Penemuan Fosil 140.000 Tahun Ungkap Perkawinan Homo Sapiens dan Neanderthal
Courtesy of CNBCIndonesia

Penemuan Fosil 140.000 Tahun Ungkap Perkawinan Homo Sapiens dan Neanderthal

Mengungkap fakta bahwa perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal terjadi jauh lebih awal dari yang diperkirakan, memperluas pemahaman tentang migrasi dan interaksi manusia purba dalam sejarah evolusi manusia.

17 Jan 2026, 19.30 WIB
38 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Persilangan antara Homo sapiens dan Neanderthal terjadi lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
  • Fosil tengkorak anak di Gua Skhul adalah salah satu bukti paling awal dari percampuran spesies manusia.
  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa migrasi nenek moyang manusia modern dari Afrika terjadi dalam beberapa gelombang, bukan hanya sekali.
Gunung Carmel, Israel - Para peneliti dari Universitas Tel Aviv dan National Centre for Scientific Research Prancis menemukan fosil tengkorak anak berusia sekitar 140.000 tahun yang menunjukkan bukti perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal. Fosil ini ditemukan di Gua Skhul, Gunung Carmel, Israel, dan merupakan fosil manusia purba tertua dengan karakteristik kedua spesies tersebut.
Penemuan ini mengungkap bahwa persilangan antarspesies manusia sudah terjadi jauh lebih awal dari yang sebelumnya dipercaya, yakni sekitar 100.000 tahun lebih awal. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa migrasi Homo sapiens keluar dari Afrika tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang kali dalam periode ratusan tahun.
Fosil tersebut memiliki bentuk tengkorak yang bulat seperti manusia modern, namun memiliki rahang dan struktur telinga yang mirip Neanderthal. Studi ini menegaskan bahwa Neanderthal telah hadir di wilayah yang sekarang disebut Israel sejak 400.000 tahun lalu, jauh sebelum diperkirakan sebelumnya.
Jejak DNA Neanderthal juga ditemukan dalam genom manusia modern dengan persentase 2 hingga 6 persen, yang menandakan pertukaran genetik selama 60.000 hingga 40.000 tahun yang lalu. Namun fosil yang ditemukan ini berusia jauh lebih tua, menandai periode awal perkawinan antarspesies manusia.
Sebelumnya, fosil anak hasil perkawinan campur juga ditemukan di Portugal berusia 28.000 tahun, namun fosil di Israel jauh lebih tua. Penemuan ini menjadi terobosan besar dalam studi evolusi manusia dan menunjukkan betapa kompleks dan terjalinnya sejarah interaksi manusia purba.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260117153617-37-703049/orang-kawin-campur-dengan-spesies-lain-umur-anak-hanya-5-tahun

Analisis Ahli

Israel Hershkovitz
"Fosil ini adalah bukti paling awal perkawinan antara Neanderthal dan Homo sapiens, menunjukkan adanya pertukaran gen yang signifikan dan interaksi kompleks antarspesies manusia purba."

Analisis Kami

"Penemuan fosil ini mengubah perspektif kita tentang sejarah manusia dan interaksi antarspesies yang terjadi jauh lebih kompleks dari yang selama ini dipercaya. Ini mendorong peneliti untuk lebih fokus pada studi genetika dan fosil sebagai kunci utama memahami evolusi manusia secara menyeluruh."

Prediksi Kami

Penemuan ini kemungkinan akan membuka lebih banyak penelitian untuk menemukan bukti baru tentang interaksi dan perkawinan antarspesies manusia purba, serta mendorong revisi kronologi evolusi manusia modern dan migrasi mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa temuan terbaru tentang fosil manusia purba di Israel?
A
Temuan terbaru adalah fosil tengkorak anak berusia sekitar lima tahun yang menunjukkan adanya percampuran antara Homo sapiens dan Neanderthal.
Q
Berapa usia fosil tengkorak anak yang ditemukan di Gua Skhul?
A
Fosil tengkorak anak yang ditemukan di Gua Skhul berusia sekitar 140.000 tahun.
Q
Apa yang dibuktikan oleh penelitian terkait percampuran antara Homo sapiens dan Neanderthal?
A
Penelitian membuktikan bahwa percampuran antara Homo sapiens dan Neanderthal terjadi jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni 100.000 tahun lebih awal.
Q
Mengapa fosil ini dianggap sebagai bukti paling awal dari perkawinan antara spesies manusia?
A
Fosil ini dianggap sebagai bukti paling awal karena menunjukkan karakteristik dari kedua spesies, Homo sapiens dan Neanderthal.
Q
Apa kontribusi Universitas Tel Aviv dalam penelitian ini?
A
Universitas Tel Aviv berkolaborasi dengan National Centre for Scientific Research dalam menganalisis fosil dan menemukan bukti baru tentang evolusi manusia.