
Courtesy of CNBCIndonesia
Sergey Brin Kembali Aktif Dorong Inovasi AI Google Setelah Pensiun Dini
Memberikan informasi tentang kembalinya Sergey Brin ke dunia pengembangan AI di Google dan penilaian serta refleksinya terkait investasi dan arah riset AI dalam konteks persaingan global.
14 Jan 2026, 07.50 WIB
81 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Sergey Brin kembali terlibat dalam pengembangan AI karena percepatan inovasi di bidang tersebut.
- Google perlu lebih agresif dalam peluncuran produk AI untuk bersaing dengan perusahaan lain seperti OpenAI.
- Pemrograman tetap menjadi keterampilan yang sangat berharga meskipun ada kemajuan dalam kecerdasan buatan.
Jakarta, Indonesia - Sergey Brin, salah satu pendiri Google, memutuskan untuk kembali aktif dalam pengembangan kecerdasan buatan di Alphabet setelah sempat pensiun dari pekerjaan teknisnya. Keputusan itu diambil karena percepatan inovasi AI membuatnya merasa pensiun terlalu dini dan kehilangan arah tanpa adanya tantangan teknis yang memadai.
Baca juga: Alphabet Kuasai Dunia Internet dengan Fokus AI, Valuasi Capai Rp 66.80 quadriliun (US$4 Triliun)
Brin berbicara tentang pengalaman dan refleksinya saat berpidato di Universitas Stanford, mengungkapkan bagaimana rutinitas keilmuan yang hilang membuatnya merasa kurang tajam secara mental. Ia pun kembali terlibat dalam proyek pengembangan model AI terbaru bernama Gemini yang dinilainya sangat memuaskan.
Ia juga mengkritik sikap Google yang sebelumnya terlalu hati-hati dalam menerapkan teknologi AI, sehingga kalah cepat dibanding pesaing seperti OpenAI dalam merilis chatbot AI generatif. Selain itu, Brin menyatakan investasi jangka panjang Google di bidang riset jaringan saraf, chip khusus, dan pusat data tetap menjadi keunggulan utama perusahaan.
Pendiri Google ini juga menyampaikan pesan penting bagi generasi muda, agar tetap fokus pada bidang teknis serta tidak merasa terancam oleh kemampuan AI yang semakin canggih dalam menulis kode. Menurutnya, pemrograman tetap menjadi bagian fundamental dalam perkembangan teknologi AI.
Karena keberhasilan dalam inovasi AI dan posisi strategis di pasar teknologi, kekayaan Sergey Brin kini meningkat hingga menjadi orang terkaya ketiga di dunia dengan harta yang mencapai 253,5 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar 4.273 triliun rupiah.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114062641-37-702128/pendiri-google-harta-rp-4300-triliun-mengaku-menyesal-pensiun
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114062641-37-702128/pendiri-google-harta-rp-4300-triliun-mengaku-menyesal-pensiun
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Keterlibatan kembali pendiri seperti Brin sangat penting untuk memastikan integrasi riset lanjutan dan implementasi praktis dalam AI yang mampu mendorong masa depan teknologi."
Fei-Fei Li
"Percepatan dinamika riset AI menuntut perpaduan keahlian teknis dan visi strategis, di mana sosok seperti Brin berperan sebagai katalisator inovasi."
Analisis Kami
"Keputusan Sergey Brin untuk kembali terlibat secara aktif menandai pentingnya peran kepemimpinan teknis dalam mendorong inovasi AI yang berkelanjutan. Google harus mampu mengimbangi kecepatan inovasi pesaing dengan pengambilan risiko yang lebih agresif agar tetap menjadi pemimpin pasar teknologi AI."
Prediksi Kami
Dengan keterlibatan kembali Sergey Brin, Google kemungkinan akan semakin mempercepat inovasi AI dan tetap bersaing ketat dengan perusahaan lain dalam menguasai teknologi AI generatif dan model bahasa besar.




