Kasus Korupsi Laptop Nadiem: Dugaan Rugikan Negara dan Perkuat Google
Courtesy of CNBCIndonesia

Kasus Korupsi Laptop Nadiem: Dugaan Rugikan Negara dan Perkuat Google

Menginformasikan perkembangan kasus korupsi yang menjerat eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, khususnya terkait pengadaan laptop Chromebook serta efeknya terhadap sistem pendidikan dan integritas pemerintahan.

06 Jan 2026, 13.40 WIB
265 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Nadiem Makarim menghadapi dakwaan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook dengan potensi kerugian yang sangat besar.
  • Pengadaan laptop tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan internet di Indonesia, terutama di daerah 3T.
  • Kasus ini menarik perhatian media internasional dan menunjukkan tantangan dalam pengadaan barang publik di era digital.
Jakarta, Indonesia - Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, menghadapi dakwaan kasus korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook. Jaksa menuduh ada kerugian negara hingga Rp 2,1 triliun akibat pengadaan tersebut yang dianggap tidak transparan dan merugikan keuangan negara.
Dalam dakwaan tersebut, Nadiem juga diduga memperkaya diri sebesar Rp 809 miliar dari proyek tersebut. Jaksa mengungkapkan bahwa tender pengadaan dibuat dengan spesifikasi yang hanya cocok untuk sistem Chrome, yang pada akhirnya membuat Google menjadi satu-satunya pengendali teknologi dalam skala nasional.
Pengadaan laptop ini tetap berjalan meski sudah diketahui bahwa ketersediaan internet di daerah 3T sangat minim sehingga Chromebook tidak cocok digunakan secara luas. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan hingga relevansi kebutuhan teknologi dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Nadiem dan kuasa hukumnya membantah dakwaan dan klaim pertemuan dengan perwakilan Google. Mereka menganggap jaksa kurang bukti kuat dan meminta pengadilan membatalkan dakwaan tersebut.
Selain itu, dakwaan juga mengaitkan investasi Google pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang didirikan Nadiem, yang menunjukkan ada hubungan bisnis yang diduga saling menguntungkan. Kasus ini menjadi sorotan nasional dan internasional terkait integritas pengadaan teknologi pemerintah.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260106130947-37-700015/asing-sorot-kasus-korupsi-nadiem-rugikan-negara-rp-21-triliun

Analisis Ahli

Dr. Siti Rahmawati (Pengamat Kebijakan Pendidikan)
"Kasus ini menegaskan pentingnya integritas dalam pengadaan barang pemerintah agar hak siswa dan guru untuk mendapat akses pendidikan layak tidak terganggu."
Prof. Bambang Setiawan (Ahli Manajemen Pemerintahan)
"Jika dakwaan benar, ini menunjukkan lemahnya pengawasan internal kementerian yang harus segera diperbaiki."

Analisis Kami

"Pengadaan teknologi pendidikan harus didasari oleh analisis kebutuhan yang matang dan tidak semata-mata menguntungkan pihak tertentu. Kasus Nadiem ini membuka pintu untuk evaluasi ulang transparansi proses tender pemerintah demi mencegah penyalahgunaan anggaran negara."

Prediksi Kami

Kasus ini kemungkinan akan berlanjut ke proses persidangan yang ketat dengan kemungkinan hukuman berat bagi Nadiem jika dakwaan terbukti benar, serta dapat menimbulkan dampak besar bagi kepercayaan publik terhadap pengadaan teknologi di sektor pendidikan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus utama dari kasus dugaan korupsi yang melibatkan Nadiem Makarim?
A
Fokus utama dari kasus dugaan korupsi adalah pengadaan laptop Chromebook yang dilakukan saat Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Budaya.
Q
Berapa total kerugian yang dituduhkan akibat pengadaan laptop Chromebook?
A
Total kerugian yang dituduhkan akibat pengadaan laptop Chromebook mencapai US$125,64 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Q
Apa alasan jaksa menganggap tender pengadaan laptop Chromebook tidak adil?
A
Jaksa menganggap tender pengadaan laptop Chromebook tidak adil karena spesifikasinya dibuat sesuai dengan sistem Chrome, menjadikan Google sebagai satu-satunya pengendali.
Q
Apa tanggapan pengacara Nadiem Makarim terhadap dakwaan tersebut?
A
Pengacara Nadiem Makarim menanggapi dakwaan tersebut dengan menyatakan bahwa jaksa kurang memiliki bukti kuat dan meminta pengadilan untuk membatalkan dakwaan.
Q
Apa hubungan antara Google dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dalam kasus ini?
A
Hubungan antara Google dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dalam kasus ini adalah bahwa Google memberikan tambahan investasi kepada perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim.