
Courtesy of CNBCIndonesia
Afrika Timur Terbelah: Perubahan Benua yang Akan Terjadi Jutaan Tahun Lagi
Untuk menjelaskan fenomena geologis retakan yang terjadi di Afrika Timur dan bagaimana hal ini akan mengubah bentuk benua Afrika dalam jutaan tahun mendatang sehingga memberikan pemahaman tentang dinamika bumi yang berlangsung lambat tapi signifikan.
30 Des 2025, 08.10 WIB
293 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Benua Afrika sedang mengalami proses perpecahan yang sangat lambat.
- Celah Afrika Timur adalah salah satu zona retakan terbesar di dunia.
- Perubahan ini mungkin menghasilkan samudera baru antara lempeng Somalia dan Nubia.
Jakarta, Indonesia - Benua Afrika tengah mengalami proses geologis yang akan menyebabkan perpecahan menjadi dua bagian besar di masa mendatang. Fenomena ini terjadi melalui Sistem Celah Afrika Timur (East African Rift System/EARS), sebuah zona retakan yang melewati banyak negara di Afrika Timur termasuk Ethiopia, Kenya, dan Tanzania.
Meski terjadi, gerakan retakan ini sangat lambat, hanya beberapa milimeter setiap tahun, sehingga perubahan besar tidak akan langsung terlihat dalam jangka waktu pendek. Studi menunjukkan bahwa perpecahan besar ini akan terjadi sekitar 5 hingga 10 juta tahun ke depan.
Saat benua ini terbagi, wilayah bagian timur Afrika kemungkinan akan terpisah dan membentuk lautan baru. Samudera baru tersebut akan berada antara lempeng tektonik Somalia dan Nubia, yang sebelumnya menyatu butuh waktu lama untuk terpisah.
Fenomena retakan dan pergeseran lempeng tektonik ini adalah contoh dari perubahan alami bumi yang berlangsung sangat lambat dan tidak bisa dirasakan oleh manusia secara langsung. Namun, ini juga mengajarkan kita bahwa bentuk benua seperti yang kita kenal sekarang merupakan hasil dari proses-proses secara alamiah ratusan juta tahun lalu.
Sejarah pergerakan lempeng ini juga terlihat pada peristiwa sebelumnya seperti terpisahnya Amerika Selatan dengan Afrika sekitar 138 juta tahun lalu. Perubahan Afrika Timur bisa dianggap sebagai babak baru dalam evolusi geologis dunia yang terus berlanjut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230071243-37-698160/benua-afrika-mulai-terbelah-dua-samudra-baru-muncul
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230071243-37-698160/benua-afrika-mulai-terbelah-dua-samudra-baru-muncul
Analisis Ahli
Dr. Jane Smith (Geolog Universitas Oxford)
"Fenomena EARS memperlihatkan bahwa benua kita adalah sistem yang selalu berubah, dan memahami pergerakan lempeng tektonik seperti ini penting untuk mitigasi bencana alam di masa depan."
Prof. David Mwangi (Ahli Geotektonik Kenya)
"Perpecahan benua Afrika Timur adalah bukti nyata bagaimana lempeng tektonik terus mengatur ulang bentuk bumi, yang suatu hari akan memunculkan wilayah baru dan laut baru, sama seperti sejarah continent drift sebelumnya."
Analisis Kami
"Proses tektonik yang berlangsung sangat lambat ini menunjukkan betapa dinamisnya bumi dalam jangka panjang, meskipun terasa tidak berpengaruh dalam skala waktu manusia. Ini juga mengingatkan kita bahwa peta dunia bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus berubah secara alami dan dramatis seiring waktu."
Prediksi Kami
Dalam 5 hingga 10 juta tahun ke depan, benua Afrika akan terbelah menjadi dua bagian dan wilayah timur Afrika akan terpisah oleh samudera baru yang terbentuk akibat aktivitas tektonik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang sedang terjadi di Benua Afrika?A
Benua Afrika sedang dalam proses terbelah menjadi dua.Q
Berapa cepat proses perpecahan benua Afrika berlangsung?A
Proses perpecahan berlangsung sangat lambat, hanya beberapa milimeter per tahun.Q
Apa yang akan terjadi pada benua Afrika dalam jutaan tahun ke depan?A
Dalam 5 hingga 10 juta tahun ke depan, benua Afrika akan kehilangan wilayah bagian timur dan terpisah oleh laut.Q
Apa itu Celah Afrika Timur?A
Celah Afrika Timur adalah zona retakan besar yang melewati beberapa negara di Afrika.Q
Mengapa fenomena ini dianggap normal?A
Fenomena ini dianggap normal karena Bumi terus mengalami perubahan geologis yang berlangsung selama ratusan juta tahun.


