
Courtesy of NatureMagazine
Penelitian Baru Ungkap Prevalensi Alzheimer di Norwegia Lewat Tes Darah
Menggambarkan prevalensi penyakit Alzheimer pada masyarakat tua di Norwegia menggunakan marker darah untuk membantu meningkatkan estimasi epidemiologi terkait Alzheimer dan pemahaman penyakit ini.
17 Des 2025, 07.00 WIB
107 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Prevalensi Alzheimer di Norwegia lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, terutama pada individu berusia di atas 85 tahun.
- Penggunaan tes darah pTau217 dapat membantu dalam memperkirakan prevalensi penyakit neurodegeneratif.
- Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi kadar pTau217, menunjukkan adanya faktor sosial dalam risiko Alzheimer.
Trøndelag, Norwegia - Sebuah studi besar di Norwegia menggunakan biomarker darah dan tes kognitif mengungkap bahwa hampir satu dari sepuluh orang di atas usia 70 tahun menderita demensia Alzheimer. Penelitian ini penting sebagai upaya memahami tingkat prevalensi penyakit di populasi lokal secara lebih tepat dan menggunakan metode yang lebih mudah dan efisien.
Peneliti memanfaatkan protein pTau217 dalam darah sebagai indikator penumpukan plak amyloid di otak, ciri khas Alzheimer. Temuan utama menunjukkan bahwa 10% partisipan dengan usia di atas 70 tahun memiliki kedua tanda yaitu gangguan kognitif dan biomarker tinggi, sementara ada juga yang hanya menunjukkan peningkatan biomarker tanpa gangguan kognitif.
Prevalensi penyakit pada kelompok usia 85–89 tahun jauh lebih tinggi dibandingkan laporan sebelumnya, mencapai 25%. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit Alzheimer lebih umum pada populasi lanjut usia daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Perbedaan hasil studi ini dengan hasil sebelumya kemungkinan dipengaruhi oleh bias seleksi pada studi dengan brain scan serta ambang batas pTau217 yang digunakan. Studi terbaru menetapkan ambang batas tinggi sehingga mengesampingkan kasus dengan level biomarker menengah.
Faktor sosial seperti tingkat pendidikan juga ditemukan berpengaruh terhadap tingginya level protein pTau217. Penelitian ini membuka peluang bagi penggunaan biomarker darah dalam memperkirakan epidemiologi penyakit Alzheimer, namun penggunaannya dalam skrining umum tetap perlu kehati-hatian.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04133-x
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04133-x
Analisis Ahli
Nicolas Villain
"Penggunaan biomarker darah dapat memperbaiki estimasi epidemiologis penyakit Alzheimer dan memberikan pemahaman lebih baik terhadap penyakit ini."
Jason Karlawish
"Tes biomarker darah berguna dalam konteks klinis dan penelitian, tetapi belum siap dipakai luas sebagai alat skrining karena potensi kerugian jika digunakan tidak tepat."
Analisis Kami
"Penggunaan biomarker darah seperti pTau217 memberikan terobosan penting untuk mengetahui prevalensi Alzheimer dengan cara yang lebih efisien dan kurang invasif dibandingkan metode tradisional seperti brain scan. Namun, penggunaan biomarker ini harus diimbangi dengan interpretasi yang hati-hati karena ambang batas keputusan bisa sangat memengaruhi angka prevalensi dan diagnosis yang dihasilkan."
Prediksi Kami
Penggunaan biomarker darah seperti pTau217 akan semakin banyak diadopsi dalam penelitian epidemiologi Alzheimer, tetapi penggunaannya secara luas dalam skrining kesehatan masyarakat mungkin tetap dibatasi karena risiko kesalahan diagnosis dan interpretasi yang salah.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa prevalensi penyakit Alzheimer pada orang berusia di atas 70 tahun di Norwegia?A
Sekitar 10% dari peserta di atas usia 70 tahun mengalami demensia Alzheimer.Q
Apa yang diukur menggunakan protein pTau217 dalam penelitian ini?A
pTau217 diukur sebagai indikator akumulasi plak amyloid di otak, yang merupakan ciri khas Alzheimer.Q
Siapa yang memberi komentar tentang pentingnya penelitian ini dan dari mana asalnya?A
Nicolas Villain, seorang neurologis dari Universitas Sorbonne di Paris, memberikan komentar tentang pentingnya penelitian ini.Q
Mengapa penggunaan tes darah untuk Alzheimer masih kontroversial?A
Penggunaan tes darah untuk Alzheimer masih kontroversial karena bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan benar.Q
Apa yang ditemukan mengenai tingkat pendidikan dan pTau217?A
Penelitian menemukan bahwa orang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah memiliki tingkat pTau217 yang lebih tinggi.



