Pendapatan TikTok Meningkat, Namun Tekanan Regulasi di Eropa Meningkat Juga
Courtesy of CNBCIndonesia

Pendapatan TikTok Meningkat, Namun Tekanan Regulasi di Eropa Meningkat Juga

Menjelaskan kondisi terkini dan tantangan yang dihadapi TikTok terutama di pasar Eropa dan AS, termasuk pertumbuhan pendapatan yang signifikan serta isu legal dan regulasi yang mengancam operasional perusahaan.

25 Agt 2025, 21.00 WIB
66 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pendapatan TikTok di Eropa meningkat meskipun ada ancaman pemblokiran di AS.
  • TikTok menghadapi berbagai tuntutan hukum dari otoritas Eropa terkait data dan keamanan.
  • Inisiatif Project Clover diluncurkan untuk memperkuat keamanan data pengguna di Eropa.
Jakarta, Indonesia - TikTok, aplikasi populer milik ByteDance dari China, terus meraih kesuksesan besar di pasar Eropa, Inggris, dan Amerika Latin. Pendapatan mereka naik sebesar 38% mencapai USRp 103.60 triliun ($6,3 miliar) , menunjukkan antusiasme pengguna yang semakin besar meskipun menghadapi berbagai tantangan dari pemerintah di beberapa negara.
Selain pendapatan yang tumbuh, TikTok juga berhasil mengurangi kerugiannya secara signifikan. Kerugian sebelum pajak turun dari USRp 24.17 triliun ($1,47 miliar) menjadi USRp 10.13 triliun ($616 juta) pada tahun 2024. Ini menandakan bahwa perusahaan mulai berada di jalur yang lebih stabil secara finansial.
Namun, di Amerika Serikat, TikTok masih terancam diblokir jika ByteDance tidak menjual operasional aplikasi tersebut di sana. Perintah pemblokiran ini sudah beberapa kali ditangguhkan oleh Presiden Donald Trump, tetapi ketidakpastian tetap menyelimuti masa depan TikTok di AS.
Di sisi lain, di Eropa, TikTok disorot oleh berbagai otoritas karena diduga gagal mengelola risiko keamanan data, terutama yang berkaitan dengan pemilu dan perlindungan anak. TikTok menghadapi tuntutan hukum, denda besar, dan penyelidikan dari regulator negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Perancis, dan Irlandia.
Untuk mengatasi isu-isu ini, TikTok meluncurkan Project Clover dan membuka pusat data di Norwegia, serta merencanakan pembangunan pusat data kedua di Finlandia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan memastikan keamanan data pengguna terutama di wilayah Eropa.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250825163940-37-661211/negara-barat-sudah-kecanduan-produk-china-ini-buktinya

Analisis Kami

"Meskipun TikTok menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang mengesankan, kontroversi terkait data dan keamanan membuat masa depan perusahaan ini tetap penuh tantangan, terutama di pasar barat yang sangat sensitif terhadap privasi. Inisiatif seperti Project Clover menunjukkan keseriusan TikTok dalam mengatasi isu regulasi, tapi jalan menuju kepercayaan penuh publik dan pemerintah masih panjang."

Analisis Ahli

Dr. Iwan Gunawan (Ahli Teknologi Informasi)
"TikTok harus terus berinovasi dalam langkah keamanan dan transparansi data agar mampu mempertahankan basis penggunanya di Eropa, sambil menyesuaikan diri dengan regulasi yang kian ketat."

Prediksi Kami

TikTok kemungkinan akan terus berkembang pesat di pasar Eropa dengan pendapatan yang meningkat, namun akan tetap menghadapi tekanan regulasi dan kemungkinan denda besar dari pemerintah Eropa di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan pendapatan TikTok di pasar Eropa?
A
Pendapatan TikTok di pasar Eropa mengalami kenaikan 38% menjadi US$6,3 miliar.
Q
Apa yang diminta oleh Komisi Eropa terhadap TikTok?
A
Komisi Eropa menuduh TikTok gagal mengurangi risiko integritas pemilu dan membuka proses hukum terhadapnya.
Q
Siapa yang pernah memerintahkan ByteDance untuk menjual TikTok?
A
Donald Trump, mantan Presiden AS, pernah memerintahkan ByteDance untuk menjual TikTok atau menghadapi pemblokiran di AS.
Q
Apa tujuan dari Project Clover yang diluncurkan TikTok?
A
Project Clover bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pengguna dengan mendirikan pusat data di Eropa.
Q
Mengapa TikTok menghadapi tuntutan hukum di beberapa negara?
A
TikTok menghadapi tuntutan hukum terkait penggunaan data anak-anak dan pengiklanan ilegal di beberapa negara.

Artikel Serupa

Nasib TikTok di AS Masih Mengambang, Blackstone Batal Jadi InvestorCNBCIndonesia
Finansial
1 bulan lalu
32 dibaca

Nasib TikTok di AS Masih Mengambang, Blackstone Batal Jadi Investor

TikTok Kembangkan Aplikasi Baru Sambut Penjualan Paksa di AS Tahun 2025CNBCIndonesia
Bisnis
1 bulan lalu
46 dibaca

TikTok Kembangkan Aplikasi Baru Sambut Penjualan Paksa di AS Tahun 2025

TikTok Didenda Rp9,9 Triliun karena Pelanggaran Data Pengguna UECNBCIndonesia
Teknologi
3 bulan lalu
79 dibaca

TikTok Didenda Rp9,9 Triliun karena Pelanggaran Data Pengguna UE

TikTok Kena Denda Rp9,9 Triliun, Kirim Data Warga EU ke China Tanpa IzinCNBCIndonesia
Teknologi
3 bulan lalu
143 dibaca

TikTok Kena Denda Rp9,9 Triliun, Kirim Data Warga EU ke China Tanpa Izin

TikTok Dominasi Video Pendek, Monetisasi Jadi Tantangan Pesaing BesarCNBCIndonesia
Bisnis
4 bulan lalu
128 dibaca

TikTok Dominasi Video Pendek, Monetisasi Jadi Tantangan Pesaing Besar

TikTok Perluas Layanan E-commerce ke Jepang di Tengah Tekanan ASCNBCIndonesia
Bisnis
4 bulan lalu
70 dibaca

TikTok Perluas Layanan E-commerce ke Jepang di Tengah Tekanan AS