Hujan Salju Langka Terjadi di Gurun Atacama, Operasi Teleskop ALMA Terganggu
Courtesy of CNBCIndonesia

Hujan Salju Langka Terjadi di Gurun Atacama, Operasi Teleskop ALMA Terganggu

Memberikan informasi tentang fenomena hujan salju yang sangat langka terjadi di Gurun Atacama dan dampaknya terhadap operasi teleskop ALMA serta kondisi cuaca ekstrem yang menyertainya.

07 Jul 2025, 11.20 WIB
49 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Salju yang turun di Gurun Atacama adalah kejadian yang sangat langka dan terjadi setelah lebih dari 10 tahun.
  • Operasi di teleskop ALMA terpaksa dihentikan akibat fenomena cuaca ekstrem.
  • Badan Meteorologi Chile mengeluarkan peringatan cuaca terkait fenomena inti dingin yang melintasi wilayah tersebut.
Antofagasta, Chile - Gurun Atacama di utara Chile terkenal sebagai tempat paling kering di dunia yang biasanya hanya menerima sedikit hujan setiap tahunnya. Namun, pekan lalu fenomena langka terjadi di wilayah ini saat salju turun di beberapa bagian gurun tersebut.
Salah satu kawasan yang terkena hujan salju adalah lokasi fasilitas pendukung operasi ALMA, sebuah jaringan teleskop radio canggih yang digunakan untuk mengamati ruang angkasa. Lokasi ALMA berada di ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut.
Salju ini menyebabkan penghentian sementara seluruh kegiatan ilmiah di observatorium ALMA sejak 26 Juni 2025, karena hujan salju di base camp ALMA ini bahkan tidak pernah tercatat selama lebih dari 10 tahun terakhir.
Cuaca ekstrem ini disebabkan oleh ketidakstabilan atmosfer yang tidak biasa dan adanya fenomena inti dingin yang melewati utara Chile. Badan Meteorologi Chile pun mengeluarkan peringatan angin kencang dengan kecepatan hingga 100 km/jam di wilayah Antofagasta dan sekitarnya.
Menurut para ahli klimatologi, seperti Raul Cordero dari Universitas Santiago, salju pada ketinggian sekitar 3.000 meter seperti di base camp ALMA termasuk fenomena yang sangat langka. Biasanya salju turun hanya beberapa kali setahun di ketinggian lebih dari 5.000 meter di Dataran Tinggi Chajnantor.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250707110649-37-646825/salju-mendadak-turun-di-gurun-terkering-di-bumi-dunia-berubah-total

Analisis Ahli

Raul Cordero
"Salju di ketinggian sekitar 3.000 meter di Gurun Atacama sangat jarang dan menunjukkan ketidakstabilan atmosfer yang tidak biasa, menandai perubahan iklim lokal yang perlu dipantau lebih lanjut."

Analisis Kami

"Fenomena salju di Gurun Atacama menandakan adanya perubahan pola iklim yang signifikan di wilayah tersebut, yang sebelumnya dianggap stabil dan kering. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan dan pengelola fasilitas ilmiah agar siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang tidak terduga di masa depan."

Prediksi Kami

Kemungkinan fenomena cuaca ekstrem seperti salju dan angin kencang di ketinggian yang biasanya kering dapat terjadi lebih sering akibat perubahan iklim yang mempengaruhi pola cuaca regional di Gurun Atacama.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa fenomena cuaca langka yang terjadi di Gurun Atacama?
A
Fenomena cuaca langka yang terjadi adalah turunnya salju di Gurun Atacama.
Q
Mengapa operasi di ALMA dihentikan?
A
Operasi di ALMA dihentikan karena salju menyelimuti area tempat beroperasinya teleskop.
Q
Berapa curah hujan yang biasanya diterima Gurun Atacama per tahun?
A
Gurun Atacama biasanya menerima curah hujan kurang dari 2,5 cm per tahun.
Q
Siapa yang memberikan penjelasan mengenai fenomena cuaca ini?
A
Penjelasan mengenai fenomena cuaca ini diberikan oleh Raul Cordero, seorang klimatolog.
Q
Apa penyebab dari cuaca ekstrem yang terjadi di utara Chile?
A
Cuaca ekstrem ini disebabkan oleh ketidakstabilan atmosfer yang tidak biasa di bagian utara Chile.