
Courtesy of Forbes
Privasi Data: Pilar Utama Kepemimpinan dan Ketahanan Siber di Era Digital
Menggarisbawahi pentingnya privasi data sebagai isu krusial di era digital sekaligus menyampaikan bahwa perlindungan privasi seharusnya dipandang sebagai strategi kepemimpinan dan ketahanan siber, bukan hanya kewajiban teknis atau legal semata.
22 Jan 2026, 23.40 WIB
265 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Privasi data harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis dan kepemimpinan.
- Perlindungan privasi diperlukan untuk mencegah risiko yang ditimbulkan oleh teknologi baru.
- Kepercayaan digital dan privasi saling terkait dalam dunia yang semakin terhubung.
Global - Perkembangan teknologi seperti IoT, 5G, dan kecerdasan buatan membawa banyak manfaat, tetapi juga menimbulkan risiko privasi baru yang harus diwaspadai oleh organisasi. Data yang semakin banyak dan cepat dikumpulkan membuat perlindungan data menjadi sangat penting agar organisasi tidak rentan terhadap serangan siber.
Ancaman siber kini semakin canggih dengan penggunaan AI oleh pelaku kejahatan untuk melakukan serangan phishing dan mengelabui sistem keamanan, sementara teknologi kuantum berpotensi menggantikan enkripsi yang digunakan saat ini. Oleh karena itu, pengamanan data harus meliputi seluruh siklus hidup data dari saat dibuat hingga dihancurkan.
Privasi bukan hanya masalah hukum atau IT, melainkan bagian penting dari kepemimpinan dan strategi bisnis. Organisasi yang mengabaikan privasi berisiko menghadapi kegagalan dalam mengelola risiko siber yang bisa menimbulkan kerugian besar, termasuk hilangnya kepercayaan pelanggan dan reputasi.
Industri dan perusahaan mulai mengembangkan teknologi dan platform yang membantu mendeteksi dan mengatasi risiko siber secara real-time, seperti portofolio solusi Mastercard yang terdiri dari berbagai alat keamanan dan penilaian risiko yang membantu menjaga keamanan data.
Di masa depan, organisasi yang mengintegrasikan privasi sebagai budaya dan bagian dari kerangka manajemen risiko akan lebih siap mengatasi tantangan digital dan berinovasi secara bertanggung jawab, sementara yang tidak melakukannya akan sulit memulihkan kepercayaan yang hilang akibat pelanggaran data.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/chuckbrooks/2026/01/22/why-data-privacy-is-a-strategic-imperative-for-every-organization/
[1] https://www.forbes.com/sites/chuckbrooks/2026/01/22/why-data-privacy-is-a-strategic-imperative-for-every-organization/
Analisis Ahli
Chuck Brooks
"Menekankan bahwa privasi adalah tanggung jawab kepemimpinan yang fundamental dan harus diperlakukan sebagai strategi untuk membangun ketahanan dan kepercayaan digital."
Analisis Kami
"Privasi data bukan lagi isu sampingan; ia menjadi inti dari keberlangsungan bisnis dan keamanan nasional di era teknologi maju. Pemimpin bisnis harus segera mengadopsi pendekatan holistik yang mengintegrasikan privasi ke dalam budaya dan manajemen risiko perusahaan agar dapat bertahan di tengah ancaman siber yang terus berkembang."
Prediksi Kami
Di masa depan, organisasi yang tidak mengintegrasikan perlindungan privasi dalam strategi mereka akan menghadapi kesulitan besar untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan mungkin mengalami kerugian bisnis akibat insiden keamanan siber yang semakin canggih.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan Data Privacy Week?A
Data Privacy Week adalah peringatan yang diadakan setiap bulan Januari untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya privasi data.Q
Mengapa privasi data menjadi penting dalam strategi bisnis?A
Privasi data menjadi penting dalam strategi bisnis karena berkaitan langsung dengan reputasi dan risiko perusahaan, serta membangun kepercayaan dengan konsumen.Q
Apa yang dimaksud dengan Q Day dalam konteks komputasi kuantum?A
Q Day adalah momen strategis ketika komputer kuantum dapat melampaui komputer klasik dalam tugas-tugas yang berguna, mempengaruhi cara data dilindungi.Q
Bagaimana teknologi seperti AI dan IoT mempengaruhi risiko privasi?A
Teknologi seperti AI dan IoT menciptakan banyak titik akhir yang terhubung, meningkatkan volume dan kecepatan data yang dikumpulkan, sehingga menambah risiko privasi.Q
Mengapa kepemimpinan perlu terlibat dalam masalah privasi data?A
Kepemimpinan perlu terlibat dalam masalah privasi data karena keputusan tentang pengumpulan dan pengelolaan data berdampak langsung pada reputasi dan risiko perusahaan.




