Pengorbanan Manusia Berdasarkan Gender Ungkap Struktur Sosial Neolitikum Shimao
Courtesy of SCMP

Pengorbanan Manusia Berdasarkan Gender Ungkap Struktur Sosial Neolitikum Shimao

Mengungkapkan pola pengorbanan manusia berdasarkan gender di masyarakat kuno Shimao dan memberikan bukti awal adanya struktur sosial hierarkis dengan preferensi gender dalam ritual pengorbanan, yang penting untuk memahami sejarah sosial dan budaya manusia di Tiongkok pada Zaman Neolitikum.

29 Nov 2025, 11.00 WIB
61 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penelitian menunjukkan bahwa pengorbanan manusia di Shimao memiliki pola gender yang spesifik.
  • Ada bukti bahwa masyarakat di Shimao memiliki struktur sosial yang hierarkis.
  • Penemuan ini mengubah pemahaman tentang kebudayaan Neolitik di Cina dan praktik penguburan.
Shaanxi, Tiongkok - Penelitian terbaru yang dilakukan di situs purbakala Shimao di Tiongkok mengungkap bahwa pengorbanan manusia pada masa Neolitikum memiliki pola yang berbeda berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini berasal dari analisis DNA kuno terhadap lebih dari 100 sampel jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa korban pengorbanan massal kebanyakan adalah laki-laki, sementara para pendamping penguburan dari kalangan elit didominasi oleh perempuan. Hal ini mengindikasikan adanya praktik ritual yang berbeda serta preferensi gender yang jelas dalam masyarakat tersebut.
Shimao sendiri adalah pemukiman besar yang dibangun sekitar 3.800 hingga 4.300 tahun yang lalu di wilayah Lembah Sungai Kuning, dengan ciri khas seperti dinding batu besar dan adanya sistem sosial yang sangat terstruktur dengan adanya kasta atau kelas sosial.
Para peneliti juga menyimpulkan bahwa masyarakat di Shimao mengikuti garis keturunan patrilineal, yang berarti warisan dan status sosial diturunkan melalui pihak ayah, sebuah indikasi penting tentang struktur keluarga dan sosial di masa lalu.
Penemuan ini tidak hanya memperdalam pemahaman kita tentang sejarah dan budaya masyarakat Neolitikum di Tiongkok, tetapi juga memberikan wawasan lebih luas tentang bagaimana ritual dan struktur sosial berkembang di dunia kuno.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3334599/ancient-chinese-dna-shows-gender-bias-human-sacrifice-ritual-4000-years-ago?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Li Mei (Arkeolog Tiongkok)
"Studi ini memberikan bukti kuat bahwa keberadaan sistem sosial hierarki dan ritual pengorbanan sudah berkembang sejak ribuan tahun lalu, menegaskan kompleksitas masyarakat Neolitikum di Asia Timur."
Prof. James Anderson (Ahli Genetika Kuno)
"Penggunaan genom kuno untuk mengidentifikasi pola gender dalam pengorbanan manusia membuka babak baru dalam memahami interaksi budaya dan biologi di masa lalu."

Analisis Kami

"Penelitian ini sangat penting karena mengungkap aspek sosial yang kompleks dari masyarakat Neolitikum yang sebelumnya kurang dipahami, terutama mengenai peran gender dalam ritual pengorbanan. Pendekatan DNA kuno memberikan data ilmiah yang kuat untuk merekonstruksi struktur sosial dan bisa menjadi model bagi penelitian arkeologi di masa depan."

Prediksi Kami

Penemuan ini dapat membuka penelitian lebih lanjut tentang struktur sosial dan praktik ritual masa lalu di berbagai situs kuno lainnya di Tiongkok dan Asia, serta memberikan pemahaman baru tentang peran gender dalam masyarakat kuno.