TikTok Pangkas Ratusan Moderator Demi Maksimalkan AI dalam Moderasi Konten
Courtesy of CNBCIndonesia

TikTok Pangkas Ratusan Moderator Demi Maksimalkan AI dalam Moderasi Konten

Memberikan informasi terkait langkah efisiensi yang dilakukan TikTok dengan memangkas pekerjaan moderator manusia dan menggantinya dengan teknologi AI, sekaligus menunjukkan reaksi dan potensi risiko dari perubahan tersebut bagi pengguna platform.

27 Agt 2025, 14.50 WIB
7 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • TikTok memangkas ratusan pekerjaan moderator konten sebagai bagian dari reorganisasi.
  • Perusahaan beralih ke kecerdasan buatan untuk moderasi konten, yang mengundang kritik dari serikat pekerja.
  • Pendapatan TikTok di Inggris dan Eropa meningkat meskipun terjadi pemangkasan pekerjaan.
Jakarta, Indonesia - TikTok mengumumkan akan memangkas ratusan posisi moderator konten di beberapa wilayah seperti Inggris, Asia Selatan, dan Asia Tenggara sebagai bagian dari reorganisasi global. Pemangkasan terutama terjadi pada tim trust and safety yang bertugas menjaga keamanan konten di platform tersebut.
Perusahaan mengungkapkan langkah tersebut dilakukan untuk memusatkan operasi di lokasi lebih sedikit dan mempercepat efektivitas moderasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Meskipun sebagian tim trust and safety tetap ada, sebagian pekerjaan akan dialihkan ke kantor di Eropa dan vendor pihak ketiga.
TikTok menyatakan bahwa saat ini lebih dari 85% konten yang melanggar pedoman komunitas berhasil diidentifikasi dan dihapus secara otomatis oleh sistem AI. Kebijakan ini menunjukkan pergeseran perusahaan dalam memanfaatkan teknologi daripada mengandalkan tenaga manusia.
Namun, keputusan ini memicu kritik dari serikat pekerja yang menilai penggantian moderator manusia dengan AI dapat membahayakan keselamatan pengguna TikTok. Serikat pekerja juga mengkhawatirkan kualitas pengawasan konten yang menurun akibat berkurangnya tenaga manusia di lapangan.
Meskipun melakukan efisiensi dan pemangkasan tenaga kerja, bisnis TikTok tetap mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan di Inggris dan Eropa. Laporan keuangan menunjukkan pendapatan meningkat 38% menjadi 6,3 miliar dolar AS pada 2024, sementara kerugian operasional turun drastis.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250827124431-37-661769/tiktok-phk-massal-ratusan-karyawan-mau-diganti-ai

Analisis Kami

"Langkah TikTok mengganti moderator manusia dengan AI memang efisien dari sisi biaya, namun berisiko menurunkan kualitas pengawasan konten yang sensitif dan berpotensi membahayakan pengguna. Perusahaan perlu seimbang antara teknologi dan pendekatan manusia agar moderasi tetap akurat dan bertanggung jawab."

Analisis Ahli

John Chadfield
"Penggantian moderator manusia dengan AI yang belum matang sangat berisiko bagi keselamatan jutaan pengguna dan pekerja sudah lama memperingatkan bahaya ini."

Prediksi Kami

TikTok kemungkinan akan terus mengurangi jumlah moderator manusia dan semakin bergantung pada teknologi AI dalam moderasi konten, yang bisa memicu ketegangan antara efisiensi operasional dan kualitas moderasi serta keselamatan pengguna di masa depan.

Artikel Serupa

TikTok PHK Massal di Jerman, AI Gantikan Moderator Konten dan Kontroversi MeningkatCNBCIndonesia
Teknologi
15 hari lalu
67 dibaca

TikTok PHK Massal di Jerman, AI Gantikan Moderator Konten dan Kontroversi Meningkat

Pro-Kontra Penunjukan Erica Mindel dalam Kebijakan Ujaran Kebencian TikTokCNBCIndonesia
Bisnis
17 hari lalu
52 dibaca

Pro-Kontra Penunjukan Erica Mindel dalam Kebijakan Ujaran Kebencian TikTok

TikTok Perkuat Perlindungan Remaja dengan Notifikasi Orang Tua Saat Unggah VideoCNBCIndonesia
Sains
18 hari lalu
86 dibaca

TikTok Perkuat Perlindungan Remaja dengan Notifikasi Orang Tua Saat Unggah Video

AS Ancaman Serius Blokir TikTok Jika China Tolak Jual Operasi ke ASCNBCIndonesia
Teknologi
1 bulan lalu
113 dibaca

AS Ancaman Serius Blokir TikTok Jika China Tolak Jual Operasi ke AS

Nasib TikTok di AS Masih Mengambang, Blackstone Batal Jadi InvestorCNBCIndonesia
Finansial
1 bulan lalu
32 dibaca

Nasib TikTok di AS Masih Mengambang, Blackstone Batal Jadi Investor

TikTok Didenda Rp9,9 Triliun karena Pelanggaran Data Pengguna UECNBCIndonesia
Teknologi
3 bulan lalu
79 dibaca

TikTok Didenda Rp9,9 Triliun karena Pelanggaran Data Pengguna UE