
Courtesy of CNBCIndonesia
Mantan Karyawan NCS Hapus 180 Server Virtual dan Terancam Penjara
Menjelaskan kasus pembalasan mantan karyawan yang menghapus server virtual perusahaan dan dampak hukumnya, sebagai peringatan tentang pentingnya keamanan sistem TI dan konsekuensi tindakan kriminal siber.
29 Des 2025, 07.45 WIB
205 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pemecatan karyawan dapat memicu tindakan balas dendam yang merugikan perusahaan.
- Akses ilegal ke sistem perusahaan dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.
- Pentingnya keamanan siber dalam melindungi data dan infrastruktur perusahaan.
Singapura, Singapura - Kandula, mantan karyawan perusahaan teknologi NCS di Singapura, dipecat karena dianggap berkinerja buruk pada Oktober 2022. Namun, ia tidak menerima keputusan tersebut dan merasa bahwa dirinya telah memberikan kontribusi positif selama bekerja.
Setelah pemecatan, Kandula kembali ke India dan menggunakan laptop pribadinya untuk mencoba mengakses sistem komputer NCS secara ilegal sebanyak enam kali pada Januari 2023. Ia menggunakan kredensial login administrator yang dimilikinya.
Kembali ke Singapura pada Februari 2023, Kandula menyewa kamar dengan mantan rekannya dan memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk terus mengakses sistem milik NCS. Pada Maret, ia menjalankan skrip untuk menghapus 180 server virtual yang terdapat dalam sistem QA perusahaan.
Perusahaan NCS baru menyadari servernya hilang pada tanggal 19 Maret 2023 dan segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dari investigasi, ditemukan bukti kuat bahwa Kandula adalah pelaku perusakan sistem tersebut.
Akibat perbuatannya, Kandula dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan. Kerugian akibat aksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 15.33 miliar (US$918,000) atau sekitar Rp 15 miliar.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229011905-37-697749/tak-terima-dipecat-karyawan-hapus-server-perusahaan-rp-11-miliar
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251229011905-37-697749/tak-terima-dipecat-karyawan-hapus-server-perusahaan-rp-11-miliar
Analisis Ahli
Ahli Keamanan Siber Dr. Hendri Santoso
"Kasus ini menyoroti kerentanan sistem yang bisa dieksploitasi bahkan setelah karyawan resmi keluar, sehingga perusahaan harus menerapkan protokol penghapusan akses secara segera dan menyeluruh."
Profesor TI dan Manajemen Risiko, Lisa Gunawan
"Penghapusan server virtual yang menimbulkan kerugian besar memperlihatkan bahwa kontrol internal dan audit sistem perlu diperkuat untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas mencurigakan sedini mungkin."
Analisis Kami
"Kasus ini menegaskan betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap akses sistem dan pengelolaan hak admin untuk mencegah kerusakan besar akibat aksi balas dendam. Hukuman tegas terhadap pelaku juga menjadi sinyal peringatan keras bagi karyawan lain agar tidak menyalahgunakan akses data perusahaan."
Prediksi Kami
Perusahaan-perusahaan di bidang TI di Singapura kemungkinan akan memperketat pengamanan sistem dan kontrol akses untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang melakukan penghapusan server virtual di NCS?A
Kandula, mantan karyawan NCS.Q
Apa alasan Kandula dipecat dari NCS?A
Kandula dipecat karena dinilai berkinerja buruk.Q
Berapa total kerugian yang diakibatkan oleh tindakan Kandula?A
Total kerugian yang diakibatkan oleh tindakan Kandula mencapai US$918 ribu atau sekitar Rp 15 miliar.Q
Apa yang dilakukan Kandula setelah dipecat?A
Setelah dipecat, Kandula kembali ke India dan kemudian mencoba mendapatkan akses ilegal ke sistem NCS.Q
Berapa lama hukuman penjara yang dijatuhkan kepada Kandula?A
Kandula dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan.



