Penemuan Fosil 140 Ribu Tahun Ungkap Perkawinan Homo Sapiens dan Neanderthal
Courtesy of CNBCIndonesia

Penemuan Fosil 140 Ribu Tahun Ungkap Perkawinan Homo Sapiens dan Neanderthal

Mengungkap bukti paling awal tentang persilangan genetika antara Homo sapiens dan Neanderthal serta memperlihatkan bahwa migrasi dan interaksi antarspesies ini terjadi lebih awal dan berulang kali, yang penting untuk memahami evolusi manusia modern.

07 Jan 2026, 07.20 WIB
242 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Fosil tengkorak di Gua Skhul adalah bukti paling awal dari percampuran antara Homo sapiens dan Neanderthal.
  • Migrasi Homo sapiens dari Afrika terjadi lebih awal dan secara berulang, bukan hanya sekali.
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Neanderthal punah, sebagian genom manusia modern masih mengandung DNA mereka.
Gunung Carmel, Israel - Para ilmuwan menemukan fosil tengkorak anak berusia sekitar lima tahun di Gua Skhul, Israel yang memperlihatkan ciri-ciri gabungan antara Homo sapiens dan Neanderthal. Fosil ini diyakini berumur sekitar 140.000 tahun, lebih tua dari bukti sebelumnya tentang persilangan antarspesies manusia purba.
Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang kapan nenek moyang manusia modern mulai keluar dari Afrika dan bertemu dengan Neanderthal. Studi dari Universitas Tel Aviv dan lembaga dari Prancis membuktikan migrasi dan persilangan ini terjadi lebih awal dan bukan hanya sebagai satu peristiwa besar tunggal.
Fosil tersebut menunjukkan bentuk tengkorak yang bulat seperti manusia modern, namun dengan struktur rahang dan telinga yang mirip Neanderthal. Hal ini menguatkan teori bahwa kedua spesies tidak hanya hidup berdampingan tetapi juga melakukan kawin silang secara signifikan.
Penelitian genetika mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa 2 sampai 6 persen genom manusia modern berasal dari Neanderthal akibat perkawinan campur yang berlangsung antara 60.000 hingga 40.000 tahun lalu. Namun, fosil kali ini membuktikan bahwa interaksi tersebut sudah terjadi jauh lebih lama, setidaknya 140.000 tahun yang lalu.
Temuan ini memberikan gambaran baru mengenai evolusi manusia yang lebih kompleks dan dinamis daripada sebelumnya dipahami, serta menegaskan pentingnya lokasi Israel sebagai tempat bertemunya berbagai spesies hominin di masa lalu.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107070319-37-700204/manusia-kawin-campur-dengan-spesies-lain-umur-anak-hanya-5-tahun

Analisis Ahli

Israel Hershkovitz
"Fosil ini membuktikan adanya pertukaran gen yang terjadi jauh lebih awal dari pemahaman sebelumnya, menunjukkan bahwa evolusi manusia modern tidak terpisah secara jelas dari Neanderthal, melainkan berlangsung secara paralel dan berinteraksi."

Analisis Kami

"Penemuan ini sangat penting karena mendobrak batas waktu yang selama ini diyakini mengenai interaksi antarspesies manusia purba, menandai bahwa evolusi manusia adalah proses yang sangat dinamis dan kompleks. Fakta bahwa migrasi dan perkawinan antar spesies terjadi berulang kali menyoroti fleksibilitas biologis dan adaptasi nenek moyang kita yang sering terabaikan."

Prediksi Kami

Penelitian lebih lanjut akan semakin mengungkap kompleksitas pola migrasi dan interaksi antarspesies manusia purba, serta memperkaya pemahaman kita tentang peran Neanderthal dalam genetika manusia modern.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diungkapkan oleh temuan fosil tengkorak di Israel?
A
Temuan fosil tengkorak di Israel mengungkapkan adanya percampuran antara Homo sapiens dan Neanderthal lebih dari 100.000 tahun yang lalu.
Q
Berapa usia fosil tengkorak yang ditemukan di Gua Skhul?
A
Fosil tengkorak yang ditemukan di Gua Skhul diperkirakan berusia sekitar 140.000 tahun.
Q
Apa karakteristik unik dari fosil tengkorak anak tersebut?
A
Karakteristik unik dari fosil tengkorak anak tersebut adalah bentuk tengkoraknya yang bulat menyerupai manusia modern, tetapi dengan rahang dan struktur telinga yang mirip Neanderthal.
Q
Bagaimana hubungan antara Homo sapiens dan Neanderthal berdasarkan penelitian ini?
A
Penelitian ini menunjukkan bahwa Homo sapiens dan Neanderthal saling bertukar gen, dan percampuran ini terjadi jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Q
Apa yang dibuktikan oleh penelitian tim dari Universitas Tel Aviv dan CNRS?
A
Penelitian tim dari Universitas Tel Aviv dan CNRS membuktikan bahwa migrasi nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika terjadi lebih awal dan berulang kali.