Panas Terik Rusak Fotosintesis Pohon di Hutan Tropis, Ancaman Pemanasan Global
Courtesy of CNBCIndonesia

Panas Terik Rusak Fotosintesis Pohon di Hutan Tropis, Ancaman Pemanasan Global

Menginformasikan ancaman pemanasan global terhadap kemampuan fotosintesis pohon di hutan tropis dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup ekosistem hutan.

24 Des 2025, 06.45 WIB
36 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemanasan global mengancam keberlangsungan hutan tropis dan proses fotosintesis.
  • Temperatur kritis bagi pohon untuk melakukan fotosintesis bisa terlampaui, yang berpotensi menyebabkan kematian pohon.
  • Data dari NASA dan simulasi membantu memahami dampak suhu tinggi terhadap ekosistem hutan tropis.
hutan tropis, beberapa negara di dunia - Pohon di hutan tropis sangat bergantung pada proses fotosintesis, yaitu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen menggunakan sinar matahari dan air. Namun, pemanasan global yang menyebabkan suhu menjadi sangat tinggi mengancam proses ini.
Penelitian dari Gregory Goldsmith dan timnya di Chapman University menemukan bahwa hutan tropis sudah hampir mencapai batas suhu kritis untuk fotosintesis, yaitu sekitar 46,7 derajat Celcius. Ketika suhu ini terlampaui, pohon tidak bisa melakukan fotosintesis dengan baik.
Data dari sensor ECOSTRESS NASA yang diamati oleh tim Northern Arizona University menunjukkan bahwa suhu daun di beberapa area hutan tropis bahkan mencapai lebih dari 40 derajat Celcius saat musim kering. Beberapa daun bahkan pernah mengalami suhu melebihi batas kritis tersebut.
Proses menutup pori-pori daun, atau stomata, yang terjadi saat daun kepanasan justru memperburuk kondisi karena daun tidak bisa mendinginkan dirinya lewat transpirasi. Ini menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada daun dan menghambat fotosintesis.
Simulasi yang dilakukan oleh para peneliti menunjukkan bahwa jika suhu terus naik, sekitar 1,4% pucuk kanopi hutan akan berhenti berfotosintesis. Jika suhu naik melebihi 3,9 derajat Celcius, pohon di hutan tropis bisa mati secara massal yang akan berdampak besar pada ekosistem dan iklim global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251224062556-37-696871/tanda-kiamat-sudah-dekat-muncul-di-daun

Analisis Ahli

Gregory Goldsmith
"Studi kami mendemonstrasikan bahwa tanaman di hutan tropis sudah mendekati batas toleransi suhu mereka, yang mengancam fungsi penting fotosintesis dan keseimbangan karbon."
Tim Northern Arizona University
"Data satelit dan sensor permukaan memberikan bukti kuat bahwa kenaikan suhu memicu stres termal pada daun hutan tropis, berpotensi mempercepat kematian pohon dalam skala besar."

Analisis Kami

"Penelitian ini menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem hutan tropis terhadap kenaikan suhu akibat pemanasan global, sebuah alarm serius bagi upaya konservasi alam. Jika tidak ada langkah mitigasi drastis, kehilangan hutan tropis akan berdampak besar pada keseimbangan iklim global dan keanekaragaman hayati."

Prediksi Kami

Jika pemanasan global terus meningkat, sebagian besar pohon di hutan tropis akan berhenti melakukan fotosintesis dan menyebabkan kematian pohon secara massal yang pada akhirnya merusak ekosistem hutan tropis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh Gregory Goldsmith dan timnya terkait hutan tropis?
A
Gregory Goldsmith dan timnya menemukan bahwa hutan tropis mendekati batas temperatur yang mengganggu proses fotosintesis.
Q
Apa suhu kritis yang dapat dicapai oleh pohon untuk melakukan fotosintesis?
A
Suhu kritis yang dapat dicapai oleh pohon untuk melakukan fotosintesis adalah 46,7 derajat Celcius.
Q
Apa yang dapat terjadi pada daun ketika suhu terlalu tinggi?
A
Ketika suhu terlalu tinggi, daun dapat mengalami penutupan stomata yang mengakibatkan kerusakan pada daun.
Q
Bagaimana cara peneliti mengumpulkan data tentang temperatur di hutan tropis?
A
Peneliti mengumpulkan data menggunakan sensor ECOSTRESS NASA dan memvalidasi data tersebut dengan sensor permukaan di pucuk pohon di beberapa lokasi.
Q
Apa dampak dari pemanasan global terhadap kemampuan hutan tropis?
A
Dampak dari pemanasan global adalah hutan tropis dapat kehilangan kemampuan untuk berfotosintesis, dan jika suhu melampaui 3,9 derajat Celcius, pohon dapat mati satu per satu.