebijakan tarif dan persaingan pasar dari produsen China terus berlanjut, Apple mungkin akan sulit untuk merebut kembali posisi perusahaan paling bernilai dunia dalam waktu dekat dan bisa mengalami penurunan lebih lanjut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan Apple kehilangan posisi sebagai perusahaan paling bernilai di dunia?A
Apple kehilangan posisi sebagai perusahaan paling bernilai di dunia karena penurunan saham yang signifikan dan dampak kebijakan tarif.Q
Bagaimana kebijakan tarif Donald Trump mempengaruhi Apple?A
Kebijakan tarif Donald Trump menyebabkan biaya impor komponen dari China menjadi lebih mahal, yang berdampak pada profitabilitas Apple.Q
Apa yang terjadi pada saham Apple dalam beberapa hari terakhir?A
Saham Apple ambruk 23% dalam waktu 4 hari, menyebabkan kapitalisasi pasarnya merosot menjadi US$2,59 triliun.Q
Mengapa Microsoft dianggap lebih tahan terhadap ketidakpastian tarif?A
Microsoft dianggap lebih tahan terhadap ketidakpastian tarif karena model bisnisnya yang berbeda dan kurang bergantung pada impor dari China.Q
Apa prediksi analis UBS mengenai harga iPhone 16 Pro Max?A
Analis UBS memprediksi harga iPhone 16 Pro Max bisa meroket hingga US$350.